Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Al Quran Road Trip Tengger

    

 

Setelah sukses dengan project al Qur’an Road Trip yang dilaksanakan di daerah Pegunungan Bromo sisi Probolinggo (Juli 2011), tahun ini BWA kembali menjalankan project al Qur’an Road Trip di sisi tenggara kawasan pegunungan Semeru-Bromo. Tepatnya di Desa Agrosari, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang daerah ini memiliki ketinggian 2900 meter diatas permukaan laut.

Penduduk asli Desa Argosari ini merupakan keturunan dari Joko Seger dan Roro Anteng yang masih mempertahankan agama nenek moyang mereka yakni Hindu. Joko Seger merupakan keturunan bangsawan kerajaan Majapahit, sedangkan Roro Anteng merupakan putri dari keturunan bangsawan kerajaan Brawijaya.

Ketika dakwah Islam masuk ke kawasan ini tahun 2000 an masyarakatnya mulai berinteraksi dengan para da’i, akhirnya mereka tertarik untuk masuk Islam. Sehingga saat ini di desa Argosari banyak terdapat muallaf baik dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak dan juga anak-anak.

Pada saat tim BWA melakukan survey tanggal 26 Juni 2012, tim bertemu dengan Ustadz Wahid salah seorang da’i di wilayah desa ini juga pengajar di Sekolah Dasar Negeri Agrosari. Beliau menyampaikan bahwa perkembangan dakwah Islam di desa Argosari sangat bagus dan penerimaan masyarakat terhadap dakwah Islam sangat baik karena menurut warga, Islam adalah agama yang simple dan mampu menentramkan jiwa.

Bertambahnya muallaf tidak hanya di Desa Argosari, tapi juga di Desa Gucialit dan Ranu Pane. Daerah ini masih berada di sekitar kawasan pegunungan Bromo dan Tengger. Dengan berkembangnya dakwah Islam di kawasan ini diperlukan banyak al Qur’an sebagai sarana bagi para muallaf untuk mempelajari Islam lebih dalam, untuk dapat dijalankan dalan kehidupan mereka sehari-hari.

Melihat geliat dakwah Islam di kawasan ini, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) berencana melaksanakan project Al Qur’an Road Trip di kawasan Pegunungan Bromo-Tengger. Project ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 mendatang. Targetnya mendistribusikan sekitar 3000 mushaf Al-Qur'an wakaf kepada para mualaf suku tengger dan kaum Muslim dikawasan pegunungan Tengger Bromo Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

 

Wakaf yang dibutuhkan

 2.000 Al Qur’an = Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah)

Al Quran Road Trip Tengger

Update #1: Jabal Nur, Saksi Dakwah di Tengah Suku Tengger

 

Masjid Jabal Nur merupakan saksi dan bukti adanya geliat dakwah di tengah warga suku Tengger Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. “Awalnya seluruh warga suku Tengger memeluk agama Hindu, namun kini sebagian warga Tengger di Desa Argosari sudah ada yang beragama Islam” ungkap Martiam, Kepala Desa Argosari.

Tidak mudah mencapai lokasi yang berketinggian 2900 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut. Karena selain keimanan dan kesadaran untuk menunaikan kewajiban berdakwah, kekuatan fisik pun mutlak diperlukan bagi dai yang akan berdakwah ke kawasan pegunangan Semeru-Bromo tersebut. Dan syarat itu ada pada diri Haji Matro’i, Pimpinan Taman Pendidikan Al-Qur’an Nurul Huda, Desa dan Kecamatan Pasrujambe, Lumajang.

Pada 1997, ia membulatkan tekad untuk berdakwah ke Argosari, karena menurutnya di sana tidak ada dai yang mendakwahkan Islam. Dengan penuh semangat, lelaki kelahiran 1939 mengayuh sepeda ontel ke Kecamatan Senduro sampai mentok tidak bisa digunakan lagi lantaran medannya tidak memungkinkan.

Setelah sepeda dititipkan pada salah seorang warga, ia pun berjalan kaki mendaki jalan setapak yang terjal yang penuh semak belukar menuju Argosari. Sesampainya di lokasi, ia mendatangi warga dari rumah ke rumah. “Dan pada tahap pertama saya ke situ tidak membicarakan agama sama sekali,” ungkapnya.

Lelaki yang memiliki pengalaman dan ilmu yang cukup tentang pertanian tersebut memberikan pencerahan terkait pertanian termasuk mengajarkan menanam bawang. Lama-lama kenal dan akrab. Kemudian berbicara tentang agama. Salah satunya menjelaskan dalam Islam itu tidak ada pembagian kasta. Semua sama, sederajat, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.

Perlahan tapi pasti, satu-persatu warga Tengger masuk Islam. Hingga pada 2000, Matro’i mendirikan Mushola Jabal Nur di Dusun Gedok yang berkapasitas 50 jamaah. Di Jabal Nur, Matro’i mengajarkan shalat, baca Al-Qur’an dan fikih.

Seiring berjalannya waktu, dakwahnya tidak lagi sendirian. Beberapa dai lainnya termasuk Gus Wahid dengan sukarela turut berdakwah ke Argosari. Tahun 2005 akses menuju lokasi semakin mudah dengan diperlebarnya jalan sehingga sepeda, bahkan motor bebek 70-nya Gus Wahid hilir mudik bak setrikaan di jalan berbatu tersebut.

Pada 2010 Jabal Nur direnovasi menjadi masjid, bantuan teman-teman dari Hidayatullah. Sejak awal dakwah hingga saat ini, setidaknya 300 dari sekitar 3000-an warga Tengger Argosari masuk Islam. “Sebagian besar berada di Dusun Gedok,” ungkap Martiam yang menjadi mualaf pada 2004.

Pada 30 Oktober-1 Nopember 2012, Badan Wakaf Al-Qur’an merealisasikan program Al-Qur’an Road Trip Bromo sisi Lumajang. Mendistribusikan sekitar 2000 Al-Qur’an wakaf  dari kaum Muslimin ke TPA, masjid dan mushala di tujuh kecamatan yakni  Senduro, Tempeh, Randuagung, Sukodono, Kedungjajang dan Ranuyoso. Dan tentu saja tak ketinggalan, Al-Qur’an wakaf pun didistribusikan kepada jamaah Masjid Jabal Nur dan kepada santri TPA-nya Haji Matro’i. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih atas wakaf Al-Qur’an yang diberikan,” ungkap Matro’i, Rabu (31/10).[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.