Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Aditira Ingin Segera Menjadi Masinis untuk Mengangkat Ekonomi Keluarga

Aditira Ingin Segera Menjadi Masinis untuk Mengangkat Ekonomi Keluarga

Sembari berjualan keripik pisang, makaroni dan membantu orang tua mengemas makanan buatan ibunya tersebut, Muhamad Aditira Prasetya (18 tahun) kerap membayangkan dirinya segera lulus SMK, masuk sekolah masinis lalu jadilah seorang masinis kereta api.

Maklumlah dia sekarang sudah duduk di Kelas 12 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKS Fatahillah Cileungsi dan sangat ingin segera mengangkat ekonomi keluarga yang terpuruk sejak Tedi Supriyadi (47 tahun/ayahnya Aditira) di-PHK tahun lalu dengan alasan perusahaan tak bisa bertahan karena pandemi Covid-19.

(Aditira Berjualan untuk Membantu Biaya Pendidikannya)

(Aditira Berjualan untuk Membantu Biaya Pendidikannya)

Ayah banting stir menjadi supir ojek daring (ojek online/ojol). Namun penghasilan sang ayah jauh di bawah kebutuhan sehari-hari, maka Neri Runia (40 tahun/ibunya Aditira) membantu mencari nafkah dengan memproduksi keripik pisang dan makaroni.

Siang hari Aditira menjual keripik dan makaroni yang sudah dibungkus dan pada malam harinya berkeliling di sekitar rumah dan menitipkannya ke warung. Hampir setiap hari hal itu dilakukan.

“Sudah ada 9 warung yang Alhamdulillah bisa saya titipkan dagangan saya itu, nanti setiap pekan sekali saya kembali ke warung itu untuk mengambil uang dan mengganti dagangannya dengan yang baru. Kadang ada beberapa yang masih sisa, lalu saya berikan saja ke anak-anak yang ada sekitar warung itu,” bebernya.

Meski begitu, penghasilannya pun belumlah mencukupi untuk biaya sekolah karena langsung habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga.

Warga Puri Harmoni 6, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tersebut kini kebingungan bagaimana menutupi biaya tunggakan SPP dan juga biaya ujian akhir yang sebentar lagi dimulai.

Untuk mengurangi beban keluarga Aditira, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) untuk membantu biaya pendidikan Aditira agar ia dapat mewujudkan cita-citanya menjadi masinis sehingga dapat meraih taraf hidup yang lebih layak. Semoga Allah SWT membalasi kebaikan para donatur dengan curahan rahmat berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

 Rp.23.700.000

Mitra Lapang:

Dadan

 

#BWA #IndonesiaBelajar #IB

Aditira Ingin Segera Menjadi Masinis untuk Mengangkat Ekonomi Keluarga

Update #2: Bantu Adit Tebus Ijazahnya untuk Melamar Pekerjaan

Setelah lulus dari bangku sekolahnya di SMK Fatahillah Cileungsi Kab. Bogor, Muhammad Aditira Prasetya masih belum bisa mendapatkan ijazah SMKnya. Sekolahnya hanya bisa memberikan Surat Keterangan Lulus kepada remaja yang kerap di sapa Adit ini dikarenakan belum menyelesaikan tunggakan sekolahnya.

Adit saat ini membantu kerabat ayahnya menjaga toko plastik di dekat pasar Cileungsi, ia diberi upah tergantung masuk kerjanya. “Saya sudah coba melamar beberapa pekerjaan, hanya saja semua meminta untuk melampirkan ijazah, jadi sementara saya cari pekerjaan yang tidak perlu pakai ijazah seperti saat ini,” ungkap Adit di sela waktu istirahatnya.

(Bantu Adit Untuk Dapatkan Ijazahnya)

Tedi Supriyadi (49 tahun/ayahnya Adit) yang saat ini berprofesi ojek online juga berusaha keras mencari penghasilan untuk kebutuhan harian dan pendidikan anak-anaknya terutama menyelesaikan tagihan di sekolah Adit.

Pada pertengahan Agustus lalu, Badan Wakaf Alquran melalui program Indonesia Belajar kembali menyalurkan donasi dari para donator untuk membantu meringangankan besaran tagihan dari sekolah Adit. Ucapan terima kasih dari kedua orangtua Adit kepada para donatur yang telah menyisihkan hartanya dijalan kebaikan.

Adit dan kedua orangtuanya terus berharap bisa segera menyelesaikan tunggakan sekolah agar Adit bisa segera mendapatkan Ijazahnya guna melamar pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang telah ia dapatkan di sekolahnya.

 

Update #1: Mari Bantu Aditira Lunasi Sisa Tunggakan Sekolahnya

Muhammad Aditira Prasetya berasal dari kalangan keluarga sederhana yang saat ini bersekolah di SMK Fatahillah Cileungsi Bogor. Remaja yang akrab dipanggil Adit ini menyukai yang berkaitan teknologi informasi, dengan minat tersebut Adit mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Keterampilan yang dimiliki Adit dari hasil pembelajaran di kelas, alhamdulillah Adit bisa mengedit video dan gambar. Banner di luar rumah pun hasil karya Adit untuk membantu promosi usaha ibunya.

Saat ini Adit masih memiliki tunggakan di SMK Fatahillah, ayah Adit bekerja sebagai driver ojek daring (motor), sedangkan ibunya berdagang snack seperti keripik pisang, tempe, makaroni yang biasa di titip ke warung-warung, terkadang share di whatsapp. Di satu sisi juga orangtuanya Adit masih memiliki dua anak yang sekarang bersekolah di SMP dan SD.

(Donasi Pendidikan untuk Aditira)

(Donasi Pendidikan untuk Aditira)

Adit berharap setelah lulus SMK bisa langsung bekerja. Pekerjaan apapun yang terpenting halalan thoyyiban. Pada Nopember 2021 lalu BWA telah menitipkan amanah dari para donatur untuk tunggakan Adit di sekolah, namun hal itu masih belum menutupi sisa kekurangan tunggakan sekolah tersebut.

“Waktu itu BWA sudah memberikan bantuannya ke pihak sekolah, alhamdulillah sangat terbantu, penghasilan ayahnya hanya bisa menghidupi makanan sehari-hari,” ungkap Neri, ibunda Adit.

Mari kita bantu pendidikan Adit hingga lulus SMK Fatahillah Bogor. Semoga para donatur BWA diberikan Kesehatan, kemudahan dunia akhirat dan amal jariyah yang tidak pernah putus. Aamiiin.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur