Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Bantu Azizah, Seorang Office Girl Agar Tetap Kuliah

 

Kata lelah sepertinya sudah dihapus dalam kamus hidup Nur Azizah Aisyah. Mahasiswi STIAMI Depok semester 2 tersebut menjadi office girl sebuah kantor di Tanah Abang, Jakarta, agar bisa membiayai kuliahnya.

Pukul 4 dini hari, gadis berusia 20 tahun ini sudah berjalan kaki dari tempat indekosnya di dekat kampus menuju Stasiun Depok Lama agar tak terlambat masuk kerja pukul 7 pagi. Tepat 5 sore, ia segera bergegas kembali ke Depok untuk kuliah kelas karyawan program Strata 1 jurusan Pariwisata hingga pukul 10 malam.

Gadis asal Medan tersebut bekerja keras karena ingin membahagiakan dan membantu orang tua dan belajar di perguruan tinggi agar kelak mendapat ilmu bermanfaat bagi pendidikan anak-anaknya nanti.  

Namun karena penghasilan dan pengeluaran tak seimbang, Nur Azizah sering menunggak iuran kuliah. Sebagian dari penghasilannya Ia gunakan untuk membantu biaya hidup Ibunya di kampung karena Ayahnya, Zulfahmi sudah lama meninggal dunia.

(Nur Azizah menggunakan seragam kerja)

Untuk mengurangi beban keluarga Azizah, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) sehingga ia dapat menamatkan kuliah untuk menggapai cita-citanya dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Pertner Lapang

Edi Humaedi

Donasi yang dibutuhkan

Rp. 17.550.000,-

 

Bantu Azizah, Seorang Office Girl Agar Tetap Kuliah

Update #1: Wabah Corona Membuat Azizah di PHK

Wabah Virus Covid-19 atau terkenal juga dengan Corona, tidak hanya membahayakan nyawa namun juga mengguncang ekonomi Indonesia. Salah satunya dampaknya dirasakan oleh Nur Azizah Aisyah. Mahasiswi STIAMI Depok semester 4 tersebut bekerja menjadi Cleaning Servis pada sebuah kantor di Grogol, Jakarta Barat.

Namun sejak 3 Maret 2020 Azizah di PHK, sedangkan pekerjaan itulah yang menghidupi biaya kuliah, orangtua dan juga keperluannya sehari-hari.

Biasanya Azizah pukul 5 dini hari, sudah berjalan kaki dari tempat indekosnya menuju halte bus agar tak terlambat masuk kerja pukul 7 pagi. Tepat pukul 5 sore, ia segera bergegas ke kota Depok untuk kuliah kelas karyawan program Strata 1 jurusan Pariwisata hingga pukul 10 malam.

Gadis asal Medan ini pantang menyerah, walaupun sudah di PHK dan adanya Peraturan Social Distancing, kini Azizah mencoba sebagai penjahit masker di Cikampek. Mengandalkan mesin jahit tua yang sudah berumur puluhan tahun lamanya. Azizah menjahit hanya pesanan dari temannya yang memasarkan masker tersebut.

Ketika tim Indonesia Belajar menanyakan kenapa Azizah tidak memasarkan masker jahitannya, Azizah menjawab, “Saya tidak punya uang untuk membeli bahan dan toko bahan yang saya tahu semuanya pada tutup. Masker yang saya jahit ini semua bahannya dari teman dan saya menerima upah dari setiap selesai jahitan, namun hasil ini belum bisa membiayai kuliah saya”, ungkap Azizah.

Kerja kerasnya ini karena ingin membahagiakan dan membantu Ibunya, karena sang Ayah, Zulfahmi sudah lama meninggal dunia. Tujuan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi agar kelak mendapat ilmu yang bermanfaat dan memperbaiki karirnya karena Ijazah SMA yang dimiliki Azizah adalah Paket C, inilah yang membuat azizah sulit untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Jakarta.

Untuk mengurangi beban keluarga Azizah, kami mengajak kaum Muslimin untuk berdonasi melalui program Indonesia Belajar dari BWA. Dengan wujud peduli ini semoga Azizah dapat menamatkan kuliahnya dan untuk menggapai cita-citanya dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.