Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Anak Dirawat 12 Hari di RS, Ibnu jadi Gharimin (Terlilit Utang)

BWA-ZPP. Melihat buah hati Muhammad Ja’far AG  (tiga bulan) asyik terlelap dipangkuan istri tercinta Ummu Ja’far (23 tahun), Ibnu Abdul Ghofur  (30 tahun) merasa lega karena buah cinta yang diidam-idamkannya sejak dua tahun pernikahan kini sudah sehat. Namun bila mengingat besarnya utang yang harus dibayar selama masa bersalin dan perawatan masa krisis buah hatinya tersebut, guru salah satu sekolah swasta di Hambalang, Sentul Bogor ini pun pusing kepala; tak tahu harus mencari tambahan uang dari mana.

ZPP-Ibnu

Pada pukul 11.30 WIB 27 Desember 2014, bidan ---langganan periksa kehamilan--- angkat tangan dan merujuk Ummu Ja’af ke Rumah Sakit Umum Daerah R Syamsudin Sukabumi. Pasalnya, air ketuban sudah pecah tapi Ummu Ja’af tak kunjung melahirkan. Maka pada pukul 5 pagi 28 Desember Ummu Ja’far diinduksi hingga lahirlah Ja’af pada 08.45 WIB.

Ketika diberi ASI, bayi yang akrab disapa Ja’far tidak mau menyusui, ia terus menangis rewel. Setelah diperiksa dokter, ternyata Ja’far mengalami sesak nafas akibat ada air ketuban di paru-paru. Rupanya, ketika ketuban pecah secara tidak sengaja bayi tersebut menelan sedikit cairan amnion tersebut yang kemudian nyasar ke organ pernafasannya.

Dokter pun memutuskan Ja’af untuk masuk unit perawatan intensif bayi yang baru lahir (Neonatal Intensive Care Unit/NICU). Karena ruang NICU sudah penuh. Ja’af dirujuk ke rumah sakit lain. Dunia saat itu terasa sesak di hati Ibnu, pasalnya RS Hermina Sukabumi menyatakan ruang NICU-nya sudah penuh; begitu juga RSUD HasanSadikin Bandung; RS Hermina Bogor; dan RS UMI Bogor.

Barulah pukul 15.30 WIB 29 Desember, Ja’af dapat dilarikan ke RS PMI Bogor dengan dilengkapi tabung oksigen dan alat bantu pernafasan sepanjang jalan, ketika RS tersebut menyatakan ada ruang NICU yang kosong.

Secara intensif, Ja’af dirawat oleh dokter Agung, dokter spesialis anak, di ruang NICU. Berbagai tindakan medis selama dirawat di ruang NICU dilakukan dokter agar pernafasan bayi mungil tersebut kembali normal, salah satunya dengan dipasangi selang khusus yang langsung menuju paru-paru untuk memberikan oksigen (Continous Positive Airway Presure/CPAP). Ibnu juga sempat kaget, ketika dokter menyatakan bayi terinfeksi oleh bakteri yang termasuk ganas sampai dua anti biotik generasi terbaru tidak mempan hanya ada sedikit resistensi pada salah satu anti biotik.

Alhamdulillah, setelah dirawat 12 hari di ruang NICU, pernafasan Ja’far sudah kembali normal dan dapat dibawa pulang setelah membayar tagihan sebesar Rp 31 juta 120 ribu. Untung saja banyak rekan yang menyumbang dan memberikan pinjaman sehingga warga Jalan Baros No 2 RT 01/02 Kelurahan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat dapat memboyong anak dan istrinya pulang.

Saat ini, ia kebingungan untuk membayar sisa utangnya yang sudah mulai ditagih tersebut. Untuk mengurangi beban keluarga Ibnu, melalui Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin. Sehingga utang Ibnu yang masih Rp 25.000.000,- tersebut terlunasi, dan kita semua mendapat pahala berlimpah karena telah menunaikan kewajiban zakat harta serta membantu sesama. Aamiin.[]

Anak Dirawat 12 Hari di RS, Ibnu jadi Gharimin (Terlilit Utang)

Ibnu Bersyukur Sudah tidak Terlilit Utang Lagi

BWA-ZPP. Pasangan Ibnu Abdul Ghofur (30 tahun) dan Ummu Ja’far (23 tahun) sangat bersyukur karena sudah tidak lagi terlilit utang (gharimin). “Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT,  yang memberikan jalan keluar atas segala permasalahan kami, khususnya utang ini. Dan pastinya sangat lega dan tenang karena sudah terbebas dari utang,” ujar Ibnu ketika menerima uang zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin yang digalang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), Jum’at (26/6/2015).

zpp

Sedangkan Ummu Ja’far menceritakan kondisi buah hati yang sedang digendongnya, Muhammad Ja’far (6 bulan). “Kondisi Ja’far sangat baik, sehat, dan perkembangan dan pertumbuhannya sangat cepat dibanding anak seusianya,” ungkapnya.

Keduanya, mendoakan para muzaki dan donatur. “Untuk para muzaki dan donatur kami ucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya dan kami mendoakan agar Allah membalas dengan berlipat ganda di dunia dan akhirat,” ujar Ibnu yang langsung diamini Ummu Ja’far.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.