Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Akibat Luka ‘Sepele’, Asep Lumpuh dan Kehilangan Pekerjaan

Akibat Luka ‘Sepele’, Asep Lumpuh dan Kehilangan Pekerjaan

Akibat luka ringan di tumit yang dianggap sepele, Asep Arif Rahman (43 tahun) pun tak bisa berjalan dan kehilangan pekerjaan sebagai operator di sebuah perusahaan di Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Kejadian bermula saat Asep membeli makanan ke pasar untuk konsumsi pengajian pada Januari 2016 di rumahnya, Perum BMI 2 Blok A, Desa Dawuan Barat, Cikampek. Sesampainya di pasar, tak sengaja tumitnya menyentuh knalpot motornya sendiri yang masih panas. Tapi hari itu ia tidak merasakan sakit berlebih maka dibiarkan saja.

(Asep Arif Rahman)

(Asep Arif Rahman, 43 tahun)

Keesokannya saat hendak pergi untuk bekerja, tumitnya terasa sakit dan perih. Tapi ia tetap saja tak menghiraukan. Malah, langsung berangkat bekerja. Pulang kerja, Asep merasa kurang enak badan. Lalu esoknya berobat ke sebuah klinik di Cikampek. Namun hanya dikasih obat saja, sementara luka di kaki tidak diperiksa.

Mungkin karena tidak cocok dengan obat yang dikonsumsi, Asep mual-mual seharian. Keesokan harinya ia berobat ke sebuah rumah sakit di Cikampek, tapi hanya dengan keluhan mualnya saja yang dokter periksa. Lagi-lagi, kaki yang infeksi di bagian tumit malah dibiarkan.

Rasa tak enak badannya semakin parah, maka ia pun berobat ke RS Karya Husada dan dokter segera mengambil tindakan pembersihan luka karena infeksinya mulai terlihat parah dan mulai sering berair. Namun saat melakukan pembersihan, kata dokter sudah ada infeksi sampai urat tendon dan akhirnya dioperasi.

Setelah operasi, ia tetap kesulitan berjalan. Berbagai pengobatan sudah dilakukan hingga akhirnya pada 2019 dirujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter RSHS mengobati dan menerapinya dengan alat bantu.

Sekembalinya di rumah, ia rajin terapi sendiri dengan alat bantu tersebut. Namun karena terlalu memaksakan belajar berjalan, malah dislokasi tempurung lutut. Akhirnya, ia dibawa lagi ke RS. Proses pemeriksaan dirinya di lab RS selama delapan bulan untuk nantinya dilakukan operasi biopsi.

Hingga pada pertengahan 2020 melakukan operasi biopsi. Namun hasil dari operasi belum bisa keluar karena pihak RS menutup pelayanan umum akibat adanya pandemi Covid-19.

Saat ini, keseharian Asep hanya bisa bekerja di rumah saja dengan berjualan pulsa, terkadang juga ada orang yang datang untuk memperbaiki laptop atau barang elektronik lainya. Namun penghasilannya jauh di bawah bila dibandingkan saat dia masih bekerja sebagai operator.

Sebenarnya, banyak yang menelepon meminta Asep datang memperbaiki barang elektronik di rumah mereka. Dengan kondisi kakinya seperti itu, Asep tak bisa datang. Mereka pun tak mau datang ke rumah Asep. Sehingga transaksi batal.

Untuk meningkatkan penghasilannya, ia sangat ingin memiliki motor roda tiga agar bisa digunakan untuk ngojek atau pun menjadi tukang reparasi elektronik panggilan. Namun ia tidak bisa menabung karena penghasilannya langsung habis untuk makan sehari-hari Asep sekeluarga.

Untuk mengurangi beban keluarga Asep, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah sepada motor roda tiga melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga ia bisa menjadi tukang reparasi elektronik panggilan dan mengojek.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.46.500.000

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #Wakaf #SedekahKemanusiaan #SK

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.