Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Alami Cerebral Palsy Kronis, Tubuh April Kaku dan Sulit Berkomunikasi

Alami Cerebral Palsy Kronis, Tubuh April Kaku dan Sulit Berkomunikasi

Usianya memasuki lima tahun, Aprilia Firsyah harus berjuang melawan penyakit bawaan sejak lahir. April, begitu sapaan akrabnya, divonis cerebral palsy oleh dokter di rumah sakit. Kini ia kesulitan untuk berkomunikasi karena pendengarannya terganggu, sebagian tubuhnya kaku, belum bisa berbicara, dan juga belum bisa melihat dengan jelas.

Selang NGT masih terpasang di hidungnya, dengan selang ini April menerima asupan nutrisi yang hanya dari susu formula, untuk pertumbuhannya. Dampak dari cerebral palsy tulang punggungnya mengalami kelengkungan (skoliosis).

(Aprilia Mengidap Celebral Palsy)

(Aprilia Mengidap Celebral Palsy)

Sebelum pandemi Covid-19 sang ibu, Yulicha (24 tahun), rutin membawa putrinya ke RSCM untuk melakukan terapi dan pemeriksaan. Namun, semenjak pandemi, April terpaksa berhenti menjalani terapi karena adanya pembatasan kunjungan. 

“Sebelum pandemi, bisa dua kali dalam sebulan ke rumah sakit,” ujar warga Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kini sudah setahun wabah corona berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan mereda. Maka, orang tua April bertekad akan meneruskan kembali terapi putrinya. Hanya saja yang jadi masalah adalah biayanya.

Maklumlah, upah yang diterima sang ayah, Firdaus (26 tahun), yang bekerja sebagai office boy, baru mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari saja.

Untuk mengurangi beban biaya terapi April, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui Program Sedekah Kemanusiaan (SK).

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.64.900.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Alami Cerebral Palsy Kronis, Tubuh April Kaku dan Sulit Berkomunikasi

Update #3: Kornea Mata April Masih Mengalami Kerusakan dan Belum Terbebas dari Kejang

Memasuki enam tahun usia Aprilia, penyakit cerebral palsy, epilepsi, gerd, dan infeksi pada kornea mata dan ganguan pendengaran yang telah ada sejak dua minggu usianya dahulu, hingga kini masih dirasa oleh April. Untuk asupan nutrisi kedalam tubuh, April masih menggunakan alat bantu berupa selang NGT itu pun hanya susu khusus saja yang dapat ia konsumsi, selain itu belum biasa.

“Selama ini April makan dari bayi, dari umur dua minggu itu hanya menggunakan selang saja sampai sekarang, untuk makan hanya minum susu tidak bisa konsumsi bubur cair, sama sekali mulutnya tidak bisa terbuka lebar, karena cerebral palsy yang membuat rahangnya jadi kaku, tidak bisa terbuka lebar,”  tutur Ibu April.

Kejang/epilepsi yang sering menyerang April membuat sistem syaraf pada otak semakin terganggu, sang Ibu juga menambahkan sebelumnya April sudah bisa beraktifitas seperti menepuk tangan, berguling-guling, namun ketika ia kembali kejang aktivitas yang sebelumnya bisa dilakukan seketika menjadi hilang dan tak lagi bisa dilakukan April.

(April Masih Membutuhkan Bantuan Kita Semua)

Kedua orang tua April cukup khawatir jika putri mereka mengalami demam, jika sudah demam tinggi April sering kejang-kejang dalam waktu yang banyak, ditambah muntah yang tidak normal lagi berwarna coklat kemerah-merahan, seperti, tercampur darah.

“April sempat anfal/koma selama tiga hari di RSUD Pasar Minggu karena muntah akibat dari diare dan juga kejang,” lanjutnya.

Penanganan yang dilakukan kedua orang tua April dilalui dengan terapi dan juga konsumsi obat-obatan pereda kejang. Sayangnya tidak semua pengobatan tercakup BPJS, seperti halnya alat-alat terapi yang harus dibeli secara mandiri. Selama ini penghasilan dari sang Ayah belum terlalu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan April, untuk memebeli susu khusus bagi April sudah melebihi dari setengah gaji yang ia terima.

Keinginan sang ibu tidak terlalu muluk-muluk, ia menyadari melihat kondisinya putrinya yang mengidap cerebral palsy pasti sulit untuk bisa sehat seperti anak-anak lain seusianya, sang Ibu melihat kondisi putrinya bisa sehat seperti saat ini dan diberi usia panjang, sudah lebih dari cukup baginya.

Tak henti-hentinya, kami mengajak kepada sahabat sekalian untuk membantu meringankan beban keluarga April dengan sedekah terbaiknya. Semoga dengan amalan sedekah yang kita lakukan, dihitung oleh Allah SWT sebagai catatan pahala karena telah membantu sesama.

 

Update #2: Dampak Cerebral Palsy Kian Memburuk, Kornea Mata April Mengalami Kerusakan dan Harus Menjalani Implantasi

Juni 2022, Tim BWA kembali melakukan penyaluran bantuan dana kemanusiaan kepada Aprilia (6 tahun) yang masih mengidap cerebral palsy (lumpuh otak) dan GERD (gastroesophageal reflux disease) yang lebih dikenal dengan penyakit asam lambung. Kondisi April sedikit mengalami perkembangan, ia sudah bisa bergerak lebih aktif dari sebelumnya. Namun, tetap saja penyakit yang diderita membuat April hanya bisa terbaring di tempat tidurnya, dampak dari cerebral palsy yang menyerang sistem syaraf April.

Sang Ibu menyapaikan jika April sempat mengalami koma beberapa bulan lalu dan menjalani tindakan di rumah sakit. Alhamdulillah, paska tindakan dan rutin menjalani perawatan April mengalami peningkatan berat badan, dari sebelumya yang sempat mengalami berat badan.

(Celebral Palsy April Kian Memburuk)

(Celebral Palsy April Kian Memburuk)

Donasi kemanusiaan yang diterima April digunakan sang Ibu untuk  membeli alat-alat kesehatan yang sangat dibutuhkan putrinya, diantaranya berupa selang NGT, alat terapi backslab (penyangga) tangan dan kaki untuk meluruskan tangan dan kaki. dan yang terpenting membeli kebutuhan susu, vitamin, dan makanan sehat lain guna mencukupi kebutuhan gizi  Aprilia.

Sang Ibu sangat bersyukur berkat bantuan dari BWA, yang membuat Aprilia terhindar dari dehdrasi dan ancaman gizi buruk. “Alhamdulillah, Masya Allah, seneng banget dapat bantuan dari BWA, karena saat itu saya sedang butuh alat dan kebetulan dikabari mendapat bantuan dari BWA,” ujar Ibu April.

(Ibu April

(Ibu April

Sang Ibu juga menyampaikan jika putrinya mengalami luka pada area kornea mata, membuat April harus segera menjalani tindakan implan kornea. Ibunda April dan Suami masih mengumpulkan biaya untuk membawa putrinya menjalani tindakan. Namun, penghasilan sang suami yang bekerja sebagai office boy belum mencukupi untuk membawa putrinya berobat.

Ujian April kian bertambah, selain cerebral palsy dan GERD yang belum sembuh, April kembali diuji dengan kerusakan pada area kornea mata, hal ini tentu membahayakan jika terlambat tertangani.

Melihat kondisi yang terjadi, kami mengajak kepada kaum muslimin bersama-sama membantu April menjalani pengobatan dan operasi terhadap matanya. Semoga niat baik dan ikhtiar kita, menjadi catatan pahala oleh Allah SWT, dan dapat menolong April beserta keluarga untuk kesembuhannya.

 

Update #1: Aprilia Masih Sering Kejang dan Masih Rutin Kontrol ke Rumah Sakit

Awal Juni 2021, Aprilia (5 tahun) dibawa sang ibu ke IGD RSCM, Jakarta karena demam tinggi dan kejang. Alhamdulillah setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit kondisi Aprilia kembali membaik. Sang ibu juga menyampaikan jika April masih rutin ke RSCM untuk terapi, periksa di poli gigi dan juga ke poli gizi. April masih mengejar berat badan yang ideal, untuk melanjutkan tindakan selanjutnya.

Donasi yang disalurkan BWA kepada April digunakan untuk membeli alat-alat kesehatan seperti selang feeding burret. Selain membeli alat-alat kesehatan donasi yang diterima April digunakan untuk membeli susu khusus cerebral palsy dan menebus obat-obatan.

(Aprilia)

(Aprilia Masih Sering Kejang-kejang)

Kedua orang tua Aprilia sangat bersyukur sekali dengan bantuan yang ia terima dari BWA, “bersyukur sekali Aprilia bisa di bantu oleh tim BWA, Semua kebutuhannya Alhamdulillah bisa kebeli,” ujar sang ibu.

BWA masih membuka kesempatan kepada para donatur untuk terus membatu kedua orang tua April. Mengingat April masih membutuhkan perawatan rutin karena tidak menutup kemungkinan kejang kembali kambuh. Semoga niat baik kita diberi ganjaran pahala oleh Allah SWT karena telah membatu sesama.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 64.900.000



55.78%
Butuh Rp 28.701.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.