Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Astuti Tak Mau Menyerah Hadapi Kanker Serviks Demi Empat Anaknya

(Dwi Astuti sedang menjalani perawatan)

Kanker serviks saat ini menjadi momok bagi kaum wanita, sebab di Indonesia sendiri kanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Itu pula yang saat ini di alami oleh Endar Dwi Astuti (39 tahun) dan mulai memasuki stadium 2 (dari empat stadium).

Pasca melahirkan anak yang keempat pada September 2018, Endar mengalami pendarahan selama dua bulan setelah bersalin. Hal itu tentu membuat Muhammad Erwinsyah (42 tahun/suami) sangat khawatir akan kondisi istrinya.

Erwin membawa Endar melakukan pemeriksaan medis di RS Buah Hati Ciputat. Setelah mendapat tindakan medis akhirnya pendarahan itu berhenti. Akan tetapi rasa nyeri yang sangat terasa sakit mulai muncul pasca terhentinya pendarahan.

Tidak sampai di situ, selain rasa nyeri yang semakin menjadi kondisi Endar mulai memburuk karena berat badan yang menurun secara drastis. Hal ini tentu  membuat Erwin sangat khawatir dengan kondisinya.

Karena takut semakin memburuk, akhirnya Erwin kembali memeriksakan istrinya ke rumah sakit. Setelah mendapatkan pemeriksaan, dokter memvonis bahwa ada gejala kangker pada rahim Endar.

Karena terfokusnya Erwin merawat Endar hingga membuat Sarah Azzahra Kamila (7 bulan/anak keempat Erwin-Endar) sedikit terabaikan. Hingga mereaka memutuskan untuk pulang ke kampung sang istri di Yogyakarta. Dengan harapan Sarah dapat diurus oleh neneknya. Mereka juga memutuskan agar pengobatan di lakukan di Yogyakarta saja, karena biar bagai manapun perasaan sang ibu tidak ingin meninggalkan sang bayi, meskipun Endar juga memahami kondisinya juga sedang tidak baik.

Mereka kembali melakukan pengecekan medis di salah satu klinik yang ada di Yogyakarta. Hasil pengecekan menyimpulkan rahim Endar sudah memasuki stadium 2 kanker serviks. Mendengar berita ini sudah pasti membuat mereka berdua terkejut dan diliputi rasa khawatir dengan bayang-bayang biaya perawatan dan pengobatan yang tentunya sangat mahal.

Walaupun begitu, Dwi Astuti tetap optimis bisa sembuh. Dia akan terus berjuang sampai Allah memberi keputusan yang terbaik. Dwi Astuti selalu berdo’a agar segera diberi kesembuhan supaya bisa maksimal mengurus suami dan ke empat anaknya lagi.

Erwin saat ini bekerja sebagai buruh di salah satu konveksi yang ada di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Penghasilan yang diperoleh tentu belum bisa mencukupi semua kebutuhan berobat istrinya di rumah sakit, apalagi salah satu anaknya ada yang duduk di bangku sekolah dasar yang juga membutuhkan biaya untuk terus bersekolah.

Untuk mengurangi beban keluarga Endar, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga penyakit Endar dapat diobati secara optimal dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan :

Rp 200.000.000

Partner Lapang : 

Wahyu

Astuti Tak Mau Menyerah Hadapi Kanker Serviks Demi Empat Anaknya

Update #1: Perjuangan Ibu Astuti Melawan Kanker Serviksnya Kini Telah Usai

Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un, tim Sedekah Kemanusiaan (SK) Badan Wakaf Al Qur’an mendapat kabar duka dari Muhammad Erwinsyah (42 tahun) suami dari Ibu Endar Dwi Astuti (39 tahun) beliau mengabarkan bahwa istrinya telah menghembuskan nafas terakhirnya pada ahad (7/12) pukul 17:00 di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Menurut penuturan Erwin, sel-sel kanker yang diderita oleh istrinya sudah menjalar dan merusak sistem kerja ginjalnya, sehingga Endar (Alm) harus rutin menjalani cuci darah setiap dua minggu sekali. Namun Allah SWT memiliki kehendak lain, Endar kembali setelah berjuang melawan penyakit kanker serviks yang ia derita, setelah sebelumnya mendapat tindakan medis di ruang IGD karena mengalami nyeri yang amat sangat di sekitar perut hingga pinggangnya.

(Ibu Astuti dimakamkan di Yogyakarta)

Pihak keluarga tentu merasa sangat kehilangan, terlebih bagi suami dan anak-anaknya yang masih kecil. Endar (Alm) dikebumikan tidak jauh dengan rumah kedua orang tuanya yang ada di Jl. Purbayan, Purbayan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Semoga penyakit yang diderita Endar Dwi Astuti (Alm) menjadi pengugur dari dosa-dosa dan untuk keluarga yang telah ditinggalkan semoga tetap tabah dan sabar terhadap ketetapan yang Allah SWT tetapkan.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.