Program Water Action for People adalah program wakaf untuk pembangunan sarana air bersih di daerah yang mengalami krisis air bersih dan daerah yang tertimpa bencana alam di pelosok Indonesia.
Survey tim BWA mencari sumber air bersih di dalam gua
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? karena sumber air utama di desa tersebut adalah dari air hujan.
Bila musim hujan berlalu memasuki kemarau, warga desa terpaksa berhemat air karena tidak ada sumber air atau kalaupun ada tidak mencukupi kebutuhan warganya. Salah satunya adalah desa Giripurwo di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sudah puluhan tahun masyarakat desa Giripurwo, Gunung Kidul kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tak jarang mereka merogoh kocek untuk membeli air tangki seharga Rp. 120.000,- s/d Rp. 200.000 per 5.000 liter. Sementara bagi warga tak mampu, satu-satunya harapan mereka adalah sumber mata air yang debitnya sangat kecil, sehingga menghabiskan waktu antrian satu hari hanya untuk 1 jerigen saja.
Pada tahun 1997, ada seorang warga yang tak sengaja menemukan aliran sungai bawah tanah jauh di dasar sebuah gua, saat ia sedang mencari sarang burung walet, posisi gua terletak di dusun Tlogowarak. Debit air sungai bawah tanah tersebut cukup besar, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh perangkat desa setempat, debitnya mencapai 30 liter per detik. Sumber air ini dapat mencukupi kebutuhan penduduk 3 dusun di desa Giripurwo.

Sasaran Project:
Project pembangunan air bersih akan dibangun di Dusun Tlogowarak, desa Giripurwo kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, untuk memenuhi kebutuhan 800 Kepala Keluarga di 3 dusun yakni dusun Tlogowarak, dusun Kacangan, dusun Jlumbang desa Giripurwo Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bentuk Project:
Project yang akan dijalankan adalah sebagai berikut:
Wakaf yang dibutuhkan
Untuk membangun wakaf berupa sarana air bersih ini dibutuhkan dana sebesar Rp. 190.000.000,- (seratus sembilan puluh juta rupiah)
Partner Lapang:
Ust. Pramono
Nadzir Wakaf :
Ust. Suparjo, takmir masjid Al Jihad desa Giripurwo, Gunung Kidul