Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Arya, Anak Penderita Hidrosefalus Berjuang Melawan Sakit

Arya, Anak Penderita Hidrosefalus Berjuang Melawan Sakit

Ketika usianya memasuki lima bulan, Arya Satya Pratama yang kerap disapa Arya sering menangis tak henti-henti disertai demam tinggi. Melihat kondisi putranya yang kian parah kedua orang tua Arya, Septiawan (31 tahun) dan Indri (28 tahun) membawanya ke rumah sakit terdekat di daerah Tangerang Selatan.

Dokter mendiagnosa Arya mengidap hidrosefalus. Kedua orang tua Arya sangat terkejut karena tidak menyangka buah hatinya mengidap penyakit penumpukan cairan di rongga otak yang meningkatkan tekanan pada otak.

(Areya Mengidap Hidrosefalus)

(Arya Mengidap Hidrosefalus)

Sebelas bulan waktu berjalan, kurangnya biaya membuat Arya berobat secara tradisional. Ketika memasuki usia 13 bulan, kondisi Arya kian parah, tubuhnya membiru dan tak sadarkan diri selama dua pekan. Dengan berbekalkan uang pinjaman kepada kerabat dan tetangga, kedua orang tua melarikan Arya ke rumah RSUD Tarakan dan mendapat tindakan di ruang PICU.

Alhamdulillah, setelah tiga pekan menjalani perawatan di ruang PICU Arya kembali sadarkan diri. Dokter di rumah sakit juga memasang selang khusus untuk mengalirkan cairan otak ke rongga perut.

Kini Arya sudah memasuki usia 10 tahun, selang khusus masih terpasang dan kondisinya masih memprihatinkan, badanya kurus, kepala masih membesar, dan hanya bisa terbaling lemah di tempat tidurnya di rumah kontrakan Peninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

(Kondisi Terkini Arya)

(Kondisi Terkini Arya)

Minimnya penghasilan yang didapat membuat kedua orang tua Arya harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ditambah lagi ketika pandemi ayahnya Arya terpaksa di-PHK dari tempat kerjanya, kini ia hanya kerja serabutan dengan penghasilan yang tak tentu dan pengobatan Arya pun terhenti.

Mendapati hal ini, sang ibu ingin sekali ikut membantu mencari nafkah, namun melihat kondisi putranya yang sedang sakit ia hanya bisa fokus menjaga buah hatinya dan terus berikhtiar untuk kesembuhannya.

Untuk mengurangi beban biaya berobat Arya dan kebutuhan sehari-hari keluarganya dalam beberapa bulan ke depan, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui Program Sedekah Kemanusiaan (SK).

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.46.500.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #SK #SedekahKemanusiaan

Arya, Anak Penderita Hidrosefalus Berjuang Melawan Sakit

Update #1: Perlahan Kondisi Arya Mengalami Perubahan

Kondisi pandemi covid-19 mambuat sang ibu enggan untuk membawa Arya (10 tahun) untuk terapi di rumah sakit, khawatir jika putranya tertular karena kondisi fisik yang lemah. Ikhtiar lain yang dilakukannya adalah dengan membawa Arya terapi di tempat alternatif/pijat khusus syaraf. Sejak awal Januari 2021 sang ibu membawanya terapi alternatif. Perlahan kondisi badan Arya mengalami perubahan, saat ini kondisi badan tidak sekaku sebelum ia menjalani terapi alternatif.

(Arya dan Ibundanya)

(Arya dan Ibundanya)

“Terapi setiap bulan sekali, Alhamdulillah ada sedikit perubahan pada badan Arya,” ujar sang Ibu.

Selain digunakan untuk biaya terapi, donasi yang diterima digunakan untuk membeli kebutuhan lain yang sama pentingnya untuk Arya. Kebutuhan akan susu formula sangat penting bagi Arya, dalam satu bulan saja Arya bisa menghabiskan tiga dus susu 850 gram. Selain dibelikan susu, orang tua Arya juga menambah asupan vitamin dari obat-obatan herbal dan popok.

(Kondisi Arya Kini)

(Kondisi Arya Kini)

Orang tua Arya sangat bersyukur atas bantuan yang ia dapat bagi putranya. Salam teriring doa tak henti-hentinya terucap dari lisan sang ibu, karena hanya itu yang bisa ia berikan untuk membalas kebaikan para donatur dan tim BWA.

“Terimakasih, saya tidak bisa membalas apa-apa, hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk donatur dan BWA,” tutup sang Ibu.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.