Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Bangkitkan Mental Recovery Palu dengan Wakaf Al-Quran dan Pembinaan.

Kakak, Jangan Pulang nanti kami sama siapa??

MasyaAllah sejak di dirikan tenda posko di halaman Masjid Agung kota Palu memberi banyak kenangan cerita bagi relawan dan masyarakat korban gempa dan tsunami palu.

Serangkaian kegiatan mulai dari penanganan medis, distribusi logistik, dan mental recovery telah berjalan sejak tanggal 4 Oktober 2018 lalu.

Korban tidak hanya di rasakan oleh orang dewasa saja, namun juga banyak dari adik-adik bahkan ada juga yang kehilangan orang tuanya.

Rasanya sangat sulit bagi mereka (adik-adik) untuk melupakan kejadian tersebut, rasa kehilangan kasih sayang orang tua, rasa dinginnya malam saat tinggal di tenda pengungsian yang hanya beralaskan tikar, dan kondisi khawatir saat ingin tidur kerap mereka rasakan ketika terjadi getaran bumi, bahkan ada juga adik-adik yang terbawa cemas jika melihat segerumunan orang teriak dan berlari. Bagi anak-anak rasa trauma ini sangat sulit untuk di lupakan.

Seiring berjalannya waktu di pengungsian kami tim Badan Wakaf Al-Quran dan Relawan Islam Selamatkan Negeri senantiasa mengajak adik-adik untuk berkumpul, makan bersama, bercerita,  mengajak bermain dan mengaji tadarus Qur’an. Sayangnya waktu itu kami dari Jakarta hanya dapat membawa 40 Mushaf Al-Quran dan 20 Iqra, sehingga Al-Quran dan Iqra itupun di pakai bergiliran bahkan jika waktu maghrib tiba, anak-anak sudah lebih dahulu berebutan dan mengambil posisi perhalaqoh untuk lebih dahulu mengaji.

Tim relawan kami saling berganti tiap minggunya sehingga banyak dari adik-adik yang sudah merasa nyaman dengan kakak-kakak relawan enggan untuk di tinggal pergi. Rasa haru dan tangispun bercampur aduk ketika para relawan ijin untuk pulang ke kampung halamannya.

Pasca gempa dan tsunami kebutuhan untuk Al-Quran sendiri sudah sangat mendesak, karena hampir di setiap tempat pengungsian tidak terdapat Al-Quran.

Al-Quran menjadi salah satu penguat aqidah dan keimanan masyarakat muslim di palu agar senantiasa mengingat Allah SWT pasca kejadian gempa dan tsunami di Palu.

Oleh karena itu BWA bersama partner lapang dan ustadz setempat melanjutkan Program Mental Recovery dengan semakin menggalakkan kajian keIslaman di tiap-tiap posko pengungsian korban gempa & tsunami Palu.

Dalam program tersebut dibutuhkan sekitar 40.000 Al-Quran. Untuk menyukseskan program pemulihan mental korban gempa & tsunami, melalui Program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP), BWA menggalang wakaf Al-Qur’an dari kaum Muslimin. Sehingga keimanan dan ketakwaan korban gempa & tsunami bertambah dan kita juga mendapat pahala berlimpah. Aamiin.[] 

Biaya yang di Butuhkan

Rp 4.000.000.000

Partner Lapang

Ustd. Sardi

Bangkitkan Mental Recovery Palu dengan Wakaf Al-Quran dan Pembinaan.

Update #3 Komunitas Masjid An Nabhawi bersama BWA membagikan Wakaf Al-Quran di Camp Pengungsian.

Senin 11/3/2019 ini adalah distribusi Wakaf Al-Qur'an pertama kami di wilayah Palu bersama dengan para wakif perwakilan dari Muslimat Masjid An Nabawi Banjar Wijaya - Tangerang, Banten.

Tepat jam 12.10 rombongan wakif sampai di bandara SIS Al-Jufri Palu bersama dengan team BWA, langsung saja team BWA membriefing sedikit untuk teknis pembagian Wakaf Al-Qur'an.

Cuaca siang itu memang panas, namun kami melihat begitu semangatnya para wakif yang kami ajak ini untuk mengikuti langsung kegiatan pendistribusian Wakaf Al-Quran. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Masjid Agung kota Palu.

Saat team BWA mendatangi Masjid Agung kota Palu yang dibangun sejak tahun 1978 tersebut, kerusakan terlihat dari luar masjid. Keramik di lantai masjid yang retak, lampu taman yang bengkok, pohon-pohon yang roboh menjadi gambaran awal kondisi Masjid Agung kota Palu pasca gempa dan tsunami 6 bulan yang lalu. Kami melihat saat ini masih ada sekitar 200 lebih Kepala Keluarga yang bertahan di halaman masjid Agung kota Palu.

Sesampainya di masjid kami sholat setelah itu mulai membuka dus mushaf Al-Quran, rupanya kabar kami akan membagikan Al-Quran sudah tersebar di camp pengungsian. Mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu berlarian mendatangi kami menunggu di bagikannya Al-Qur'an.

Pasalnya memang semenjak kedatangan tim BWA 6 bulan yang lalu, saat kejadian gempa dan tsunami team hanya membawa 40 mushaf untuk mental recovery dan trauma healing. Namun tak disangka ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi akan kebutuhan Al-Quran.

Setelah itu kami bertemu dengan adik-adik korban bencana, langsung adik-adik berlarian mengerumuni kami meminta Al-Quran. Ustad bagi Al-Qur'annya kami ngaji kami ngaji sahut adik-adik. Selain membagikan Wakaf Al-Quran ibu-ibu dari Komunitas Muslimat Masjid An- Nabawi Banjar Wijaya juga memberi hadiah donasi untuk adik-adik, siapa yang bisa baca satu surat Al-Qur'an dikasih hadiah. Sejenak suasana semakin ramai menunggu giliran hafalan. Alhamdulillah rupanya banyak juga adik-adik kita ini yang hafal surat-surat pendek.

Selain membagikan Al-Quran, kami juga mendatangi camp pengungsian untuk melihat bagaimana suasana kondisi di dalamnya. Rupanya masih banyak diantara mereka yang tidur beralaskan kasur seadanya. Panas dan dinginnya suhu udara sudah sering mereka rasakan hal ini menjadi keperihatinan bagi para wakif yang kami ajak, beberapa wakif kami sedih melihat kondisi saudara muslimnya hidup memprihatinkan, Semenjak adanya tim relawan Islam Selamatkan Negeri yang bersinergi dengan Badan Wakaf Al-Quran kini mulai rutin di adakan kegiatan maghrib mengaji.

Update #2 Distribusi tahap #1 dan Harapan warga Muallaf desa Wamance terhadap Wakaf Al-Quran dan Pembinaan.

6 bulan sudah.. Bencana Tsunami menerjang Kota Palu, Sigi, Donggala, dan daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah, namun kenangan buruk akan bencana itu masih membekas di ingatan warga Palu.

Perlahan korban gempa dan tsunami ini mulai kembali memupuk harapan. Kota Palu mulai bangkit pasca-bencana gempa, likuifaksi dan tsunami.  Roda perekonomian mulai bergerak perlahan. Pasokan makanan kembali normal, transportasi umum, kios kios sudah buka, bahkan restaurant hingga swalayan sudah normal di Kota Palu. Kegiatan di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, perlahan normal setelah sempat lumpuh pasca gempa dan tsunami.

Kendati demikian, saat kita menengok Halaman Masjid Agung Darussalam, Palu, Sulawesi Tengah, disini masih dipadati warga pengungsi akibat bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi. Lokasi ini salah satu dimana titik titik pengungsi masih bertahan di tenda. Rumah mereka sudah tidak ada dan juga belum jelas dimana mereka akan direlokasi dibangunkan hunian.

Hal ini lah yang menggerakan hati Komunitas Pengajian Wanita dari Masjid An-Nabawi, Tanggerang Selatan untuk terjun langsung melihat kondisi pengungsi Selasa 12 Maret 2019 ini.

Bekerjasama dengan Badan Wakaf Al-Quran, Ibu-Ibu ini mengunjungi tenda demi tenda dan berdialog dengan beberapa pengungsi. Selain itu Badan Wakaf Al-Quran dan juga Komunitas Jemaah Masjid An-Nabawi Banjar Wijaya ini membagikan Wakaf Al-Quran untuk warga. Harapannya agar para pengungsi yang mayoritas Muslim ini tetap dapat membaca Al-Quran karena Quran yang mereka miliki sudah hilang saat tsunami menerjang.

Setelah dari Masjid Agung kota Palu, team BWA bersama Komunitas Masjid An-Nabawi Banjar Wijaya juga menyempatkan diri mengunjungi para Muallaf di Desa Wemance, kabupaten Sigi. Sulawesi Tengah.

Di desa inilah beberapa warganya sering berpindah agama. Memang agak sulit tinggal di daerah yang minoritas muslim di tambah minimnya pembinaan kepada masyarakat muslim di desa tersebut. Besar harapan masyarakat desa Wemance mendapatkan pembinaan Islam secara rutin agar dapat memperkokoh akidah keislaman mereka.

Alhamdulillah selain membagikan Wakaf Al-Quran dan donasi dari Komunitas Jemaah Masjid An-Nabawi Banjar Wijaya kami juga memberi motivasi agar para muallaf di daerah ini dapat terus kokoh didalam islam dan tetap istqomah menjalani hidup.

Di tahap #1 ini Alhamdulillah kami telah mendistribusikan Wakaf Al-Quran sebanyak 20.000 Mushaf Al-Quran di 273 titik distribusi. Rupanya di distribusi tahap #1 ini masih banyak masyarakat yang belum kebagian Al-Quran ayo bangkitkan Palu dengan Wakaf Al-Quran dan Pembinaan.

 

Update #1 Penantian Yang Membahagiakan

Untuk pengiriman Al-Qur’an Wakaf ke Palu, BWA bekerja sama dengan PT. Galena Logistic cabang Karawang. Oleh PT. Galena, Al-Qur’an tersebut di bawa ke Palu melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, selanjutnya diangkut dengan kapal Kargo.

Alhamdulillah, walau harus menghadapi cuaca buruk kapal kargo yang membawa Al-Qur’an Wakaf akhirnya tiba di pelabuhan Pantolan – Palu pada tanggal 19 Februari 2019. Namun kontainer Al-Qur’an belum bisa diturunkan (bongkar) dari kapal, karena masih harus menunggu antrian jadwal  bongkar muat yang memerlukan waktu 3-4 hari, di samping waktu dooring (pengantaran) ke alamat tujuan juga membutuhkan waktu 1-2 hari.

Tepat tgl 25 Februari 2019 kontainer sampai di gudang penyimpanan, yang diterima oleh partner lapang BWA yaitu ust Sardi, serta dilakukan pemindahan dari kontainer ke gudang yang membutuhkan waktu hampir 4 jam. “Proses pembongkaran dan pemindahan bok-bok Al-Qur’an tersebut sangat lama dan menguras tenaga kami, namun kami semua senang melakukannya” Ucap ust. Sardi

“Dengan sampainya ribuan Al-Qur’an di Palu terjawab sudah penantian yang panjang dan melelahkan ini memberikan harapan baru bagi kami warga Palu, Donggala dan Sigi. Karena sejak bencana menimpa wilayah kami, jangankan Al-Qur’an dan kitab-kitab yang lain, rumah, gedung dan bangunan yang jauh lebih besarpun hancur dibuatnya. Dan sejak itu pula kami tidak bisa membaca dan mengajarkan Al-Qur’an kepada warga Muslim, semoga dalam waktu dekat ini kami diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk mendistribusikan ribuan Al-Qur’an tersebut ke tangan kaum Muslim” Pungkasnya.

WAP. Palu ini masih membutuhkan Al-Qur’an Wakaf dari Anda sekalian, mari bersama BWA membantu membangkitkan masyarakat Palu, Donggal dan Sigi dengan Al-Qur’an.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 4.000.000.000



38.72%
butuh Rp. 2.451.300.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.