Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Ayo Kita Bangun Hunian Sementara (Huntara) Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Ramadhan bulan penuh berkah yang dinanti oleh setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali saudara-saudara muslim kita yang tinggal di Palu. Umat Islam Palu juga sedang menunggu datangnya bulan Ramadhan. Namun, pada bulan Ramadhan tahun ini sepertinya mereka harus lebih bersabar. Karena kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana gempa dan stunami 6 bulan yang lalu belum benar-benar terselesaikan.

Dampak bencana gempa dan tsunami pada tanggal 28 September 2018 masih nampak jelas. Meskipun sudah 6 bulan berlalu, masih banyak masyarakat yang tinggal di tempat-tempat pengungsian atau bahkan di tenda-tenda pengap dan sempit. Selain dampak fisik yang terlihat jelas, ada juga dampak psikis yang masih dirasakan oleh masyarakat. Trauma, duka, takut, sedih, khawatir hingga putus asa masih masih mewarnai hari-hari mereka. Terlebih bagi korban yang kehilangan keluarga atau harta benda mereka.

Harapan mereka kembali tumbuh ketika BWA mencanangkan program pembangunan Huntara (Hunian Sementara) bagi korban bencana di Palu. Alhamdulillah, 67 Huntara telah berhasil direalisasikan pada tahap pertama pembangunan.

(Proses Pembangunan Huntara di Palu)

(Proses Pembangunan Huntara di Palu)

Rasa syukur juga tak henti diucapkan para penerima bantuan huntara, seperti Zahrudin (32 tahun). Dia mengaku sangat bahagia karena  telah mendapat bantuan Huntara di Jl. Merak, Kelurahan Birobuli, Kecamatan Palu Selatan. Tepat di lokasi rumahnya yang roboh akibat bencana gempa Palu. Kini dia dan keluarganya sudah memiliki tempat tinggal sendiri, sehingga tak harus berdesak-desakan di pos pengungsian. Zahrudin berjanji akan merawat dan memanfaatkan Huntara tersebut dengan baik, agar pahalanya terus mengalir kepada para donatur yang telah membantunya.

(Salah Satu Huntara yang Telah Selesai Dibangun)

(Salah Satu Huntara yang Telah Selesai Dibangun)

Masih banyak korban gempa yang harus tinggal di pos pengungsian dan tenda-tenda pengap untuk berlindung dari terik mentari dan dinginnya malam. Mereka harus rela menjalani hidup dalam keterbatasan dan kekurangan.  

Oleh karena itu, Badan Wakaf Al-Qur’an kembali mengajak seluruh kaum muslimin untuk turut membantu saudara-saudara kita di Palu. Untuk kali direncanakan sebanyak 200 huntara akan dibangun bagi warga korban gempa dan tsunami di Palu. Bersama-sama mari merealisasikan Huntara untuk mereka sebagai tempat berlindung dari panas mentari dan dinginnya malam. Semoga donasi yang kita sisihkan untuk membangun Huntara bagi mereka dibalas dengan Allah dengan pahala yang berlipatganda. Mari bersama kita bangun Huntara bagi saudara kita di Palu.

 

Partner Lapang : 

Ustadz Sardi

 

Dana yang dibutuhkan

Rp. 6.000.000.000 (200 Huntara, @30.000.000)

Ayo Kita Bangun Hunian Sementara (Huntara) Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Update #1: Tinggal Di Tempat Darurat, Masih Banyak Korban Gempa Palu Membutuhkan Huntara

Sudah lebih dari satu tahun berselang, dampak pahit peristiwa gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu dan sekitarnya tanggal 28 September 2018, masih dirasakan masyarakat hingga sekarang.  Di Palu banyak dijumpai keluarga-keluarga korban gempa yang masih menumpang di rumah kerabat atau tinggal di tempat-tempat darurat yang jauh dari kata layak. Mereka tinggal di bangunan seadanya yang dibuat di atas bekas puing-puing rumah-rumah mereka sendiri, dan entah bertahan sampai kapan.

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) tergerak membantu mengatasi persoalan ini dengan membuatkan hunian sementara (huntara) yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Huntara ini dibangun di atas lahan milik masing-masing warga, dengan biaya masing-masing unit sekitar Rp30 juta. Kegiatan ini sudah dimulai beberapa waktu lalu. Pada tahap pertama didirikan sebanyak 67 Huntara, di antaranya berada di Kelurahan Birobuli, Kecamatan Palu Selatan.

(Huntara yang Sudah Selesai Dibangun)

(Huntara yang Sudah Selesai Dibangun)

Saat ini BWA berencana untuk membantu mendirikan huntara di wilayah Mamboro, sebuah perkampungan nelayan di Kecamatan Palu Utara. Daerah ini terkena dampak gempa dan tsunami yang cukup berat. Disini terdapat sekitar 200 keluarga yang membutuhkan huntara. Salah satunya keluarga Pak Urfan, yang sebelum peristiwa nahas itu tinggal bersama mertuanya di Mamboro. Berbagai kendala yang dihadapi menyebabkan Pak Urfan tidak bisa memboyong keluarganya ke huntara yang disediakan pemerintah. Ia lebih memilih membawa istri, anak, dan mertua menumpang tinggal di rumah kerabatnya sampai rumah mereka berdiri kembali.

(Huntara Sudah Ditempati oleh Para Warga)

(Huntara Sudah Ditempati oleh Para Warga)

BWA mengajak para wakif untuk bersama-sama mewujudkan huntara bagi masyarakat Palu, khususnya di Mamboro. Semakin cepat pembangunan huntara terealisasi, akan semakin cepat pula manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Mereka sudah terlalu lama diliputi kesusahan dan ketidakpastian. Insya Allah bantuan pembangunan huntara dari para wakif ini memberikan secercah harapan untuk bangkit kembali menata kehidupan. Dan semoga Allah Subhanahuwata’aala membalasi partisipasi para wakif dengan kebaikan berlipat ganda.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.