Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Al-Quran Road Trip: Napak Tilas Mataram Islam di Karawang Utara

Karawang memiliki sejarah panjang terkait penyebaran agama Islam di daerah Pantai Utara Jawa Barat dan Jakarta. Berdasarkan catatan sejarah, pendakwah yang pertama kali menyiarkan agama Islam di Karawang adalah Syaikh Hasanuddin bin Yusuf Idofi dari Champa, yang terkenal dengan sebutan Syaikh Quro, pada abad XV M. Syaikh Hasanuddin dipanggil Syaikh Quro karena selain berilmu tinggi, beliau juga terkenal sebagai Hafiz Al-Quran yang bersuara merdu. Setelah Syaikh Quro wafat, penyebaran agama Islam dilanjutkan oleh para wali songo.

Dalam sejarahnya Karawang pernah menjadi bagian dari wilayah Kesultanan Mataram Islam yang dipimpin oleh Wiraperbangsa yang bergelar Adipati Kertabumi III, tahun 1632. Setelah mangkat, kepemimpinan Karawang dilanjutkan oleh putranya, yaitu Raden Adipati Singaperbangsa yang bergelar Kertabumi IV, yang dilantik pada 14 September 1633. Tanggal ini kemudian dinobatkan menjadi hari jadi kabupaten Karawang.

Pada masa Adipati Kertabumi IV inilah Kerajaan Mataram, di bawah kepemimpinan Sultan Agung, melancarkan serangan untuk melawan penjajah VOC yang berpusat di Batavia. Sultan Agung menitahkan dua tugas penting kepada Adipati Kertabumi IV, yaitu (1) membantu pasukan Mataram mengusir VOC dari Batavia; (2) menjadikan Karawang sebagai daerah lumbung padi, pusat logistik bagi pasukan yang berperang.

Semenjak itu, sistem pertanian dan irigasi mulai berkembang di Karawang dan perlahan-lahan daerah ini menjelma menjadi pusat penghasil beras utama di Pulau Jawa. Pengaruh Kerajaan Mataram Islam lainnya adalah bahwa penduduk di sebagian daerah di Karawang terkenal taat beragama, misalnya daerah Cilamaya, di mana di sana terdapat banyak pesantren sehingga daerah tersebut digelari “Mekah”nya Karawang.

Namun, masih banyak penduduk di Karawang Utara ini yang secara ekonomi termasuk miskin sehingga mereka tidak berpendidikan baik. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Karawang terhadap Islam, Badan Wakaf Al-Quran berencana mendistribusikan Al-Quran Wakaf melalui program Al-Quran Road Trip. Mari berpartisipasi, semoga wakaf Al-Quran Anda dapat membantu perkembangan dakwah di sana dan mengalirkan pahala kepada Anda.

 

Wakaf yang dibutuhkan:

2000 Al-Quran x Rp 100.000,-/Al-Quran = Rp 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah)

Al-Quran Road Trip: Napak Tilas Mataram Islam di Karawang Utara

Update #1: Dua Ribu Al-Quran Sudah Tersalurkan

 

Alhamdulillah, pada Februari 2013 Badan wakaf Al-Quran (BWA) telah merealisasikan program Al-Quran Road Trip di Karawang. Salah satu agenda dalam program tersebut adalah mengadakan Tabligh Akbar di desa Kalangsari, Rengasdengklok, Karawang, bekerjasama dengan Pondok Pesantren Riyadhul Ahkam pada Kamis (21/2). Dalam acara tersebut, BWA secara simbolis menyalurkan dua ribu Al-Quran wakaf kaum Muslimin yang dihimpun selama Desember 2012-Februari 2013 kepada pesantren dan majelis taklim di Karawang. Adapun Tabligh Akbar diisi oleh ustadz Harry Moekti, dai mantan artis.

Ratusan masyarakat dari berbagai lapisan dan berbagai daerah di Karawang datang berbondong-bondong memenuhi lokasi Tablig Akbar. Shalawat yang diiringi dengan tabuhan rebana ikut memeriahkan acara. Meski malam semakin larut, tetapi masyarakat tetap antusias mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh mantan rocker yang ngetop di era 80-an ini. “Al-Quran bukan sekedar dibaca dan dihafal, tetapi juga wajib dilaksanakan isinya,” demikian pesan kang Harry kepada hadirin.

Di sana turut hadir pimpinan Pondok Pesantren Riyadhul Ahkam KH Zezen Mustakhori, tokoh Majelis Taklim Qiyamullail ustadz M Irda, tokoh Majelis Taklim Nurul Huda H Kasmo, tokoh Majelis Taklim Sirojul Istiqlal ustadz Wakim, dan para tokoh masyarakat lainnya. Hadir pula Ibu kepala desa Kalangsari Tetty Firdaus. Dalam sambutannya beliau mengatakan “Semoga Al-Quran yang diberikan oleh BWA dan para wakif dapat membantu daerah kami khususnya dan daerah karawang pada umumnya dalam mempelajari Al-Quran.”

Terima kasih kepada para wakif budiman yang telah mewakafkan Al-Quran untuk masyarakat Karawang. Semoga wakaf Al-Quran Anda diterima oleh Allah SWT sebagai suatu ibadah yang diridai-Nya dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir untuk menjadi bekal Anda di akhirat kelak. Aamiin.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.