Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Ayah dan Kakak Kesulitan Mencari Nafkah, Nona Terancam Putus Sekolah

Sejak ayahanda Robby A Luhulima (53 tahun) di-PHK dari bengkel tempat kerjanya setahun lalu, Nona Mutiara Aprilliyanti (17 tahun) yang kini duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Kejuruan di Jakarta terancam putus sekolah. “Ayah sudah mencoba melamar ke beberapa teman-temannya namun belum mendapatkan pekerjaan tetap lagi, dan kini hanya serabutan saja,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

Nona Mutiara Aprillianti sedang belajar bersama Adik

Untung saja kakanda Frans Dio Luhulima (21 tahun) diterima bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sehingga biaya sekolah Nona dan adiknya dapat dipenuhi. Namun sejak Frans mengalami kecelakaan pada 1 Mei 2017 lalu, anak nomor satu dari tiga bersaudara itu tidak dapat mengendarai motor lagi alias nganggur.

Walhasil, jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan sehari-haripun Nona sekeluarga harus benar-benar berhemat. “Dan rasanya kalau untuk jajan mungkin sudah tidak kepikiran lagi bagi kami, saya sendiri yang sedari Sekolah Dasar sudah diajari ibu mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan kebutuhan harian sekolah kini terancam tak dapat melanjutkan sekolah,” ungkapnya.

Robby yang sudah tua dan sakit-sakitan berpesan.  “Jikalau nanti memang sudah tidak ada biaya untuk sekolah lagi maka terpaksa adik saya yang paling bungsu sekolahnya berhenti dahulu dan saya yang menjadi tumpuan untuk menyelesaikan sekolah karena sebagai anak perempuan yang paling besar kelak saya akan menjadi tulang punggung bagi keluarga,” ungkap Nona sedih.

Sedangkan ibunda Ralindrayanti (51 tahun) yang berprofesi sebagai pemulung tidak dapat berbuat banyak untuk biaya sekolah Nona, penghasilannya dapat untuk makan sehari-hari saja sudah sangat bagus.

“Saya berharap bahwa saya dapat meneruskan sekolah dan menyelesaikannya hingga tamat tidak ada hal lain yang dapat saya pikirkan lagi mungkin dengan berbekal minimal ijazah SMK kejuruan itulah kelak saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ungkap warga Kampung Baru Jatibening Baru Pondok Gede Kota Bekasi yang kadang ikut memulung sepulang sekolah.

Untuk mengurangi beban hidup Nona sekeluarga, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi, sehingga Nona dapat meneruskan sekolah untuk menggapai cita-citanya dan kita semua mendapat pahala dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan:

Rp 6.000.000  (Tunggakan Sekolah 1.152.000, Spp untuk 1 th kedepan 250.000@12, dan Perlengkapan Sekolah)

Mitra Lapang:

Weli Kurniawan

Ayah dan Kakak Kesulitan Mencari Nafkah, Nona Terancam Putus Sekolah

Update #1. Hampir Putus Sekolah, Kini Nona Susah Lulus

Nona Mutiara Aprilliyanti Luhulima (18 tahun) tinggal di jl.H.Toko Kelapa,Duren Sawit, Jakarta Timur telah menyelesaikan sekolahnya di SMK Budi Mulia Utama Jakatra Timur.

Berasal dari keluarga yg tidak mampu, Nona hampir putus sekolah. Alhamdulillah berkat bantuan dari para donatur Badan Wakaf Al Qur’an (BWA), Nona bisa melanjutkan sekolah dan menyelesaikan sekolahnya dengan baik.

Ralindrayanti (51 tahun), Ibunda Nona sangat berterima kasih karena anaknya telah dibantu. Selama ini Ibu Yanti tidak mampu membayar sekolah anaknya karena penghasilannya dari buruh cuci tidak mencukupi.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada para donatur yg sudah memberikan hartanya untuk membantu Nona menyelesaikan sekolahnya, semoga rezeki Bapak/Ibu tambah barokah, selalu dalam lindungan Allah.”

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.