Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Allah Uji Henny Maria dengan Musibah yang Bertubi-tubi

Allah Uji Henny Maria dengan Musibah yang Bertubi-tubi

Ibu Henny Maria (58 tahun) merupakan seorang guru ngaji yang tengah Allah SWT uji dengan bertubi-tubi. Mulai dari ujian ekonomi hingga kesehatan dialami. Lima di antaranya sebagai berikut.

Pertama, penghasilan suaminya tidaklah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Maklumlah, lelaki yang sudah berusia 66 tahun tersebut hanya bekerja sebagai instruktur menyetir mobil di Tangerang dengan upah hanya Rp 1,2 juta per bulan.

Kedua, suaminya juga tidak bisa mencari rezeki dari pintu yang lain disebabkan lemahnya fisik dan seringnya sakit mengingat umurnya yang sudah tua.

(Henny Maria)

(Henny Maria, 58 tahun)

Ketiga, penghasilan Henny merosot tajam ketiga pandemi Covid-19. Meski secara ekonomi tergolong kurang mampu, Henny tidak pernah meminta bayaran, apalagi mematoknya. Namun warga yang mengaji dengan sukarela berinfak semampunya. Sehingga dalam sebulan ia bisa mendapatkan uang Rp 1,5 juta. Tapi sejak pandemi Covid-19, penghasilan pun merosot tajam hingga paling tinggi hanya Rp 300 ribu per bulan.

Keempat, salah satu anaknya yang sudah tamat sekolah hendak mencari kerja demi membantu perekonomian keluarga. Dengan mengendarai mobil temannya, di tengah perjalanan tak sengaja menabrak mobil taksi daring. Sopir mobil taksi daring pun mengalami luka dan patah tulang yang cukup serius.

Akibat dari kecelakaan ini, anak Ibu Henny bertanggung jawab untuk membayar kerugian mobil yang rusak serta biaya berobat para korban yang ditabrak. Karena sang anak masih dalam tanggungannya tentu saja menjadi tanggung jawab Henny Maria juga. Biaya tunggakan yang harus dibayarkan Henny saat ini Rp 38 juta.

Kelima, Henny mengalami stroke. Musibah yang beruntun serta menjadi beban pikiran sangat mungkin membuat wanita yang mempunyai riwayat darah tinggi ini terkena stroke. Akibatnya tak bisa memaksimalkan aktivitasnya untuk mengajar ngaji lagi.

Warga Pamulang Barat, Tangerang Selatan jadi tidak bisa hadir ketika jadwal mengajar. Padahal ini adalah sumber pendapatan yang ia harapkan untuk membantu suaminya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Untuk mengurangi beban keluarganya, BWA mengajak kaum Muslimin menyalurkan zakat harta melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga bisa membayar utang akibat kecelakaan, biaya berobat sakit stroke dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari selama beberapa bulan ke depan atau sampai anaknya mendapatkan pekerjaan. Selain itu, tentu saja kewajiban zakat para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang Diperlukan

Rp.38.000.000

Patner Lapangan:

Mahatir Qathafi

 

#BWA #ZakatPeertoPeer #ZPP

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis