Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Adi Bingung Penuhi Kebutuhan Medis, Susu dan Popok Anaknya

Adi Bingung Penuhi Kebutuhan Medis, Susu dan Popok Anaknya

Cobaan hidup yang begitu berat harus dijalani Adiva Shafiyyah Gunawan (3 tahun) karena penyakit cerebral palsy hipotoni (lumpuh otak) dan mikrosefali (pengecilan otak) yang ia rasakan sejak berusia delapan bulan.

Pada usia delapan bulan, buah hati Adi Gunawan (32 tahun) dan Budi Yuniati Rahayu (31 tahun) tersebut mengalami kejang sampai tak sadarkan diri. Kedua orang tuanya segera membawa ke RSUD Koja, Jakarta dan dirawat selama dua puluh hari dalam keadaan koma di ruang PICU.

(Adiva dan Ibunda)

(Adiva dan Ibunda)

Setelah pulih dan sadar dari koma, Adiva kembali di rujuk ke RSCM Jakarta untuk menjalani rawat jalan. Dokter di RSCM kembali melakukan serangkaian tindakan pemeriksaan medis, hasil diagnosa menyimpulkan Adiva mengalami lumpuh otak dan pengecilan otak, dengan komplikasi penyakit berat lainnya seperti epilepsi, ganggguan fungsi menelan dan gangguan penglihatan mata kiri.

Serangkaian penyakit yang dideritra, ditambah lagi Adiva sering kejang-kejang setiap harinya, terlebih ketika bangun tidur. Setiap dua kali dalam sepekan kedua orang tua Adiva membawanya kontrol rutin di rumah sakit untuk fisioterapi. Dokter menghimbau dan mengharuskan agar Adiva melakukan fisioterapi seumur hidupnya.

Tidak semua biaya berobat Adiva tercakup BPJS. Hal ini membuat kedua orang tuanya kebingungan untuk membelikannya obat, karena buah hatinya sangat tergantung dari obat-obatan tersebut.

Terlebih Adiva sangat membutuhkan alat-alat bantu untuk menopang badan dan untuk latihan terapi, dan itu harganya sangat mahal. Adiva pun diharuskan mengkonsumsi susu khusus medis karena saluran pencernaanya bermasalah.

Sang ayah berpenghasilan yang tidak menentu. “Jujur saja penghasilan saya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan medis Adiva, susu dan popok sekali pakai,” ujar Adi Gunawan.

Maklumlah, Adi Gunawan hanya seorang pekerja di salah satu tempat katering rumahan yang penghasilannya tak seberapa. Masalah bertambah runyam, semenjak terjadi wabah corona membuatnya terpaksa harus dirumahkan, karena sepinya pesanan. Kini Adi pun bertambah bingung untuk memenuhi kebutuhan medis buah hatinya tersebut.

Untuk mengurangi beban keluarga Adiva, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga kebutuhan medis, susu dan popok sekali pakai Adiva terpenuhi untuk satu tahun ini.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.59.150.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #Wakaf #SedekahKemanusiaan #SK

 

Adi Bingung Penuhi Kebutuhan Medis, Susu dan Popok Anaknya

Update #1: Adiva Belum Sepenuhya Terbebas Dari Kejang dan Cerebral Palsy

Hingga kini Adiva (4 tahun) belum terbebas dari kejang dampak dari penyakit cerebral palsy yang ia derita, hanya saja kejang yang kini dirasakan sedikit berkurang, tak seperti dahulu yang dimana dalam sehari Adiva bisa kejang 60-80 kali. Saat ini kejang hanya tiga kali dalam seminggu, setelah rutin terapi obat sejak Januari 2021 hingga kini,” ujar sang Ibu.

Sang ibu juga memberi tahu jika selama dua tahun kedepan Adiva harus rutin terapi obat agar terbebas dari kejang. Namun, jika selama dua tahun kedepan kejang beluM juga menghilang, Adiva diharuskan mengulang kembali terapi obatnya. Perjuangan Adiva untuk terbebas dari kejang dan cerebral palsy masih panjang dan maih memerlukan perhatian lebih.

(Penyerahan Donasi Kesehatan SK)

(Penyerahan Donasi Kesehatan SK)

Selama satu tahun ini, orangtua Adiva sangat terbantu atas bantuan donasi yang ia terima dari program Sedekah Kesehatan BWA. Terlebih kondisi pandemi Covid 19 yang dimana Ayah Adiva terpaksa di PHK dari tempat ia bekerja tahun lalu. Donasi yang diterima diguakan untuk memenuhi kebutuhan Adiva seperti membeli susu formula, alat-alat terapi, dan selebihnya untuk biaya ke rumah sakit.

(Kondisi Terkini Adiva)

(Kondisi Terkini Adiva)

“Terimakasih banyak karena membantu meringankan beban saya mengurus Adiva, semoga para donatur diberi kemurahan rezeki,” sambung sang Ibu.

Perubahan yang cukup membahagiakan dirasakan kedua orangtua Adiva, dimana sejak April 2021 Adiva sudah mampu untuk mengkonsumsi makanan secara normal, karena sebelumya ia harus makan menggunakan selang NGT. Meski tak lagi menggunakan selang NGT, kedua orangtua harus memblender terlebih dahulu makanan yang nantinya dikonsumsi Adiva, agar mudah untuk dicerna.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.