Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Al-Qur'an Kuatkan Aqidah Muslim Kalimantan Selatan

Al-Qur'an Kuatkan Aqidah Muslim Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan memiliki luas wilayah 38.744,23 km2 dengan jumlah penduduk 4.087.776 Jiwa. Di Kalimantan Selatan terdapat beberapa suku asli di antaranya: Suku Banjar, Dayak Bakumpai, Dayak Baraki, Dayak Maanyan, Dayak Lawangan, Dayak Bukit Ngaju, Melayu Jawa, Bugis, Cina dan Arab Keturunan.

Agama yang dianut di Kalimantan Selatan yakni Islam 96,80% dan secara administrasi Kalimantan Selatan terdiri dari 11 Kabupaten; 2 Kota; 151 Kecamatan; 142 Kelurahan dan 1.842 Desa.

BWA Masuk ke Masyarakat di Banjarbaru

Setelah 22 Jam perjalanan darat dari Kec. Sadai Kalimantan Barat team BWA tiba di Banjarmasin yang merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin dikenal dengan sebutan kota seribu sungai, selain daerahnya terdapat banyak sungai rupanya Banjarmasin juga memiliki sejarah perjalanan Islam yang luar biasa. salah satu dari peninggalannya yang hingga saat ini masih terus memberikan manfaat yakni Masjid Sultan Suriansyah 1526 M yang terletak di kuin dekat dengan sungai Martapura.

Berdasarkan sejarah di Kalimantan Selatan masyarakatnya terkenal sangat religius dan dikenal dengan keramahan dan kedermawanannya.

(Kondisi Qur'an Banyak yang Rusak dan Terlepas)

(Kondisi Qur'an yang Rusak dan Terlepas Lembarannya)

Salah satu tujuan team BWA datang ke Kalimantan Selatan yakni untuk mensurvey ke beberapa titik wilayah yang membutuhkan Al-Quran. Di antaranya ke pesantren Al-Quran Darul Inqilabi (PADI) di Karang Intan Kabupaten Banjar, di pesantren ini team BWA bertemu dengan Mudir pesantren yang bernama Ustadz Syarbaini Abu Hamzah. Beliau merespon kedatangan rombongan team dengan sangat baik, beliau menyampaikan bahwa di sekitar pesantren masih sangat banyak membutuhkan Al-Qur’an.

Setelah itu team BWA melanjutkan perjalanan ke kota Banjarbaru dan bertemu dengan salah seorang mubhalighoh yang biasa di panggil Ummu Dinda. Kami menemui beliau di rumahnya.

(Ummu Dinda)

(Ummu Dinda)

Beliau banyak bercerita mengenai pengalamannya berdakwah di kalangan Ibu-ibu dan remaja putri selama 10 tahun di daerah kota Banjarbaru dan sekitarnya. Ummu Dinda banyak menemukan fakta bahwa masyarakat yang sudah berkeluarga banyak  yang belum bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Padahal yang namanya seorang ibu itu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya, tuturnya.

(Kegiatan Pengajian dan Dakwah Ummu Dinda)

(Al-Qur'an Sangat Dibutuhkan dalam Kegiatan Pengajian dan Dakwah)

Ummu Dinda melanjutkan bahwa untuk orang yang sudah berkeluarga khususnya muslim wajib memahami dan mengamalkan Al-Qur’an sehingga menjadi pedoman hidup agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tercela.

Ketika team BWA memberi contoh Al-Quran wakaf dan menyampaikan keinginan BWA untuk mentargetkan 100.000 Al-Qur’an wakaf di Kalimantan Selatan, Ummu Dinda sangat antusias dan mendukung penuh terhadap program ini. Dan Ummu Dinda siap bersama jamaahnya untuk mendukung pendistribusian Al-Qur’an di wilayahnya. Beliau dalam waktu dekat ini akan berdakwah di salah satu tempat yang di sebut daerah lokalisasi dengan harapan adanya program BWA ini dapat bersinergi untuk mensuport dakwah beliau terkhusus terhadap Al-Qur’an.

Untuk kebutuhan Al-Qur’an di wilayah Banjarbaru jika dilihat dari jumlah masyarakatnya yang berjumlah 472.719 Jiwa pada 2020 lalu, yang terdiri dari 5 Kecamatan, 12 Kelurahan, maka kebutuhan Al-Qurannya sebanyak 94.543 Eksemplar.

BWA Masuk ke Masyarakat di Pegunungan Meratus

Sabtu 13 Maret 2021 team BWA melanjutkan perjalanan survey menuju pegunungan Meratus tepatnya di Desa Patikalain, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Team berangkat jam 03.45 dini hari dari kota Banjarbaru sebelum masuk ke pegunungan Meratus, team BWA menjumpai salah seorang tokoh masyarakat kota Rantau Kabupaten Tapin yang bernama Ustadz Lutfi Hidayat bin Fakhrudin.

Dalam safari dakwah team BWA bersama Ustadz Lutfi Hidayat bin Fakhrudin, beliau menyampaikan beberapa hal tentang kondisi alam yang berada di Kalimantan Selatan terutama tentang musibah banjir yang di alami oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Salah satu penyebabnya karena ulah perbuatan manusia itu sendiri. Ustadz Lutfi Hidayat menyampaikan salah satu ayat di dalam Al-Quran tentang kerusakan di bumi yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.

(MasyarakaT Pegunungan Meratus Butuh Al-Qur'an)

(Masyarakat Pegunungan Meratus Butuh Al-Qur'an)

Sehingga kita perlu kembali kepada Al-Qur’an yang mampu mengatur semua aspek kehidupan termasuk tata kelola terhadap lingkungan. Beliau juga ikut turun langsung bersama dengan team BWA ke Pegunungan Meratus untuk melihat kondisi alam, lingkungan dan masyarakat.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan bersama Dai Pedalaman pegunungan Meratus yang bernama Ustadz Ali Rahman.

Bersama Ustadz Ali Rahman team BWA menyusuri lereng Gunung Meratus melewati beberapa desa yang terkena dampak Banjir Bandang pada bulan Januari lalu yang hingga saat ini bulan maret masih terasa dampaknya. Banyak kegiatan perekonomian masyarakat setempat mengalami imbas yang cukup parah. Akses jalan menuju ke pegunungan Meratus pun banyak yang rawan longsor sehingga pada saat survey team harus ekstra hati-hati.

(Distribusi Al-Qur'an BWA)

(Distribusi Al-Qur'an BWA)

Selama perjalanan dari kota Barabai menuju tempat dakwah Ustadz Ali Rahman, beliau banyak memberikan informasi kepada team BWA terkait kondisi masyarakat muslim yang berada di Pegunungan Meratus. Salah satu diantaranya tentang pengetahuan terhadap ajaran Al-Qur’an ternyata masih sangat minim.

Al-Qur’an ini sangat dibutuhkan untuk membentengi akidah muslim yang ada di sana. Untuk membeli Al-Qur’an bagi masyarakat yang tinggal disana mereka membutuhkan waktu tempuh yang lumayan jauh. Sehingga beliau sangat berharap dengan adanya program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan ini dapat membantu aktivitas dakwah da’i di Kalimantan Selatan. Ustadz Ali Rahman juga sangat mengapresiasi atas kedatangan team BWA dalam program 100.000 Al-Quran dan beliau juga bersedia membantu mendistribusikan Al-Quran wakaf ke pegunungan Meratus dan sekitarnya.

 

Dana Wakaf yang Dibutuhkan :

Rp 10.000.000.000 (Sepuluh Milyar Rupiah)

Partner Lapangan:

Ustadz Lutfi Hidayat bin Fakhrudin

 

#BWA #WakafQuran #RoadTrip KalimantanSelatan #2021SejutaQuran SatukanIndonesia

Al-Qur'an Kuatkan Aqidah Muslim Kalimantan Selatan

Update #8: BWA Distribusikan 20 Ribu Al-Qur’an Wakaf di Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan adalah provinsi dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam, yaitu 97 persen dari total kurang lebih 4,1 juta penduduk. Hal ini tak lepas dari pengaruh Kerajaan Banjar yang yang terbentuk sejak abak ke 14 dan berorientas islam.

Atas dasar inilah Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) membuat projek khusus Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan untuk Kalimantan Selatan. Pekan lalu BWA menyalurkan 20 ribu Al-Qur’an wakaf di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Ini adalah kali kedua BWA melakukan distribusi Al-Qur’an wakaf di Kalsel, setelah yang pertama berjumlah 10 ribu eksemplar, sehingga total adalah 30 ribu Al-Qur’an wakaf,” kata Guru Lutfi, partner lapangan BWA.

(Al-Qur’an Wakaf untuk Muslim Kalimantan Selatan)

Ia menambahkan, distribusi ke-2 dimulai pada hari Senin, 29 Agustus 2022 dan akan meliputi 11 kabupaten dan dua kotamadya di Kalsel. Yaitu, Kabupaten Rantau, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tabalo, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.

Pada Kamis, 1 September 2022, tim BWA diterima oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu H M Rusli SSos. “Saya ucapkan terima kasih kepada para ulama dan juga tim pusat (BWA), Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita semua karena ini merupakan niat yang suci, niat yang baik dalam hal ini adalah memberikan (menyalurkan) wakaf Al-Qur’an di Kabupaten Tanah Bumbu,” kata Rusli.

Ia menambahkan, ini merupakan salah satu cara untuk menguatkan syiar Islam di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan. “Semoga dengan aktivitas ini menjadikan masyarakat lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Pada jum’at, 2 September 2022, tim BWA diterima oleh Bupati Kabupaten Tabalong Bapak Dr Drs H Anang Syakhfiani MSi. Ia mendukung program wakaf Al-Qur’an yang diinisiasi oleh BWA. “Terima Kasih BWA, ternyata tidak luput perhatiannya ke Kabupaten Tabalong ini. Dengan kedatangan Guru Luthfi sebagai perwakilan BWA yang menyerahkan (simbolis) Al-Qur’an ini, kami pandang sebagai upaya untuk mengingatkan kami semua. Ini untuk mengingatkan kami bahwa ini (Al-Qur’an) penting,” kata Anang.

Ia mengungkapkan, ada perwakilan dari desa-desa yang terpencil di Kabupaten Tabalong yang pernah datang ke Pemkab Tabalong untuk meminta Al qura. “Insya Allah Al-Qur’an wakaf dari BWA akan kami distribusikan ke wilayah pelosok. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan ini dapat berlanjut,” ujar Bupati Tabalong.

Guru Lutfi mengemukakan, insya Allah distribusi Al-Qur’an wakaf BWA akan berlanjut. Saat ini sejumlah 30 ribu total sudah dan sedang didistribusi di Kalimantan Selatan. “Masih ada kesempatan para wakif untuk mendukung 70 ribu Al-Qur’an wakaf BWA, sebagaimana target kami adalah 100 ribu Al-Qur’an wakaf untuk Kalimantan Selatan. Silakan kunjungi www.bwa.id dan www.wakafquran.org untuk ber wakaf dan mengetahui semua kegiatan BWA,” kata Guru Luthfi.

 

Update #7: Siapa pun yang Bersama Al-Qur’an, Ia Akan Menjadi Mulia

Tim BWA melanjutkan kegiatan ke Ma’had Dalam Pagar. Tim dan partner lapangan bersilaturahmi bersama Tuan Guru K.H. Ahmad Syairazy, dari Hulu Sungai Selatan, Kandangan, Kalimantan Selatan. Beliau adalah Tuan Guru yang relatif masih muda. 17 tahun waktu dihabiskan di Mekkah untuk menuntut ilmu, dan yang luar biasa, hanya dalam waktu 11 tahun, telah membangun Ma'had "DalPa" (Dalam Pagar), dengan karekter Pesantren Klasik, namun lengkap dengan  pendidikan agama Islam, mulai dari PAUD sampai STAI.

Kebiasaan santri di sana yang hampir jumlahnya mencapai 5.000 santri, setelah shalat subuh, membaca Surat Yasin, Al Waqiah, dan Wirid Al Lathif. Kemudian disempurnakan dengan membaca satu juz Al-Qur'an oleh semua santri.

(Pertemuan dengan Tuan Guru)

(Pertemuan dengan Tuan Guru)

Kebiasaan setiap hari Jum'at, beliau mempersilahkan para santri untuk curhat ke beliau. Dengan konsep "gembira" Ma'had ini telah berhasil menyulap tempat yang dulunya kata beliau banyak digunakan untuk mabok-mabokan, kini meriah dengan asma Allah.

Tak lupa di hari ini Ma'had ini menyantuni para Habib dan Syarifah yang juga menuntut ilmu di DalPa ini. Kami disambut oleh beliau dengan penuh kehangatan. Beliau menjelaskan bahwa siapa pun yang besama Al-Qur'an akan mulia dan menjadi keluarga Allah. "Ahlul Qur'an adalah Ahlullah tegas beliau".

Beliau memberikan apresiasi yang luar biasa kepada tim BWA dari Jakarta. Beliau menegaskan, bahwa Al-Qur'an akan tidak akan sampai di hati banyak Muslim jika tidak ada yang menyalurkan.

"Andai Baginda Rasulullah hadir, niscaya Baginda akan menangis," tutur Tuan Guru. Kalimat itu yang benar-benar membuat direktur program BWA, Ustadz Hamzah Hazairin Hasan berlinang air mata.

"Udeh-udeh Tadz, Ane kaga tahan lagi ni Tadz, Ane mau nangis Tadz," balas Ustadz Hazairin.

Sambutan hangat di dalam Masjid itu kemudian diakhiri dengan doa dan harapan beliau agar BWA, bukan 100.000 saja menyalurkan Al Qur'an ini, namun satu juta pungkas beliau. Acara kami kira sudah berakhir. Namun ternyata, beliau mengajak tim untuk berkeliling di Pesantren Beliau.

Sholawat atas Baginda Rasulullah Saw terus berkumandang mengiringi kami saat berkeliling di sepanjang lokasi santri putra sampai santri putri.

(Direktur Program BWA Ustadz Hazairin bersama Tuan Guru)

(Direktur Program BWA Ustadz Hazairin bersama Tuan Guru)

Mereka sangat riang dalam menuntut ilmu agama. Karena itu konsep mereka. Akhirnya, putaran lokasi pesantren sudah terlewati semua. Tiba tim BWA untuk pamitan. Sampai kami masuk ke mobil, beliau tetap berdiri, adab yang luar biasa dari seorang kiyai.

Semoga Allah selalu memelihara, menjaga beliau dan para santrinya. Allahumma Amiin. []

 

Update #6: Ikhtiar Zhahir Jangan Mengalahkan Ikhtiar Bathin

Kamis, 15 Juli 2021, menjelang Zuhur tim BWA meluncur ke Pesantren Kulur, K.H. Tuan Guru Ahmad Barmawi (Guru Muda) yang beradai di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Di sana tim bersilaturahmi dengan Tokoh "Ahlul Halli Wal 'Aqdi" Abah Pambakal Isah.

Sesaat sampai di komplek Ma'had Guru Muda (sapaan akrab Tuan Guru), Ustadz Lutfi selaku partner lapangan BWA untuk project Al-Qur’an Road Trip Kalimantan Selatan langsung menyapa beberapa santri, dan menanyakan apakah Tuan Guru ada. Alhamdulillah beliau ada meskipun sudah hendak pulang ke kediamannya.

Sambil agak berjalan cepat, Ustadz Lutfi langsung mendekati Guru Muda yang sudah mau masuk mobil beliau. Alhamdulillah, setelah melihat Ustadz Luthfi, wajah beliau yang ramah langsung tersenyum, dan menanyakan perihal maksud kedatangan tim BWA. Dan beliau langsung menerima dan mengajak tim BWA ke Mushalla beliau untuk berbincang lebih jauh.

(Pertemuan BWA dengan Tuan Guru)

(Pertemuan BWA dengan Tuan Guru)

Tim BWA mengemukakan maksud silaturahmi ke beliau. Beliau Guru Muda sangat gembira menerima kedatangan tim BWA. "Bagus Al-Qur'an nya", kesan beliau saat menerima Al-Qur’an dari BWA.

Guru Muda menjelaskan tentang Pesantren Kulur. Jumlah santri yang belajar di sana kurang lebih ada 2.500 santri. Dan dari kegiatan pengajian umum, kamis untuk ibu-ibu, dan hari ahad untuk bapak-bapak dihadiri tidak kurang dari 5.000 an peserta.

Di tengah kondisi Pandemi, dengan protokol kesehatan, Alhamdulillah pengajian beliau berjalan dengan normal. "Ikhtiar agama (batin) jangan sampai kalah dibanding ikhtiar zhahir (prtotokol kesehatan dan obat atau vaksin)," ujar beliau.

Ustadz Hazairin selaku Direktur Program BWA berbincang dengan Guru Muda serta menyampaikan salam dari KOREM 101 Antasari Kalimantan Selatan. Komandan Firmansyah.

Di akhir pertemuan tim BWA menyerahkan Al-Qur’an wakaf untuk para santri dan masyarakat secara simbolis kepada Tuan Guru Muda. Akhir dari kunjungan tim BWA ke Pesantren ini dilepas dengan adab Tuan Guru dan santri yang luar biasa. Guru Muda tetap berdiri mengantarkan kami yang meluncur di dalam mobil, serta santri nya semua keluar, berdiri, dan memberi shalawat dan kehormatan yang luar biasa. Tak terasa menetes air mata..

Ya Allah, Alhamdulillah. Awal pertemuan yang luar biasa dengan Tuan Guru di Pulau seribu sungai. []

 

Update #5: Silaturahmi BWA di Kota Tua “Gudang Ulama” Kalimantan Selatan

Pada kegiatan survey dan distribusi Al-Qur’an di Kalimantan Selatan, tim BWA berkunjung ke Hulu Sungai Selatan, Kandangan, kota tua bersejarah Gudang Ulama di Kalimantan Selatan. Ada yang mengatakan, kata Kandangan itu artinya 'Kandang' nya para Ulama. Ini adalah kota kelahiran leluhur partner lapangan BWA untuk project di Kalimantan Selatan. Ustadz Lutfi Hidayat.

Jam menunjukkan pukul 14.45, kamis 15 Juli 2021. Kami tiba di Kapuh, Kandangan, Kalimantan Selatan. Tujuan tim BWA adalah bersilaturahmi dengan Tuan Guru Kapuh (K.H. Guru Duan). Beliau adalah ulama dengan muhibbin terbesar dari Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Setibanya di kompleks Pesantren. Terasa sedih, sepi, karena pengajian beliau pada sore kamis itu dilakukan secara online. Biasanya masyarakat Tapin dan Hulu sungai selatan yang menghadiri pengajian beliau ini tidak kurang dari 5.000 muhibbin.

(Silaturahmi BWA dengan Tuan Guru Kapuh)

(Silaturahmi BWA dengan Tuan Guru Kapuh)

Ya, alhamdulillah masyarakat di Kalimantan Selatan masih antusias menghadiri pengajian Tuan Guru di Kabupaten masing-masing.

Guru atau Tuan Guru di daerah ini adalah sebutan bagi Kiyai. "Level" nya lebih tinggi dari Ustadz. Kalau Ustadz justru untuk yang mengajar ngaji Al Qur'an. Namun ini hanya istilah dan kebiasaan lokal saja.

Setelah Ustadz Abdul Wahab Syachrani, mengkonfirmasi keinginan tim BWA untuk bersilaturahmi, tim kemudian disambut dengan hangat oleh Guru Kapuh di ruang aula sekaligus kediaman beliau.

Beliau Al Mukarram Guru Kapuh (Guru Duan), adalah Ulama lulusan Gontor dengan pondasi keilmuan Martapura, Darus Salam Abah Guru Sakumpul (Ulama paling karismatik dan terkenal di Kalimantan, yang haulan beliau bisa mencapai jutaan Muhibbin).

Guru Kapuh mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada tim BWA yang menyebarkan Al-Qur'an, beliau memberikan beberapa pesan dan do'a kepada kami.  Tim BWA kemudian menyerahkan Al-Qur'an secara simbolis dan mendistribusikan Al-Qur'an untuk para santri.

Pada sesi dokumentasi, Ustadz Hamzah Hazairin Hasan memegang erat tangan beliau Guru Kapuh, dan nampak terekam keakraban dan kehangatan yang luar biasa. Sebelum berpamitan, Guru Duan memberikan berbagai informasi tentang HSS, dan ulama ulama di Kecamatan. Karena beliau juga ketua MUI Kabupaten HSS, dan memberikan kontak beberapa Ketua MUI Kecamatan.

 

Update #4: ARM HA-IPB Dan BWA Berbagi Qur'an di Kalsel

UMMATTV.ID BANJARMASIN - Bulan Ramadhan boleh jadi menjadi bulan sibuk para punggawa Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB). Selain aksi kemanusiaan buat korban banjir, longsor, dan siklon tropik Seroja di NTT, serta banjir bandang di NTB, ternyata di Kalimantan Selatan ARM HA-IPB punya urusan yang belum selesai.

Tak banyak yang sadar bahwa bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) Januari 2021 silam menyisakan satu hal serius. Bukan soal kebutuhan pangan, sandang, atau papan, melainkan soal kitab suci. Banyak rumah, masjid, sekolah, dan majelis taklim di wilayah terdampak banjir Kalsel kehilangan mushaf Al-Qur’an akibat terbawa hanyut banjir. Atau, kalaupun masih ada, kondisinya sudah rusak.

(ARM HA-IPB Dan BWA Berbagi Qur'an di Kalsel)

(ARM HA-IPB Dan BWA Berbagi Qur'an di Kalsel)

ARM HA-IPB berkolaborasi dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) untuk pengadaan dan distribusi 1.000 Al-Quran di Kalsel. Seribu eksemplar kitab itu terdiri atas 500 mushaf Al-Quran dan 500 lagi berupa Al-Qur’an dengan terjemah. BWA sendiri merupakan badan wakaf yang peduli terhadap penyebaran Al-Qur’an di pelosok negeri.

Kegiatan bantuan mushaf Quran ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Alumni IPB Kalimantan Selatan (DPD HA-IPB Kalsel), yang bergerak cepat mengumpulkan data calon penerima mushaf. Banyak pula pihak yang berinisiatif mendatangi sekretariat DPD HA-IPB Kalsel untuk dapat memperoleh mushaf ini.

Pembagian dan distribusi Al-Qur’an ini berlangsung sejak Sabtu (24/4) di Banjarmasin dan wilayah sekitarnya. Beberapa mengambil langsung ke sekretariat. Namun, banyak paket Al-Qu’ran yang harus diantar langsung ke tempat mengingat lokasi yang jauh, sementara calon penerima tidak punya akses cukup untuk datang ke Banjarmasin.

Dr. Meilla Dwi Andrestian, salah satu alumni IPB yang terlibat langsung di tim relawan bersama DPD HA-IPB Kalsel, bertutur, ada seorang penerima bantuan bernama Pak Athoillah dari Desa Remo, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, yang perjuangannya luar biasa. Ia adalah guru agama, merangkap marbot dan guru ngaji di langgar. Masyarakat muslim di sana perlu bimbingan ilmu agama, lebih-lebih lokasinya terpencil. 

“Listrik surya cuma ada di beberapa rumah tokoh desa. Internet barang langka. Saya kirim WA untuk mengabarinya seminggu lalu bahwa kita akan kirim Al-Qur'an, pesannya masih bertanda centang satu. Mungkin beliau belum dapat sinyal lagi,” ujar Meilla.

Sementara Masikah Maylan Dewi, relawan ARM HA-IPB yang bergiat di DPD HA-IPB Kalsel, menuturkan, seorang bapak calon penerima bantuan melapor akan mengambil sendiri 40 paket Al-Qur’an tersebut ke sekretariat. 

“Saat itu baru sadar bahwa si bapak sudah berusia lanjut, 60 tahun. Ia berencana naik sepeda motor dari kampungnya ke Banjarmasin, yang kita tahu rutenya amat horror. Akhirnya kita tidak tega dan sampaikan ke beliau bahwa tim relawan akan mengantar paket itu,” ujarnya.

Sejauh ini, tim relawan berharap distribusi Al-Qur’an telah berlangsung dengan tepat sasaran, dengan penerima manfaat yang bervariasi mulai mushola dan masjid, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), majelis taklim, sekolah, hingga pesantren yang terdampak banjir.

Insya Allah bantuan Al-Qu’ran ini dapat membawa secercah senyum bagi para penerimanya, lebih-lebih di bulan mulia Ramadhan, bulan dimana Al-Qu’ran dibaca dan dikaji lebih dalam oleh kaum muslimin. Ini sungguh pas dengan semboyan ARM HA-IPB: “Bermartabat Menebar Manfaat.”

Update #3: Dukungan Umi Dinda untuk Distribusi Qur’an BWA di Kalimantan Selatan

Selepas melaksanakan shalat jum'at di masjid Akbar Banjarbaru, tim menuju rumah Ustadzah Umu Dinda atau yang biasa dipanggil jama'ahnya dengan nama panggilan Umi, yang berada di daerah Loktabat Utara, Banjarbaru. Beliau adalah salah seorang ustadzah yang memiliki kurang lebih 500 orang jama'ah dari berbagai latar belakang mulai remaja putri, ibu rumah tangga, aparatur sipil negara, bahkan ada juga yang mualaf, diberbagai majlis ta'lim yang tersebar di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Hingga saat ini kurang lebih sudah 13 tahun Umi mengajarkan Al quran dan juga Iqra. “Jadi dengan adanya Al-Qur’an dari BWA ini sangat mendukung kegiatan dakwah kami. Saya sangat ingin mengajarkan Al-Qur’an supaya umat semakin mengenalnya, semakin mengerti maksud dan tujuan Allah menurunkan Al -Qur’an,” cerita Umi Dinda kepada team BWA.

(Umi Dinda)

(Umi Dinda)

"Dengan demikian InsyaAllah ketika seorang ibu memahami isi Al-Qur’an, kemudian dia mengamalkan dalam kehidupannya, dan dia mengajarkan kepada anaknya maka InsyaAllah terwujudlah rumah tangga-rumah tangga yang memiliki pribadi-pribadi Al-Qur’an, itu harapan saya," lanjut Umi Dinda.

"Nah jadi Al-Qur’an dan Iqra itu memang sangat dibutuhkan disini. Saya berharap dengan adanya bantuan dari BWA bisa lebih mendorong dan mengangkat semangat mereka lagi. Ada kendala latar belakang ekonomi dari jamaah, kadang kala sesekali saya berikan hadiah Al-Qur’an bagi yang bacaannya bagus, karena memang umat ini sangat membutuhkan. Mereka perlu pendampingan, perlu ada orang-orang yang yang selalu bisa membantu mereka menyelesaikan masalah mereka" penjelasan Umi kepada team tentang pengalaman selama mengajar. 

Di akhir pertemuan Umi mengajak kepada seluruh kaum muslim di manapun untuk berwakaf melalui BWA. "Saya Umi Dinda dari kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengajak seluruh umat untuk berwakaf melalui BWA, agar program ini terlaksana, sukses sesuai dengan harapan kita, dan mudah-mudahan seluruh kaum muslimin yang ada di seluruh wilayah Indonesia itu akan terbebaskan dari buta huruf dalam baca Al-Qur’an dan mereka juga akan memahami makna dan isi dari pada Al-Qur’an," tutup beliau. 

Update #2: Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr.Hanla dukung aktifitas BWA di Kal Sel

Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr.Hanla mengharapkan masyarakat pesisir bisa tersentuh bantuan ini, guna bisa lebih dalam mempelajari Alquran dan mengamalkannya.

“Tentunya kita akan sangat mendukung sekali, ini baik sekali untuk pembelajaran bagi kita masyarakat luas. Karena kita ketahui bersama, bahwa banyak masyarakat pesisir yang tidak kesentuh, apalagi ini terkait Alquran, yang menurut saya orang harus tahu pengajarannya, terus pembelajarannya, sampai dia harus bisa membaca dan bisa menghafalkan,” jelas jebolan Akmil 1998 tersebut.

Pihak BWA mengaku bersyukur mendapat dukungan perwira Angkatan Laut ini, yang diharapkan bisa memperlancar distribusi bantuan Alquran ke daerah-daerah.

“Ya Alhamdulillah, kita senang sekali bahwa Danlanal sangat support dengan apa yang kita akan lakukan, dan beliau akan berkoordinasi bila nanti kita akan distribusi dengan Danposal yang ada di bawahnya, sehingga distribusi ini bisa berjalan baik dan lancar,” kata H. Hazairin Hasan.

Update#1:Dukungan Damren 101 Antasari Untuk Distribusi Wakaf Al-Qur'an

Assalamualaikum Sahabat Wakaf, Kali ini team BWA mengunjungi Kalimantan Selatan untuk melakukan distribusi Al-Qur’an Wakaf sejumlah 10 ribu eksemplar, tentu saja untuk mendistribusikannya team BWA banyak dibantu oleh komunitas lokal disana, salah satunya yang mendukung aktifitas mulia ini adalah Brigadir Jenderal TNI Firmansyah Danrem 101 Antasari, di tengah kesibukannya beliau masih sempatkan bertemu dengan team BWA untuk memberikan dukungannya untuk melakukan distribusi Al-Qura’an wakaf ini bersama sama.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur