| |
|
Papua Muslim Care (PMC)
P
ada tanggal 9 Januari 2009, Badan Wakaf Al Qur'an
(BWA) meluncurkan (grand launching) program untuk mendukung dakwah dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat muslim Papua dengan nama Papua Muslim
Care yang bertajuk "Islam di Timur Membangun Peradaban".
Melalui Papua Muslim Care, BWA bersama kaum muslimin
berkomitmen untuk merealisasikan 3 program wakaf, yakni:
- Distribusi Wakaf Al Qur'an dan pembinaannya
- Wakaf Khusus Kapal Laut sarana transportasi dakwah
- Wakaf Khusus Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
Realisasi dari program wakaf di atas:
- Tahap Pertama berhasil dihimpun dan didistribusikan Al Qur'an
sebanyak 36.000 buah, yang dilanjutkan penghimpunan untuk 55.000 Al
Qur'an pada tahap kedua. Sampai dengan Oktober 2009, sudah berhasil
dihimpun dan didistribusikan untuk Papua 25.764 Al Qur'an lagi,
sehingga untuk tahap kedua masih dibutuhkan 29.236 Al Qur'an.
- Kapal Laut Dakwah pertama "AFKN Khilafah 1" berhasil direalisasikan,
pada tanggal 18 Juli 2009 diadakan pelayaran perdana dari Ancol Jakarta
Utara dan tiba di pelabuhan Fakfak pada tanggal 8 Agustus 2009 subuh hari.
- Pembangunan PLTMH, sudah memasuki tahap perencanaan teknis. Setelah
survey lokasi dan potensi air sungai di Papua. Diputuskan lokasi
pembangunan PLTMH adalah di desa Nusa Ulan, Kec. Buruway di aliran
sungai Kriyawida, Kab. Kaimana, Papua Barat. Rencana Anggaran Biaya
pembangunan cukup besar sekitar Rp. 19 Milyar untuk tahap pertama, yakni
untuk pembangkit dengan kapasitas 180 KW dan jaringan transmisi kabel
listrik sepanjang 9 km.
|
|
|
| Wakaf Al Quran di Papua |
Kapal Dakwan AFKN Khilafah 1 |
Survey Potensi Sungai Kriyawida |
Papua Muslim Care
Program Wakaf Untuk mendukung dakwah dan pemberdayaan ekonomi
masyarakat muslim Papua, terdiri dari :
- Wakaf Al Quran
- Wakaf Khusus Kapal Dakwah
- Wakaf Khusus Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
|
Papua Muslim Care
| Lokasi |
: |
Propinsi Papua Barat |
| Partner Lapang |
: |
Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN)
|
|
Wakaf Al Quran (Papua Muslim Care)
Irian Bumi Allah,
yang semakin terang dengan cahaya tauhid
|
S
uatu siang menjelang petang. Lelaki muda yang mengenakan sorban
itu berjalan memasuki sebuah kampung pedalaman di Papua. Beberapa orang mengikutinya.
Langkah mereka terhenti di perbatasan kampung tersebut. Sang kepala suku kampung itu
yang telah mengetahui bakal kedatangan tamu dari kota itu menyambutnya dengan posisi
panah siap tembak.
Wajah anggota rombongan itu menjadi tegang. Namun tidak dengan
lelaki yang memimpin rombongan, Al Ustadz M Zaaf Fadlan Rabbany Al Garamatan.
Ia tetap tenang. Senyum tak lepas dari bibirnya. Ketegangan makin memuncak karena
Fadlan itu tetap tidak mau berbalik arah seperti perintah kepala suku. Kesabaran
kepala suku pun habis sudah. Swiingg.., panah beracun itu pun meleset dan menancap di
lengan kanannya meski coba menangkis. Ia mencabutnya darah pun mengucur. Swiing..,
panah kedua pun melesak menancap lengan kirinya. Ia terjatuh dengan darah mengalir
deras dari kedua lengannya.
Sang kepala suku seakan tak percaya karena lelaki muda itu berdiri
sembari mencabut anak panah di lengan kirinya. Dengan langkah pasti tanpa senjata
Fadlan melangkah mendekati kepala suku. Setelah dekat ia mengulurkan tangannya.
"Terimakasih bapak telah menyambut kami di perbatasan kampung. Jika memang tidak
diizinkan masuk kami permisi untuk kembali."
Sang kepala suku terpana menyaksikan sikap santun anak muda yang
bersimbah darah di lengannya itu. Tatkala Fadlan berbalik arah dan mengajak
rombongannya balik ke kota, sang kepala suku tak kuasa menahan tangis dan memekik
memanggilnya. "Anak, kemari anak maafkan perlakuan saya silakan masuk ke kampung
kami," ujarnya. Lelaki muda itu berbalik seraya berkata, "Tidak apa-apa bapak, saya
menghormati perintah bapak untuk tidak masuk kampung, kami akan tetap kembali,"
ujarnya lagi. Seolah ingin menebus rasa bersalahnya sang kepala suku menawarkan untuk
mengantarkan si anak muda itu hingga ke kota. Maka diantarlah anak muda itu hingga ke
kota.
Ganasnya rimba pedalaman Papua tak membuatnya gentar. Darah asli
Papua yang mengalir di dirinya membuat ia paham ganasnya medan. Ia juga paham mengapa
anak negerinya tak kunjung bangkit dari kebodohan setelah 64 tahun republik ini
merdeka.
"Islamlah agama yang memanusiakan manusia yang belum manusia atau
dikondisikan menjadi belum manusia," ujarnya. Dari penjelajahannya ke pedalaman Papua
ia menemukan betapa ada orang-orang yang mengkondisikan agar warga pribumi tetap
bodoh dan terbelakang. Bahkan ada yang menyusui anaknya dan juga menyusui babi
peliharaannya. Anak-anak muda yang berpotensi maju dicecoki minuman keras dan hiburan
yang memabukkan agar tak terbuka akal pikirannya oleh pihak-pihak tak ber-tanggung
jawab. Ada yang ingin anak Papua tetap bodoh agar bisa dikuras kekayaan alamnya.
Berbekal ketulusan Fadzlan dan 19 orang rekannya menembus rimba
pedalaman Papua. Tidur di alam terbuka dan di rumah-rumah penduduk yang disinggahi.
Berbincang dengan mereka dan mengajarkan kehidupan yang lebih baik. "Tugas Islam
mencerahkan peradaban dan mencerdaskan setiap orang yang rindu pada kebenaran," ujarnya.
Perlahan tapi pasti hidayah menyapa hati kaum pedalaman itu.
Ratusan kepala suku masuk Islam yang diikuti oleh belasan ribuan warga sukunya.
Hingga untuk mata pelajaran berwuduk yang dibimbing Fadzlan diikuti oleh ribuan
orang yang memenuhi sebuah sungai di pedalaman Papua tersebut. "Gairah keimanan
tumbuh di mana-mana," ujarnya.
Kini, lanjutnya, setiap anak-anak muda pedalaman Papua haus
belajar Al Quran. "Yang mereka perlukan bukan sembako dari kaum muslimin tetapi
Al Quran. Mereka selalu berebutan membaca Al Quran," ujarnya.
|
Wakaf Al-Quran Papua Muslim Care
Wakaf Al-Quran Anda akan didistribusikan kepada mereka muslim papua dan
muallaf dari suku adat asli dipedalaman papua dengan disertai
pembinaan 5M-1A (Memiliki, Membaca, Mempelajari, Memahami, Menghayati dan
Amalkan Al-Quran)
Kebutuhan Al-Quran :
Tahap I :
36.000 Kitab Al-Quran
terhimpun :
Tahap II :
55.000 Kitab Al-Quran
terhimpun :
Syahadat massal suku adat asli Papua
Santriwati Muslimah Papua
|
Wakaf Khusus Kapal Dakwah (Papua Muslim Care)
W
akaf Khusus adalah program pendukung inovatif dari Badan Wakaf Al
Qur'an (BWA), yang disusun untuk mendukung program wakaf Qur'an. Wakaf Khusus
merupakan program wakaf untuk membangun sarana infrastruktur yang dibutuhkan oleh
masyarakat, serta memiliki nilai strategis dan mendasar bagi proses pengembangan
masyarakat (community development). Ia ditujukan untuk menunjang pendistribusian
Al Qur'an dan pembinaannya ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya daerah rawan
akidah dan rawan pendidikan yang masih terkendala oleh sarana infrastruktur yang
belum memadai. Salah satu Wakaf Khusus yang telah disiapkan oleh BWA adalah Wakaf
Khusus Kapal Laut Dakwah.
Wakaf Khusus Kapal Laut Dakwah yang telah berhasil direalisasikan oleh BWA adalah
pembuatan satu buah kapal laut dakwah untuk muslim Papua. Bertempat di Marlin Beach,
Pondok Putri Duyung Ancol, Jakarta, pada tanggal 18 Juli 2009, kapal tersebut
dilayarkan perdana dari Jakarta menuju Papua. Tiba di pelabuhan Fakfak Papua pada
subuh hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2009. Kapal laut dakwah yang diberi nama AFKN
Khilafah 1 itu kini dikelola oleh Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Papua
pimpinan Ust. Fadlan Garamatan, seorang pendakwah asli Papua yang baru menginjak usia
40-an. Saat ini, AFKN Khilafah 1 telah bertugas menembus rimba belantara Papua
mengantarkan cahaya hidayah ke penduduk asli Papua di pedalaman.
AFKN Khilafah 1, seolah menjadi jawaban akan kebutuhan sarana dakwah untuk menembus
rimba belantara di Papua. Kebutuhan masyarakat akan dakwah, termasuk distribusi
Al Qur'an dan pembinaannya, akan semakin lancar ke pedalaman. Dengan begitu, dakwah
di bumi paling Timur Indonesia itu akan semakin menggeliat.
Seperti yang kita ketahui, masih banyak daerah terpencil lainnya di Indonesia yang
masih rawan akidah dan rawan pendidikan, sementara sarana transportasi yang ada masih
belum memadai. Karenanya, masih dibutuhkan kapal dakwah-kapal dakwah lainya untuk
menyelesaikan persoalan tersebut. Wakaf Khusus Kapal Laut Dakwah dibuat untuk tujuan
itu. Dengan adanya kapal laut dakwah, cahaya Islam melalui wakaf Qur'an dan
pembinaannya, akan lebih mudah dilakukan. Masyarakat yang butuh akan dakwah, pun akan
mudah dijangkau. Selain itu, masih banyak manfaat lain yang bisa diperoleh masyarakat
dengan adanya kapal tersebut.
Selain Wakaf Khusus Kapal Laut Dakwah untuk muslim Papua yang telah berhasil
direalisasikan, saat ini BWA tengah menyiapkan Wakaf Khusus Kapal Laut Dakwah bagi
muslim di Kepulauan Seribu Prov. DKI Jakarta dan Kepulauan Mentawai Prov. Sumatera
Barat. Oleh karena itu, dukungan dari para donatur wakaf (wakif) untuk menunaikan
wakafnya masih senantiasa kami nanti. Mari tunaikan wakaf Anda, agar kami bisa
merealisasikan pembuatan kapal laut dakwah ini. Dengan harapan, saudara-saudara kita
di daerah terpencil yang belum memiliki sarana transportasi, bisa tersentuh oleh
cahaya dakwah.
Para wakif yang budiman, Wakaf Khusus Kapal Laut Dakwah merupakan wujud kepedulian
kita kepada mereka yang ada di daerah terpencil. Sebuah investasi akhirat yang
pahalanya akan senantiasa terus mengalir. Tanpa akhir.[bwa]
|
Wakaf Khusus Kapal Dakwah Papua Muslim Care
Wakaf Khusus merupakan program wakaf untuk membangun sarana infrastruktur yang dibutuhkan
oleh masyarakat, serta memiliki nilai strategis, dan mendasar bagi proses pengembangan
masyarakat (community development)
Terhimpun : 100 %
|
Wakaf Khusus Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Papua Muslim Care
P
embangunan PLTMH, sudah memasuki tahap perencanaan teknis. Setelah survey
lokasi dan potensi air sungai di Papua pada bulan November 2008. Diputuskan
lokasi pembangunan PLTMH adalah di desa Nusa Ulan, Kec. Buruway di aliran
sungai Kriyawida, Kab. Kaimana, Papua Barat.
Rencana Anggaran Biaya pembangunan cukup besar sekitar Rp. 19 Milyar untuk tahap
pertama, yakni untuk pembangkit dengan kapasitas 180 KW dan jaringan transmisi
kabel listrik sepanjang 9 km.
|
|
|
|
|