Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia

Al-Qur’an Perkuat Aqidah Kaum Muslimin Pedalaman Sintang, Kalimantan Barat

Wakaf Al Quran Perkuat Aqidah Kaum Muslimin Pedalaman Sintang, Kalimantan Barat

Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia semakin hari semakin mengkhawatirkan, karena sebarannya bertambah luas dan telah merengut korban jiwa. Data pertanggal 18 April 2020, menunjukan 6.248 orang positif, dengan jumlah meninggal dunia 535 orang dan 631 orang sembuh.

Bahaya wabah Corona ini kemungkinan akan semakin membesar, karena sampai saat ini kesadaran warga dalam menjaga aktivitas sehari-harinya belum tampak.  Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang membatasi aktifitas di luar rumah bagi warganya, bila terlambat maka resiko yang dihadapi kita semua akan membesar dari hari ke hari.

Oleh karena itu BWA mencoba membantu masyarakat, bahu membahu mengatasi problem yang dihadapi kita semua saat ini.  Masyarakat membutuhkan dukungan berupa kegiatan disinfektan lokasi-lokasi berkumpul, penyediaan hand sanitizer di masjid dan mushola, termasuk dukungan bagi kalangan medis yang berjuang di garda terdepan. Oleh karena itu BWA membundling project Wakaf Ini dengan kegiatan pendukung pencegahan penyebaran wabah Covid-19, setiap Anda berwakaf untuk project ini maka separuh dana Anda akan dialokasikan bagi kegiatan melawan Covid-19.

Mudah-mudahan Allah SWT menolong kita semua, dengan menghilangkan wabah ini sesegera mungkin dan melimpahkan pahala yang besar bagi wakif yang membantu project ini.

Dengan berwakaf Al-Qur’an di BWA, anda tidak hanya memudahkan saudara kita kaum muslimin untuk mendapatkan Al-Qur’an,  namun juga membantu saudara-saudara kita di Indonesia dalam perjuangan melawan wabah virus corona dan yang terdampak lainnya.
-------------------------------------------------------

 

 

BWA - Pada pertengahan bulan Maret 2019 tim BWA melakukan survey ke Kalimantan  Barat tepatnya di Sintang. Secara administratif wilayah Provinsi Kalimantan Barat beribukota di Pontianak yang terdiri dari 14 (empat belas) wilayah kabupaten dan kota kira-kira 1,13 kali luas Pulau Jawa, dengan batas-batas:

  • Sebelah barat berbatasan dengan  Selat Karimata dan Laut Natuna;
  • Sebelah timur berbatasan dengan Serawak dan Provinsi Kalimantan Timur;
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Laut Jawa;
  • Sebelah utara berbatasan dengan Negeri Serawak/Malaysia dan Kalimantan Timur.

Secara wilayah daerah Kalimantan Barat memiliki batas wilayah yang sangat sulit untuk di tempuh terutama Sintang, sehingga untuk menempuh wilayah tersebut diperlukan tenaga yang kuat, waktu yang panjang, dan biaya yang mahal.

(Survei oleh Tim BWA untuk Mengetahui Kebutuhan Al-Qur'an di Sintang)

(Survei oleh Tim BWA untuk Mengetahui Kebutuhan Al-Qur'an di Sintang)

Islam masuk di Kalimantan Barat secara umum melalui dua jalur. Pertama, melalui pesisir Barat dan Selatan. Informasi penyebaran Islam dari kawasan pantai Barat Kalimantan Barat ketika berdiri kerajaan Islam Sambas yang didirikan oleh Raden Sulaiman pada tahun 1009 – 1081.

Proses Islamisasi kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam Sambas dimulai dari kedatangan Raja Tengah ke Sambas, Raja Tengah adalah putra Sultan Abdul Jalil Akbar dari Brunai.

Ketika tim Badan Wakaf Al Quran berkesempatan melakukan survei pada tgl. 19-21 Maret 2019 untuk mendapatkan data keberadaan Al-Qur’an dan pembinaan di kampung-kampung pedalaman di wilayah Kabupaten Sintang ini menurut informasi yang disampaikan oleh beberapa warga, ditemukan data sebagai berikut :

 

No

Dusun / Desa

Jumlah Penduduk

Islam

%

1

Pangkaluang

54

14

25,93%

2

Sai Kura

174

80

45,98%

3

Naga Payak

200

80

40,00%

4

Lape

360

100

27,78%

5

Brancit

500

200

40,00%

6

Sanggau

800

200

25,00%

 

Bahkan secara umum Al Quran sulit ditemukan di kampung-kampung pedalaman Sintang, Kalimantan Barat, padahal secara keseluruhan populasi penduduk Muslim berjumlah 3.238.669 jiwa, 36 % dari mereka berada di perkampungan tepatnya kawasan pinggiran kebun sawit atau pinggiran kebun karet.

Ketika kami mencoba menyusuri perjalanan dari perkampungan terdekat dengan kota kecamatan yang ada toko buku yang menyediakan Al-Qur’an berjarak 3-4 jam perjalanan (80 KM) bila tidak hujan namun bila hujan bisa ditempuh 2 hari satu malam dengan bermalam di tengah perjalanan. Harga satu kitab Al-Qur’an pun bervariasi, mulai dari Rp. 40.000 hingga 135.000,- tergantung kualitas dan jenis kertasnya.

Muslim Sintang Membutuhkan Al-Qur'an)

(Muslim Sintang Membutuhkan Al-Qur'an)

Survei di sintang yang dilakukan team BWA menggambaran secara real kondisi kaum Muslim dan populasinya di Kalimantan Barat, apalagi survei dilakukan di beberapa kampung saja, namun survei ini menjadi acuan sekaligus rekomendasi bagi Badan Wakaf Al Quran untuk membuat proyek Wakaf Al Quran dan Pembinaan (WAP) dengan target 50.000 Al-Qur’an.

Melihat sulitnya saudara muslim yang ada di desa pedalaman Sintang, Kalimantan Barat. Badan Wakaf Al Quran mengajak kaum muslimin untuk mewakafkan sebagian dari hartanya guna membantu saudara muslim di Sintang, Kalimantan Barat. Seiring dengan dibacanya Al-Qur’an dari ayat ke ayat yang kita wakafkan, insyaAllah mengalirkan pahala sepanjang masa.

 

Biaya yang Dibutuhkan:

Rp. 5.000.000.000 (50.000 Mushaf Al-Qur’an)

Partner Lapangan:

Ustadz Yamin

 

Al-Qur’an Perkuat Aqidah Kaum Muslimin Pedalaman Sintang, Kalimantan Barat

Update #10: Susuri Sungai Enam Jam, Sampaikan Al-Qur’an Wakaf

Tanggal 27 Juni 2020 tim BWA menyusuri anak sungai kapuas menuju pedalaman Sintang – Kalbar. Berangkat dari kediaman Ustadz Muhammad Yamin di Jl Kelam, Gg HM Idris. Kel Tanjung Puri Sekitar 2 jam perjalanan mobil untuk sampai ke Desa Tempunak.

Di Desa Tempunak tim BWA berhenti memindahkan Logistik dan Mushaf Al-Quran dari mobil ke perahu kecil yang berukuran 8x1 meter.

(Susuri Sungai Distribusikan Al-Qur'an)

(Susuri Sungai Distribusikan Al-Qur'an)

Selepas shalat dhuhur di rumah ustadz Arif tim BWA melanjutkan perjalanan sungai menuju desa Banua baru sekitar 6 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan kami di suguhkan dengan keindahan alam hutan sungai yang memanjakan mata. Beberapa kondisinya masih sangat asri namun banyak juga tepian sungai yang telah beralih fungsi menjadi kebun karet.

Perjalanan sungai menggunakan kapal perahu ini bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya di sepanjang jalan sungai anak kapuas ini banyak sekali tunggak pohon yang jika tertabrak bisa membuat body kapal retak dan karam.

Sepanjang perjalanan tidak jarang perahu kami tersangkut di antara pohon-pohon yang melintangi sungai. Masih untung jika kena body kapal, bahkan kerap tim Da’i pedalaman ini merasakan di kala air sungai surut team mengangkut dan mendorong perahu hingga pakaian kotor dan basah. Tim Da’i juga kerap bermalam di tepian sungai tidur di atas kapal berharap air sungai pasang agar dapat melanjutkan perjalanan.

Tepat sebelum waktu maghrib datang akhirnya tIm BWA dan Da’i pedalaman sampai di desa Banua baru, pemandangan epik banyak kami temuai di pesisir sungai. Banyak masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai fasilitas MCK, mendulang hidup dengan memancing, menyimpan hasil panen karet, menjadikan sebagai sarana transportasi, dan lain-lain.

Waktu maghrib tiba dan tim BWA singgah di Musholla kecil berukuran 5x5cm yang bernama Musholla Ashabul Yamin. Di musholla ini kami bertemu dengan beberapa mualaf dari suku dayak.

Musholla Ashabul Yamin ini menjadi salah satu tempat ibadah yang ada di Desa Banua baru, desa ini mayoritas non muslim dari suku dayak. Di musholla ini juga banyak difungsikan sebagai tempat sarana ibadah wajib sholat jumat, sholat idul fitri, tempat pengajian anak-anak mualaf & tempat singgah para Da’i untuk melanjutkan ke pedalaman.

Mereka ingin menyampaikan rasa cintanya terhadap Indonesia. Meski sampai hari ini jalan menuju ke desa mereka menjadi kendala, banyak yang diceritakan dari masyarakat mualaf dayak kepada tim BWA berkenaan dengan kebutuhan sosial seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pakaian muslimah layak pakai, listrik sebagai penerangan, guru-guru ngaji, buku penunjang untuk mengaji iqra dan Al-Qur’an. Pertanyaannya, apakah negara ini mencintai mereka? Inilah, Indonesiaku.

 

Al-Quran Roadtrip #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia.

Update #9: Perjalanan Ustadz Yamin Peduli Pedalaman dengan Motor Dakwah

Penuturan Ustadz Yamin~

Melihat kondisi hidup saudara Muslim dan para Muallaf di pedalaman membuat saya menangis, kisah mereka sama seperti kisah saya yang sangat susah dahulu bersama dengan kedua orang tua saya yang tinggal dipedalaman sungai Tempunak, jauh dari kota, dan hidup Miskin serta penuh dengan segala kekurangan.

(Motor Dakwah Ustadz Yamin)

(Motor Dakwah Ustadz Yamin)

Lantai basah kalau dimusim hujan, sebab atap dan dinding rumah pada bocor yang terbuat dari kayu.

Melihat perkembangan kondisi anak-anak mualaf di pedalaman memang membuat hati miris, terlebih urusan aqidah. Banyak dari mereka yang membutuhkan pembinaan Al-Qur’an. Tidak sedikit dari anak-anak mualaf yang belum bisa mengaji padahal usia mereka sudah banyak yang menginjak masa baligh.

Untuk masuk kepedalaman wilayah Sintang tidaklah mudah, akses jalan yang di lalui jika musim hujan tidak jarang pakaian kami penuh dengan lumpur tanah. Ditambah beban bawaan barang yang cukup banyak. Namun alhamdulillah ada dua unit motor dakwah yang pada tahun 2019 lalu di berikan melalui para muwakif Badan Wakaf Al-Quran. Dengan ini kami sangat senang sekali karena suatu saat nanti ini menjadi cerita tersendiri bagi anak dan cucu tentang perjalanan dakwah menyusuri hutan di pedalaman Sintang Kalimantan Barat.

Alhamdulillah dengan adanya Wakaf Motor Dakwah, sangat membantu sekali untuk pembinaan para mualaf di pedalaman. Saya bersyukur bisa banyak belajar dari keadaan orang yang susah,supaya saya bisa lebih banyak bersyukur kepada Allah swt.

Harta kita tidak akan pernah berkurang hanya karena kita menolong orang lain, apa lagi yang kita tolong adalah saudara Muslim kita yang susah dan jauh dari pembinaan.

Update #8: Mewujudkan Satu Rumah Satu Mushaf Al-Qur’an

Pahala dari salat tahajud terputus setelah salat itu selesai. Pahala dari puasa sunah terputus setelah berbuka. Pahala dari baca Al-Quran terputus setelah berhenti baca Al-Quran.

(Sinergitas dengan Berbagai Pihak)

(Sinergitas dengan Berbagai Pihak)

Tapi tidak dengan pahala sedekah jariyah. Pahalanya terus mengalir walau sedekahnya sudah selesai. Tidak terputus sekalipun pelakunya sudah meninggal dunia.

“Salah satu amal kebaikan yang pahalanya terus terbawa kepada si mayyit sampai ke alam kuburnya adalah sedekah dan mewariskan (mewakafkan) mushaf Al Qur’an” (HR. Bukhari)

Berawal dari cita-cita untuk wujudkan 1 Rumah 1 Mushaf Al-Qur'an, kami ingin menjadi jembatan jalinan kebaikan sedekah jariyah Teman Baik bagi para MUALLAF dan MUSLIM di pedalaman Dalam rangka meningkatan Generasi Qur'an di pelosok Pedalaman Sintang, tim memberikan Al-Quran secara gratis bagi yang tidak mampu atau subsidi untuk orang yang lebih mampu.

Teman Baik bisa berbagi untuk saudara Muslim dipelosok pedalaman dengan mendukung program Wakaf Al-Quran dan Pembinaan

Donasi akan kami salurkan dalam bentuk wakaf Mushaf Al-Quran kepada saudara muslim kita di seluruh pelosok Pedalaman Sintang Kalimantan barat. Teman Baik, mari dukung jalinan kebaikan bagi para Muallaf dan saudara muslim dipelosok pedalaman Sintang.

Update #7: Sinergi Menginspirasi bersama Pasukan Amal Sholeh

Seperti waktu, semua akan kembali seperti sedia kala. Lalu berjalan, dan menyentuh titik awal. Itulah mengapa batas hari, di kala pagi dan petang, berwarna ke-emas-an. Masa dimana waktu cepat sekali berlalu, dan menjadi momentum paling berharga dalam keseharian kita.

(Sinergi dengan Pasukan Amal Sholeh)

(Sinergi dengan Pasukan Amal Sholeh)

Tepat pukul 16.00 WITA, setelah membuat perencanaan dengan partner lapangan Ustadz Condro dan Ustadz Kurniawan, tim bergeser menuju Masjid Kapal Munzalan, disana rupanya kedatangan kami sudah di tunggu oleh Ustadz Luqmanulhakim ashabul yamin tokoh muda masyarakat asal Pontianak Kalimantan Barat.

Di masjid Kapal Munzalan tIm dikenalkan dengan Ustadz Irvan dan Ustadz Rijal beliau salah seorang penggerak sebuah komunitas besar di Indonesia yang bernama Paskas (Pasukan Amal Soleh) & GIB (Gerakan Infaq Beras).

Pertemuan kami dengan Ustadz Luqman mengokohkan sinergi BWA dengan para Da’i di Kalimantan Barat yang insyaallah turut mendistribusikan Al-Quran.

Satu kalimat dari Ustadz Luqmanul hakim yang selalu kami ingat tentang Sapu Lidi, Ujarnya “Sapu lidi itu kalo satu mudah patah, kalo berkumpul jadi satu dia bisa buang sampah. Tapi kalo sapu lidi itu bercerai berai, itulah sampahnya.” Beliau sampaikan jika untuk umat bukan saatnya lagi lembaga membesarkan diri masing-masing, mari kita bersinergi membantu umat. Apalagi di Kalimantan Barat ini potensi untuk perkembangan umat muslim cukup pesat, ada saja setiap tahunnya yang masuk islam berikrar syahadat untuk belajar islam.

Melihat keadaan kaum muslim di kalimantan barat sangat miris karena masih jauh dari perhatian dan bantuan pemerintah. Sudah saatnya umat bahu membahu untuk peduli kepada sesama.

 

Update #6: Distribusi Al-Qur’an di Masa Pandemi

Rasanya sudah sangat lama kami tim distribusi tidak pergi ke pedalaman untuk distribusi Al-Quran. Apalagi di masa pandemi seperti ini yang sudah lebih dari tiga bulan mengharuskan tim untuk lockdown di  daerah masing-masing, dan mengharuskan (WFH/Work From Home).

Rindu bertemu Da’i pedalaman pasti, tapi harus tetap sabar menunggu insyaallah pandemi ini segera berakhir. Setelah kondisi lebih baik dan pemerintah membuat aturan new normal alhamdulillah tim ada titik terang untuk berangkat.

(Al-Qur'an Wakaf Siap Didistribusikan)

(Al-Qur'an Wakaf Siap Didistribusikan)

Kali ini BWA putuskan untuk melaksanakan distribusi Al-Quran tahap #1 di Kalimantan Barat dengan nama project WAP Sintang sebanyak 20.000 eksemplar Al-Qur’an.

21 juni 2020 tim berangkat dari terminal 3 bandara Soekarno Hatta, ada yang berbeda dari perjalanan ini, tidak seperti biasanya kami harus melalui rapid test sebelum berangkat menuju Bandara Supadio Pontianak.

Sampai di Bandara Supadio Pontianak tim BWA di jemput oleh Ustadz Condro dari YBM PLN dan Ustadz Kurniawan dari Pemda Pontianak. Beliau berdua merupakan Da’i yang sangat luar biasa. Melalui jejaring Da’inya kami mendapatkan data kebutuhan Al-Qur’an di seluruh kalimantan Barat. Ada sekitar lebih dari 296 data Masjid, Majelis Taklim, dan penerima manfaatnya.

Dari data yang sudah terkumpul, sebanyak 20.000 Eksemplar Al-Qur’an akan di droping menggunakan dua armada truk ekspedisi ke wilayah Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang, Kubu Raya, Mempawah, Kapuas Hulu, dan Pontianak.

Update #5 : Ifan Govinda Ajak Berwakaf Al Qur'an Untuk Sintang, Kalimantan Barat

#KonsistenBeramal

Ifan Govinda:Jangan Sia-Siakan Kesempatan Emas Berwakaf

Sahabat Wakaf, BWA sudah mendistribusikan kurang lebih 20.000 Al-Qur'an Ke Pedalaman Sintang. Tapi Al-Qur'an tersebut belum cukup untuk memenuhi target sebanyak 50.000 Al-Qur'an.

Insya Allah Al-Qur'an yang didistribusikan dapat menerangi pedalaman dan menerangi alam kubur kita. Aamiin.


 

Yuk jangan sia-siakan kesempatan kita berwakaf karena meskipun usia kita berakhir, pahala jariyahnya tetap mengalir. Amin.

Klik https://www.wakafquran.org/al-quran_perkuat_aqidah_kaum_mu…/ atau langsung salurkan wakaf ke rekening berikut:

BNI SYARIAH: 155.000.1511?
SYARIAH MANDIRI: 788.9911.117?
MANDIRI: 122.000.3.000.000
BRI SYARIAH: 103.857.4082
BRI: 053.401.000.174.305?
BCA: 627.01.666.26
BANK MUAMALAT: 121.003.8884
PERMATA BANK SYARIAH: 097.554.0898
DANAMON SYARIAH: 103.73.000.8
CIMB NIAGA SYARIAH: 860.007.582.500

a.n Badan Wakaf Al Qur’an

Untuk ketertiban administrasi mohon sertakan infaq kode unik 435 di belakang nominal wakaf, contoh: Rp.500.435

Subscribe and follow
Youtube: wakafquran
Website : www.bwa.id
Facebook : wakafalquran
Instagram : @wakafquran

#BWA #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia #KonsistenBeramal #MyWakafMyLifeStyle
#corona #dirumahaja #wakafquran #rabuberkah #wakafquran

Update #4 : Syahadat Bapak Paulina

Ada yang berbeda dengan distribusi Al-Qur'an BWA kali ini. Dituntun partner lapang BWA, Ustadz Totok, Tokoh Suku Dayak Ahe, Bapak Paulina (berbaju merah) berikrar syahadat saat BWA tengah mendistribusikan Al-Qur'an di Dusun Baweng.

Sejak Ustadz Totok membina penduduk Dusun Baweng, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalbar, sudah ada 33 KK dari 170 KK di Dusun Baweng yang diIslamkan.



Pada awalnya penduduk tertarik dengan suara adzan Subuh yang kerap membangunkan mereka lebih awal untuk menyadap karet. Dari situ bertambahlah rasa ingin tahu mereka terhadap Islam dan memutuskan menjadi mualaf.

Bapak Paulina merasa bersyukur atas kedatangan BWA walaupun Al-Qur'an yang dibawa kami jumlahnya masih sedikit. Harapan beliau semoga lebih banyak masyarakat yang peduli dengan para mualaf dan kaum muslim di Dusun Baweng dengan mendistribusikan lebih banyak mushaf, iqra, dan buku-buku kajian lainnya.

Yuk kita bantu lebih banyak saudara-saudara kita di pedalaman Sintang, Kalimantan Barat dengan berwakaf Al-Qur'an. Bantu dengan klik https://www.wakafquran.org/wap_sintang/

Update #3 : Al-Qur'an Wakaf Sudah Sampai di Sintang.

Berdasarkan konfirmasi perusahaan ekspedisi yang membantu penyaluran Al-Qur'an di Sintang, Kalimantan Barat, Al-Qur'an wakaf sudah sampai di Sintang.

Alhamdulillah, semua distribusi ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya partner lapang BWA yang sangat berdedikasi untuk sampaikan amanah Sahabat Wakaf semua. Semoga distribusi bisa berjalan lancar tanpa halangan tertentu. Amin.



Insya Allah usai distribusi di pedalaman Sintang, distribusi akan dilanjutkan ke Kapuas Hulu. Masih ada 3 titik distribusi yang berdekatan dengan perbatasan RI-Malaysia yang akan BWA sambangi.

Yuk tetap ikuti perjalanan distribusi BWA di Sintang, Kalimantan Barat lewat IG BWA.

Sambil menyimak, ada baiknya kita ikut membantu penduduk pedalaman Sintang dengan berwakaf Al-Qur'an karena masih banyak penduduk pedalaman Sintang yang belum kebagian Al-Qur'an.

Update #2 : Distribusi Al Qur'an Wakaf Dimulai

Alhamdulilah dukungan dan doa para wakif mengantarkan kami menyalurkan 20.000 Al-Qur'an ke Pontianak hingga pedalaman Sintang, Kalimantan Barat.


Semoga Al-Qur'an dari para wakif menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi ladang pahala jariyah bagi para donatur dan wakif.

Sembari menunggu kisah distribusi di Sintang, yuk isi waktu kita dengan mewakafkan sebagian harta kita di jalan Allah SWT.

Sahabat Wakaf bisa berwakaf di www.bwa.id

Update #1: Muslim Minoritas Di Pangkaluang Butuh Al-Qur’an

Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh pun ikut merasakan sakit. Perumpamaan tersebut mirip dengan sikap orang beriman. Melihat saudara-saudara seiman dalam kesulitan, tak mungkin rasanya tak ikut merasakan penderitaan mereka. Salah satunya kondisi saudara-saudara kita di Pedalaman Kabupaten Sintang-Kalimantan Barat. Khususnya di Dusun Pangkaluang, Desa Benua Baru, Kecamatan Tempunak.

(Muslim Minoritas Membutuhkan Al-Qur'an)

(Muslim Minoritas Membutuhkan Al-Qur'an)

Sebagai kaum minoritas, penduduk mengharapkan adanya pembinaan Islam secara intensif dan berkelanjutan. Tidak adanya surau dan masjid menjadi faktor utama pembinaan Islam di Pangkaluang berjalan sangat lambat.

(Al-Qur'an Wakaf Anda Sangat Dibutuhkan Oleh Mereka)

(Al-Qur'an Wakaf Anda Sangat Dibutuhkan Oleh Mereka)

Kondisi ini juga diungkapkan oleh Ibu Siti Juleha, salah seorang guru SDN Pangkaluang. Hanya 14 KK yang memeluk Islam. Di tengah masyarakat yang mayoritasnya Kristen dan penganut animisme, mereka mencoba teguh pada akidah walaupun ilmu agama mereka masih sangat terbatas.

Mengetahui kondisi itu, Ustadz Yamin (38 tahun) sebagai Partner Lapang BWA di Kalimantan Barat tidak tinggal diam. Tanpa henti, beliau melakukan pembinaan keislaman kepada muslim di Pangkaluang. Walaupun medan yang beliau tempuh sangatlah berat.

Untuk sampai ke ke Dusun Pangkaluang, diperlukan waktu 5-6 jam perjalanan darat. Jika hujan, jalur menjadi becek sehingga membutuhkan waktu lebih lama bagi Ustadz Yamin untuk mencapai desa binaannya. Terkadang ia harus bermalam di tengah perjalanan.

Bukan hanya kondisi pembinaan mereka yang memprihatinkan, tetapi juga kondisi Al-Qur’an yang digunakan untuk mengaji. Rusak, lusuh, tak layak pakai, dan hurufnya pun mulai pudar. Bukannya tidak mau membeli yang baru, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sangat sulit. Mayoritas penduduk menggantungkan penghasilannya pada karet yang harganya tidak stabil. Penghasilan mereka pun otomatis tidak pernah stabil sehingga membeli Al-Qur’an baru jauh dari harapan.

Selain itu, jarak yang jauh menyulitkan warga untuk membeli Al-Qur’an di kota kecamatan. Membutuhkan 3-4 jam perjalanan jika tidak hujan dan 1-2 hari menginap di perjalanan jika hujan deras turun.

Terlepas dari jaraknya yang jauh di pelosok, kita bisa ikut mendukung kegiatan pembinaan Ustadz Yamin dengan berwakaf Al-Qur’an. Adapun pengumpulan dana untuk Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan Sintang, Kalimantan Barat saat ini sudah mencapai 36,75%.

Yuk bantu penduduk Pangkaluang, Sintang dengan berwakaf Al-Qur’an supaya Ramadhan nanti mereka bisa membaca Al-Qur’an lebih banyak lagi.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur