Wakaf Khusus Pengembangan Sekolah "Al Falah"
S
alah satu prestasi yang diukir oleh Wulansari dari Yayasan Ummi Amanah, partner
lapang BWA di kawasan Bantar Gebang adalah membangun sebuah sekolah bagi
anak-anak pemulung. Perjuangan ibu guru yang satu ini dimulai pada tahun 2007,
berawal dari membentuk majelis taklim "Al Falah" dan kegiatan pendidikan untuk anak
usia dini (PAUD) di mushola kardus yang terletak di tengah bentangan sampah desa Sumur
Batu, kec. Bantar Gebang.
Suatu hal yang ironis, baru 2 bulan PAUD didirikan dan membina Taman Pendidikan Qur'an
(TPQ), ternyata sudah ada 4 siswanya yang nyawanya terenggut. Seorang terserang tetanus,
seorang mengalami pecah empedu dan dua orang lainnya mengalami luka dalam yang serius
karena terpeleset dan berakhir pada kematian. Suatu gambaran bahwa anak-anak dalam
komunitas ini begitu kendor dalam pengawasan dan perawatan orangtuanya.
Pendidikan dan kesehatan sesungguhnya sangat krusial untuk mereka. Namun justru 2 hal
inilah yang belum terpikirkan dan sedikit sekali terjamah dalam pembinaan dari pihak luar. Untuk
itulah kita secara bersama-sama harus tergerak untuk memasuki wilayah ini karena kondisi
mereka bukan hanya untuk objek dikasihani, tetapi harus ada langkah nyata agar kaum ini
segera terbina dalam hal pendidikan dan kesehatan serta akidahnya.
Alhamdulillah....di akhir bulan Nopember 2008 akhirnya gedung sekolah Al Falah yang baru
telah selesai dibangun sehingga tidak menumpang lagi di musholla. Meskipun sekolah tadi
berdiri di atas tanah sewa dan berdinding bambu, tetapi mereka bangga sekali dan sungguh
bahagia mempunyai 'gedung' sekolah yang baru.
Dengan fasilitas yang sangat minim inilah anak-anak menimba ilmu agar menjadi anak
yang beriman dan berilmu. Sekolah Al Falah generasi pertama ini tidak memiliki bangku
sekolah, meja belajar, buku-buku yang lengkap, peralatan tulis yang memadai dan alat bermain
yang layak bagi siswa sebagaimana di sekolah yang lain.
Jika hujan, maka celah-celah kecil di atap seng yang menaungi ruang kelas akan
meneteskan air hujan sehingga tak jarang ruang kelas banjir dan pagi harinya seluruh siswa
harus bekerja bakti dengan Ibu Guru untuk membersihkan kelas agar bisa belajar lagi.
Metamorfosa perjalanan kelompok belajar Al Falah, dimulai dari menumpang di musholla
kardus, lalu berpindah di sepetak tanah sewa dengan bangunan sederhana, hingga akhirnya
Ibu guru Sari di bulan Mei 2009 ' harus ' membuatkan rumah baru untuk murid-muridnya ini.
Di 'gedung lama' yang belum genap setahun mereka tempati itu, ternyata masih terlalu sempit
untuk menampung murid yang semakin banyak.
Mereka sering berebut meja lipat, juga tidak bisa leluasa melakukan aktifitas olah raga dikarenakan tidak ada lahan untuk kegiatan out door.
Maka akhirnya "Al Falah" diputuskan untuk mengungsi lagi ke tempat yang lebih kondusif untuk belajar.
Alhamdulillah ada uluran tangan dari seorang sahabatnya, yang selama ini begitu istiqomah
membantu dan mengulurkan tangan. Dengan modal hutang dan uluran tangan ini, Sari
langsung gerak cepat mencari lahan sewa. Penuh perjuangan dalam perjalanan kali ini dan
harus menghadapi ( lagi ) gangguan preman di tengah proses pembangunan sekolah ini.
Namun Alhamdulillah, dengan bekal 'power of kepepet' , dan pertolongan Allah SWT tentunya,
mereka pun mundur teratur dan tak menampakkan batang hidungnya lagi.
Step berikutnya, mulailah ibu guru kita berperan sekaligus sebagai mandor untuk mengawasi
pembangunan ini. Melelahkan itu pasti. Dia harus hunting sendiri seng bekas, kayu, bambu ,
paving dll agar bisa menghemat cost. Sedikit demi sedikit bangunan kayu plus bilik bambu dan
beratap seng itu kini mulai berdiri megah.
"Aku pun bisa tersenyum bahagia, aku sudah membayangkan bagaimana murid-muridku
nanti bisa duduk manis di bangku sekolah 'yang belum terbeli', bisa berolah raga di halaman
sekolah, punya taman bacaan sendiri, musholla untuk mengaji dan Insya Alloh akan kulengkapi
dengan permainan outdoor agar mereka bisa menikmati keceriaan yang utuh sebagaimana
anak-anak yang lain" demikian ungkapan hati Wulansari seperti yang ia tulis dalam blog
pribadinya,... Amin.
Tepat pada tanggal 16 Juni 2009, murid-murid Al Falah sudah tidak sabar untuk pindah ke
sekolah baru mereka. " Oke kita baris bareng-bareng menuju sekolah baru, ya ", "Horeeeeee!
" seru mereka bersemangat.
Senyum guru-guru mengembang melihat murid-muridnya spontan
berebut untuk berbaris menuju sekolah baru. Subhanalloh.setelah berada di tempat yang baru,
mereka berlarian, jungkir balik, main bola, lari-lari keliling
sekolah, membuka pintu dan observasi ke seluruh ruangan. Terimakasih, Ya Alloh.terimakasih atas diberi
kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka. Di sekolah yang lama ukuran kelas hanya sepetak.
Lantainya semen yang sudah mengelupas. Mejanya adalah meja lipat yang sudah jebol. Bila mereka masuk
semua, berdesak-desakan dan berebut meja lipat.
Dan kini, di tempat yang baru ini mereka bisa merasakan duduk di bangku sekolah sama seperti teman-temannya yang lain. Ketika bangku-bangku sekolah yang dipesan
sudah datang dan mulai tertata di ruang kelas, mereka berjejer menonton dengan antusias. "Waaaah kayak
sekolah beneran, yah ? " begitulah celetuk salah seorang anak.
Perjalanan sekolah Al Falah masih panjang, sekolah ini adalah asa bagi anak-anak dari keluarga yang kurang
beruntung untuk menatap masa depan mereka. Ia harus tetap ada dan menjadi sekolah terbaik, yang akan
melahirkan generasi-generasi umat ini yang sholeh dan sholehah.
Mari bergandeng tangan bersama, bantulah kami agar kami bisa membantu mereka menjadi anak-anak
generasi Rabbani yang tangguh...beriman, berilmu, bernas dan berakhlakul kariimah.
|