Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Al Qur’an Untuk Pedalaman Di Provinsi Riau

Luas wilayah provinsi Riau adalah 87.023,66  km2 dengan jumlah penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti yakni sebesar 176.371 jiwa.

Pemeluk agama Islamnya mencapai 85,94% yang umumnya dianut etnis Melayu, Jawa, Minangkabau, Banjar, Bugis, Sunda, dan sebagian Batak. Kristen Protestan sebanyak 10,09% dan Katolik 1,75% yang kebanyakan berasal dari etnis Batak (Khususnya Batak Toba, Karo dan Simalungun), dan etnis Nias, dan sebagian dianut etnis Tionghoa juga penduduk dari Indonesia Timur dan Minahasa.

Secara umum perkembangan Islam di Riau cukup baik, terutama di daerah perkotaan.  Namun di beberapa daerah pedalaman, muslimin disana menghadapi tantangan yang tidak kecil diantaranya di desa Pangkalan Kapas, Batu Kampar untuk bisa menjangkau daerah tersebut para Da’i harus menggunakan perahu sampan yang menempuh perjalanan selama 2 sampai 3 jam.  Demikian pula kondisi di Talang Mamak, Indragiri Hulu, sebagaimana juga yang dihadapi muslim pedalaman di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Di daerah kepulauan Meranti ini, terdapat satu suku pedalaman yang bernama suku Akit dinamakan suku Akit karena mereka hidupnya diatas rakit. Seiring berkembangnya zaman dan dakwah, sebagian suku akit mulai memeluk agama Islam dari sebelumnya berpaham Animistik. Selain hidup di sekitar sungai untuk mencari makan sehari-hari, Suku Akit juga hidup di hutan-hutan dan mencari nafkah dengan berburu. Kehidupan Suku akit sendiri kerap nomaden (berpindah-pindah).

Selain itu rata-rata pendidikan formal suku Akit hanya sampai tamatan SD di karenakan anak-anak suku Akit di haruskan untuk membantu orang tuanya mencari nafkah, banyaknya anak-anak suku akit yang tidak melanjutkan pendidikan adalah pola pikir suku akit yang masih menganggap anak-anaknya sebagai salah satu tulang punggung keluarga.

Tim BWA, Muhammad Ihsan bersama para dai pedalaman lainnya rutin memperhatikan kondisi saudara muslim di pedalaman kepulauan Meranti. Rupanya masih banyak saudara muslimah kita di pedalaman yang belum mengenal berhijab. Selain itu prasarana seperti Al-Qur’an juga sangat minim sehingga masyarakat muslim yang tinggal di pedalaman banyak yang belum dapat membaca dan tidak dapat memahami isi Al-Qur’an, tentu hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua.

Untuk menuju ke Kepulauan meranti ini akses transportasinya pun terbilang sangat sulit akomodasi yang dapat dilalui hanya menggunakan perahu nelayan, itupun jika ada.

Melihat kondisi ini, BWA mengajak kaum muslimin menyukseskan agenda penyaluran 100.000 Al-Qur’an wakaf dan 10.000 buku iqra’ di provinsi Riau khususnya bagi wilayah-wilayah pedalaman Riau serta mengadakan training dakwah dan pemahaman Islam bagi da’i-da’i setempat. Semoga  dari setiap huruf Al-Qur’an yang mereka baca akan mengalirkan pahala untuk Anda. []

 

Wakaf Yang Di Butuhkan

Rp 10.000.000.000,-

Partner Lapang

Muhammad Ihsan

Al Qur’an Untuk Pedalaman Di Provinsi Riau

Update #6: Kisah Anak Tuna Netra yang Memiliki Semangat Mengaji

Dalam satu perjalanan distribusi Al-Quran Wakaf di Kabupetan Indragiri Hulu , team BWA mengunjungi masjid Babul Jannah yang berada di Desa Kambesko, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Kami bertemu dengan ustadz-ustadzah yang membimbing anak-anak untuk belajar mengajar iqra dan Al-Quran. Tim BWA memberikan sebanyak 20 eksemplar Al-Quran untuk sarana penunjang belajar mereka. Jumlah anak-anak yang mengikuti pengajian ba’da maghrib sebanyak 100 orang. Usia anak-anak yang mengikuti pengajian dari usia 5 sampai 17 tahun, baik laki-laki maupun perempuan.

Saat mengunjungi TPA, ada yang menarik perhatian kami yaitu adanya anak penyandang disabilitas (tuna netra) dengan usia 8 tahun yang bernama Zizi. Pada saat bertemu Zizi, ia pun merasa gugup ketika mengobrol dengan tim BWA dan ia harus di dampingi ustadz untuk hafalan surat An-Naba. Disela-sela tes hafalan surat An-Naba, ustadz yang mendampingi zizi meminta bantuan untuk Al-Quran braille. Al-Quran braille di Indragiri Hulu sangat minim sekali untuk mendapatkan Al-Quran tersebut. Selain dari itu, beliau juga menyarankan agar proporsional bantuan Al-Quran (mushaf/terjemahan) dan Al-Quran braille, karena dari populasi penduduk mungkin saja ada masyarakat yang  mengalami penyandang disabilitas tuna netra.

ZIZI selalu semangat menghafalkan Al-Qur'an

Dengan adanya Al-Quran braille setidaknya membantu mereka (penyandang disabilitas netra) yang memiliki semangat dalam membaca Al-Quran. Terlebih lagi kebutuhan tersebut menjadi sangat fundamental agar mereka selain membaca, menghafal tentunya juga pengamalan sesuai Al-Quran dan Assunnah. Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kekuatan dan kemudahan bagi Zizi maupun penyandang disabilitas lainnya untuk selalu istiqamah dalam membaca Al-Quran.

Update #5: Dukungan Walikota Dumai dalam Rangka Distribusi Al-Qur’an

Dalam kegiatan distribusi AlQuran wakaf BWA di daratan Provinsi Riau, BWA melakukan perjalanan ke Kota Dumai untuk bertemu dengan Walikota Dumai, H Paisal, S.KM, M.ARS. tim berangkat dari Pekanbaru menuju Dumai yang ditempuh selama 2 (dua) jam perjalanan melalui tol. Pertemuan di rumah dinas walikota jam 09.30 WIB. Alhamdulillah Walikota Dumai menyambut baik kedatangan BWA dengan misi distribusi Al-Quran di Kota Dumai sebanyak 2.000 eksemplar.

Tim BWA menyampaikan kepada walikota maksud dan tujuan datang ke Kota Dumai. Pertama kali tim BWA datang ke Kota Dumai, sebelumnya distribusi Al-Quran tahun lalu cakupan tempat distribusi hanya 4 Kota/Kabupaten. Rencana distribusi Al-Quran tahun berikutnya sebanyak 100.000 eksemplar yang Insya Allah kota/kabupaten di Provinsi Riau dapat terbagikan semua. Hal ini menjadi komitmen BWA yang selalu concern membagikan sampai ke pedalaman yang sulit dijangkau untuk membeli Al-Qur’an. 

Walikota Dumai mengisahkan sebelum menjabat menjadi walikota, beliau berkiprah menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Dumai. Riwayat terakhir beliau sebelum menjadi Walikota Dumai, beliau menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai. Di tahun 2014 diangkat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dan sebelum terpilih menjadi Wali Kota Dumai beliau adalah Staf Ahli Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia. Kiprah yang sangat lama menjadi Pegawai Negeri Sipil menjadi pengalaman berharga beliau untuk membangun Dumai yang lebih baik lagi.

Pada akhir kegiatan bersama Walikota Dumai, beliaupun memberikan testimoni kepada BWA terkait kegiatan distribusi Al-Quran. Disela-sela akhir pembicaraan, beliau meminta kepada BWA untuk dibuatkan surat kepada Walikota Dumai untuk permohonan donasi wakaf Al-Quran yang akan didisposisikan kepada seluruh PNS Kota Dumai. Permohonan surat tersebut akan ditindaklanjuti oleh BWA Cabang Dumai. Selain dari itu, Harapan beliau terhadap Al-Quran ini untuk menjadi kemashlahatan umat agar senantiasa istiqamah dalam membaca dan mengajarkannya. 

BWA bersama walikota Dumai, H Paisal, S.KM, M.ARS

Update #4: Al-Qur’an Wakaf untuk Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu

Teriknya sinar matahari tak menyurutkan semangat tim BWA bersama rekan-rekan lapang kami yang berada di kabupaten Indragiri Hulu untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah dari para wakif, tujuan kami kali ini adalah menuju ke rumah salah satu tokoh di kabupaten Indragiri Hulu. Datuk Seri Marwan beliau merupakan ketua LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau).

Beliau menyambut kedatangan kami dengan suka cita, di rumahnya yang cukup sederhana inilah, yang berada di Desa Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, tim BWA bersama rekan-rekan lapangan kami, bersilahturahmi dengan beliau. Setelah mengetahui maksud dan tujuan kami beliau sangat senang dan mendukung adanya kegiatan WAP Meranti ini 

Datuk Seri Marwan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau

Memang kehidupan suku melayu tak bisa dipisahkan dengan kehidupan Islam, terlebih dengan datangnya Al-Qur’an wakaf untuk kabupaten Inhu ini saya berharap bisa membuat masyarakat disini untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, terlebih di Pematang Reba ini semangat masyarakat untuk mempelajari Al-Qur’an sedang tinggi-tingginya, bisa dilihat dengan banyak bermunculan TPQ, Rumah Tahfidz, ataupun Pondok Pesantren,” ucap beliau.

Semangat masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu ataupun di Provinsi Riau secara umum terkait kegiatan belajar baca tulis Al-Qur’an memang sangat tinggi, Masjid, TPQ, ataupun Rumah Tahfidz disini tak pernah sepi dari anak-anak yang datang untuk mempelajari Al-Qur’an.

Terakhir Datuk Seri Marwan mengucapkan banyak terima kasih kepada BWA dan juga para wakif yang sudah datang membawa Al-Qur’an untuk kabupaten Indragiri Hulu, beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut mengingat tingginya semangat masyarakat di Indragiri Hulu untuk membaca Al-Qur’an.

Update #3: Al-Qur’an Wakaf untuk TPQ di Desa Terpencil

80 Km dari Ibukota Provinsi Riau, berdiri sebuah TPQ bernama Assyifatu Zahra yang cukup sederhana, bangunannya pun masih dalam proses pengerjaan, banyak puing-puing yang masih berserakan, beberapa ruangannya bahkan masih belum dipasangi keramik, namun ditempat yang sederhana inilah anak-anak desa Alam Panjang kecamatan Rumbio Panjang Kabupaten Kampar Provinsi Riau setiap sore datang untuk belajar baca tulis Al-Qur’an.

Team BWA bersama ust Ramzi di TPQ Assyifatu Zahra

Untuk bisa sampai kesana tim harus dipandu oleh salah seorang masyarakat desa Alam Panjang, dikarenakan lokasi TPQ ini cukup jauh dari jalan utama, kami harus melalui jalan-jalan perkampungan selama kurang lebih setengah jam untuk bisa sampai kesana. Sesampainya di desa Alam Panjang tim sudah ditunggu oleh Ustad Ramzi, beliau merupakan pengajar sekaligus pendiri TPQ Assyifatu Zahra.

“Ya disinilah letak TPQ kami berada, berada ditengah-tengah hamparan kebun sawit anak-anak desa Alam Panjang maupun desa sekitar datang kesini setiap sore diantar oleh orang tua mereka masing-masing, jumlah nya kurang lebih ada 180 anak yang rutin datang setiap hari,” terang Ustadz Ramli

Di TPQ ini kami tidak memungut biaya sepeserpun, kami tidak ingin karena terkendala biaya anak-anak ini tidak mendapatkan pembinaan agama Islam, padahal hal-hal seperti ini harus sudah diajarkan sedari kecil,” tambahnya. 

BWA mendistribusikan sebanyak 200 eksemplar Al-Qur’an wakaf untuk TPQ Assyifatu Zahra, kami berharap dengan datangnya bantuan Al-Qur’an ini bisa menambah semangat anak-anak untuk mempelajari Al-Qur’an, dimana kebanyakan anak-anak diusia mereka sibuk bermain.

“Alhamdulillah, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada BWA yang sudah datang jauh-jauh dari Jakarta ke TPQ kami untuk mendistribusikan Al-Qur’an kesini dan juga para wakif yang sudah mewakafkan sebagian hartanya, Insya Allah Al-Qur’an ini akan kami pergunakan untuk anak-anak mengaji karena memang Al-Qur’an yang sebelumnya kami punya sudah banyak yang rusak dan sobek,” ucap Ustad Ramzi dengan rasa syukur.

Update#2: BWA antarkan amanah Al-Qur'an wakaf 22.248 ke Riau dan Kep. Meranti

https://www.republika.co.id/berita/qvf5nq374/bwa-salurkan-alquran-wakaf-ke-riau-dan-kepulauan-meranti

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM – Badan Wakaf Alquran (BWA) mendistribusikan Alquran wakaf untuk masyarakat Riau dan Kepulauan Meranti. Kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 30 Juni 2021.

“Sebaran distribusi kali ini meliputi Dumai 3.000 eksemplar, Kampar 2.000 eksemplar, Indragiri Hulu 2.000 eksemplar, Siak 1.000 eksemplar, Pekanbaru 2.000 eksemplar.  Sedangkan untuk Kepulauan Meranti yaitu Tanjung Samak 1.200 eksemplar, Sungai Tohor 580 eksemplar, Pulau Merbau 640 eksemplar, Kecamatan Merbau 760 eksemplar, Bengkalis 440 eksemplar, Kec Tasik Putri Puyu 840 eksemplar, Pulau Rangsang Barat 680 eksemplar, dan Selat Panjang 4.860 eksemplar,” ungkap  Hazairin dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin  (28/6).

Distribusi menggunakan kapal kayu ke kepulauan Meranti

Khusus kegiatan ini BWA bekerja sama dengan Gerakan Wakaf Bank Indonesia  yang menyerahkan 1.000 Alquran wakaf untuk Kepulauan Meranti. “Semoga kegiatan distribusi Alquran wakaf  di Kepulauan Meranti dan Riau ini semakin menggemakan Alquran  di dalam rumah, hati, dan jiwa kaum Muslimin. Semoga tidak  ada lagi rumah yang sunyi dari kalam Ilahi karena Alquran telah ada dalam dekapan,” tutur Hazairin.

Ia mengemukakan, sebanyak sembilan orang diturunkan dari BWA Jakarta untuk mendistribusikan Alquran wakaf. Tentunya kegiatan ini melibatkan komunitas dan para ustadz lokal di sana.

Mereka antara lain Ustadz Fefen  bersama dengan 25 orang pemuda dari komunitas Cinta Syariah. Dan yang menarik,  selama perjalanan di wilayah kepulauan,  tim BWA  menggunakan transportasi kapal Kempang untuk mengangkut Alquran wakaf ke kepulauan.

Seperti dikemukakan Hazairin, distribusi Alquran wakaf di pelosok memang banyak tantangannya.  Salah satunya saat perjalanan dari Tanjung Samak menuju Sungai Tohor, saringan oli kapal jebol. Hal itu mengakibatkan kapal mengapung di tengah selat mengikuti arus sungai selama lima  jam. 

“Alhamdulillah,  berkat bantuan Danposal  Letda Jerry, setelah berkabar,  mereka langsung menjemput menggunakan kapal patroli,”  kata  Hazairin.

 

Update #1 : Pemerintah Riau sangat mendukung kegiatan distribusi Wakaf Al Quran di Provinsi Riau dan sekitar

Mengawali tahun baru Hijriah 1442 BWA melakukan ekspedisi Wakaf Al Quran ke Provinsi Riau dengan membawa Wakaf Al Quran sejumlah 20 ribu eksemplar dan salah satu target utama distribusi kali ini adalah Kepulauan Meranti dikarenakan Kepulauan Meranti yang sudah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 8 Tahun 2016 mengenai Pendidikan Khusus Bebas Buta Aksara Alquran.

Sebanyak 10 ribu Eksemplar akan didistribusikan di Kepulauan Meranti, demi mendukung program Pemda “Bebas Buta Aksara Al Quran” , lainnya dibagikan di sejumlah daerah Provinsi Riau.

Dengan visi yang sejalan untuk membumikan AL Quran di Riau, Pemda Riau melalui Kepala Bidang Kesra, Bp. Zulkifili Syukur menyatakan dukungannya terhadap aktifitas ini.

Sahabat Wakaf, ayo bersegera mengambil kebaikan ini dengan berwakaf untuk project Wakaf Al Quran di Kepulauan Meranti Riau, masih banyak saudara saudara kita yang membutuhkan Al Quran disana.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur

Project Sejenis