Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Ayo, Dukung Tanam Mangrove di Pesisir Desa Pantai Bahagia untuk Atasi Abrasi dan Banjir Rob!

Ayo, Dukung Tanam Mangrove di Pesisir Desa Pantai Bahagia untuk Atasi Abrasi dan Banjir Rob!

Masyarakat Kampung Beting kini sedang berjuang mengatasi masalah lingkungan yang membelit kehidupan mereka. Wilayah yang termasuk dalam administrasi Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Utara ini kerap mengalami banjir rob. Yaitu, banjir yang terjadi karena masuknya air laut ke daratan lantaran permukaan air laut lebih tinggi dari bibir pantai.

Kehidupan di Kampung Beting diwarnai dengan pemandangan yang memprihatinkan. Banyak rumah sepi tak berpenghuni. Jalan-jalan sekitar kampung rusak karena tergerus genangan air laut. Masyarakat mencoba bertahan dengan mengandalkan tanggul-tanggul sementara yang mereka bangun untuk menahan masuknya air laut ke pemukiman penduduk ketika air air pasang tiba.

(Kampung Beting, Muara Gembong)

Banjir rob sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Anak-anak tidak datang ke sekolah karena bangunan dan jalan yang dilalui ikut terendam air. Tambak-tambak udang yang menjadi andalan ladang pencaharian bagi warga, menjadi rusak. Kala banjir datang banyak udang hanyut terbawa arus air. Panen pun terganggu, akibatnya para pemilik dan pekerja tambak tidak mendapatkan penghasilan.

Bertahun-Tahun Masyarakat Dilanda Was-Was, Khawatir Banjir Rob Bertambah Parah

Bayangan buruk berkelebat setiap saat, karena melihat langsung betapa banjir rob yang diawali dengan kejadian abrasi pada tambak-tambak di pantai telah memusnahkan beberapa wilayah di sekitar Kampung Benting. Hingga kini terdapat empat kampung yang hanya tinggal nama, ditinggalkan warganya karena telah terendam air laut secara permanen.

(Dampak Banjir Rob yang Melanda)

Bila dibiarkan Kampung Beting sepertinya akan bernasib sama, tidak nyaman dan tidak aman lagi dihuni. Warga perlu pindah ke tempat yang lebih tinggi atau jauh dari pinggir pantai. Tetapi proses relokasi membutuhkan biaya. Orang-orang yang memiliki uang sudah berangsur pergi meninggalkan kampung halamannya. Mereka membeli pemukiman baru di tempat lain. Sementara bagi yang mengalami keterbatasan ekonomi, terpaksa bertahan dalam keadaan yang sulit.

Penanaman Mangrove

Kondisi ini membuat masyarakat di lingkup Desa Pantai Bahagia merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu. Kampung Beting harus diselamatkan. Mereka tidak ingin kejadian hilangnya kampung-kampung di pesisir Desa Pantai Bahagia terulang kembali.

Warga masyarakat Desa Pantai Bahagia di bawah payung Kopdarwis Alibata (Kelompok Sadar Wisata Aliansi Pemuda Pemudi Bahagia Tangguh) secara bersama-sama bergerak melakukan penanaman kembali pohon mangrove (bakau) di lokasi yang terkikis akibat abrasi. Kopdarwis Alibata sudah mulai bergerak sejak 2016 dengan aktif melakukan edukasi tentang pentingnya menanam mangrove kepada seluruh elemen masyarakat.

(Kegiatan Penanaman Mangrove)

Kini hasilnya sudah mulai terasa. Sebagian rumah yang dulu langsung dihantam gelombang ombak kini sudah terpagari dengan keberadaan tanaman mangrove yang bisa menahan air mengalir ke pemukiman. Pohon mangrove ini juga dapat mengurangi tingkat sendimentasi, karena akar-akar mangrove dapat menahan lumpur yang terbawa arus laut.

Hingga kini baru sekitar 30 persen wilayah pesisir Desa Pantai Bahagia yang sudah ditanami mangrove oleh Kopdarwis Alibata. Mereka tidak bisa bergerak optimal karena terkendala dana. Untuk pembibitan dan perawatan mangrove membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga kemanusiaan untuk bisa melakukan penanaman mangrove di seluruh wilayah pesisir desa. Sementara belum ada bantuan resmi dari pemerintah setempat untuk mengatasi masalah ini.

(Mangrove untuk Cegah Abrasi)

Penanaman mangrove bukan hanya dapat meminimalisir dampak abrasi dan menambah kesejahteraan warga Desa Pantai Bahagia, melainkan juga dapat melestarikan konservasi biota laut. Namun upaya ini perlu dilakukan dengan cepat, masif, dan sedini mungkin, karena proses dari penanaman bibit mangrove hingga mampu menghambat abrasi pantai membutuhkan waktu yang cukup panjang. Semakin cepat penanaman mangrove dilakukan maka akan semakin cepat pula banjir rob teratasi.

Karena itulah Badan Wakaf Al Quran (BWA) mengajak para donatur untuk bersama-sama menggalang dana guna membantu kegiatan Kopdarwis Alibata mengatasi abrasi dan banjir rob di wilayahnya, terutama Kampung Beting yang terancam hilang. Pada tahap awal kami meremcanakan untuk menanam 25.000 bibit mangrove di 21/2 hektar kawasan yang rusak.

Semoga Allah SWT meridhoi niat baik ini, dan membalasi kebaikan para wakif dengan curahan rahmat dan kasih sayang-Nya.

 

Nilai Sedekah yang Dibutuhkan:

Rp.491.150.000

Partner Lapangan:

Kang Aca (Anggota Kopdarwis Alibata)

 

#BWA #InovasiWakaf #SK #SedekahKemanusiaan #PesisirMuaraGembong

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.