Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Bantu Azizah, Seorang Office Girl Agar Tetap Kuliah

 

Kata lelah sepertinya sudah dihapus dalam kamus hidup Nur Azizah Aisyah. Mahasiswi STIAMI Depok semester 2 tersebut menjadi office girl sebuah kantor di Tanah Abang, Jakarta, agar bisa membiayai kuliahnya.

Pukul 4 dini hari, gadis berusia 20 tahun ini sudah berjalan kaki dari tempat indekosnya di dekat kampus menuju Stasiun Depok Lama agar tak terlambat masuk kerja pukul 7 pagi. Tepat 5 sore, ia segera bergegas kembali ke Depok untuk kuliah kelas karyawan program Strata 1 jurusan Pariwisata hingga pukul 10 malam.

Gadis asal Medan tersebut bekerja keras karena ingin membahagiakan dan membantu orang tua dan belajar di perguruan tinggi agar kelak mendapat ilmu bermanfaat bagi pendidikan anak-anaknya nanti.  

Namun karena penghasilan dan pengeluaran tak seimbang, Nur Azizah sering menunggak iuran kuliah. Sebagian dari penghasilannya Ia gunakan untuk membantu biaya hidup Ibunya di kampung karena Ayahnya, Zulfahmi sudah lama meninggal dunia.

(Nur Azizah menggunakan seragam kerja)

Untuk mengurangi beban keluarga Azizah, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) sehingga ia dapat menamatkan kuliah untuk menggapai cita-citanya dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Pertner Lapang

Edi Humaedi

Donasi yang dibutuhkan

Rp. 17.550.000,-

 

Bantu Azizah, Seorang Office Girl Agar Tetap Kuliah

Update #2: Perjuangan Azizah Menyelesaikan Studinya di Masa Pandemi

Sempat di-PHK di kantor tempat sebelumnya bekerja, kini Nur Azizah bekerja sebagai karyawan outsourcing sebagai cleaning service di salah satu kantor pusat kementerian yang ada di Salemba, Jakarta Timur. Penghasilan yang didapat tergolong minim, bahkan Azizah, demikian ia akrab dipanggil, beberapa kali berpuasa senin kamis untuk mengirit pengeluaran.

Pada tanggal 22 juni 2021, tim IB BWA menyambangi kos-kosannya di daerah Setiabudi, untuk menyerahkan secara langsung donasi pendidikan dari program Indonesia Belajar BWA. Donasi tersebut ia langsung gunakan untuk membayar SPP Semester 6.

(Donasi Bantuan Pendidikan untuk Nur Azizah)

(Donasi Bantuan Pendidikan untuk Nur Azizah)

“Senang sekali. Sempat kebingungan karena kesulitan untuk membayar biaya kuliah. Saya tidak menyangka mendapatkan bantuan dari BWA. Akhirnya, kemudian, saya bisa melanjutkan kuliah lagi tanpa cuti. Sekarang tambah semangat untuk kuliah lantaran sudah dibantu oleh BWA dan para donatur. Saya tidak mau menyia-nyiakan bantuan ini,” kata Azizah.

“Terima kasih kepada BWA yang tidak pernah lelah dalam membantu orang yang membutuhkan uluran tangan dan bekerja keras dalam mencari wakif/donatur. Semoga BWA semakin sukses dan bisa membantu orang-orang seperti Azizah,” ucap Azizah.

“Terima kasih sudah mendonasikan sebagian hartanya kepada orang-orang seperti Azizah. Semoga senantiasa sehat dan dapat rezeki yang berkah,” sambung Azizah.

Nur Azizah masih aktif sebagai Koordinator Kampus dalam Himpunan Mahasiswa Pariwisata di Institut STIAMI Jakarta, tempat ia berkuliah. Sebulan sekali ia mengadakan rapat untuk koordinasi bencana dan rencana aksi bantuan sosial.

Sekarang Azizah sudah duduk di semester 6. Prestasinya termasuk memuaskan, IPK-nya hingga semester 5 mencapai 3,66. Namun proses kuliahnya sempat terhambat karena ponselnya rusak dan tidak bisa digunakan, padahal proses pembelajaran kini lebih sering dilakukan secara daring, mengingat pandemi covid-19 yang masih tinggi. Azizah pun terpaksa menggunakan ponsel kakaknya secara bergantian.

“Azizah berharap bahwa apa yang Azizah terima dapat bermanfaat untuk para donatur. Semoga kedepannya Azizah dapat menjadi donatur yang dapat membantu teman-teman di sekeliling yang bernasib seperti Azizah. Bisa membantu banyak orang dan membahagiakan orang tua. Berharap dapat menjadi Menteri Parekraf RI. Ingin terlibat dalam memajukan kepariwisataan tanah air. Ikut prihatin melihat kondisi saat ini yang terpapar pandemi. Berharap masyarakat yang tinggal di destinasi wisata dapat diberikan pembekalan terkait langkah-langkah merawat destinasi wisata, menumbuhkan kepedulian pada wisatawan yang datang, mengembangkan kemampuan dalam melayani orang (tidak asal pasang harga), dan meningkatkan kemampuan bahasa internasional, supaya mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara agar lebih efektif dan efisien,” ujar Azizah.

Update #1: Wabah Corona Membuat Azizah di PHK

Wabah Virus Covid-19 atau terkenal juga dengan Corona, tidak hanya membahayakan nyawa namun juga mengguncang ekonomi Indonesia. Salah satunya dampaknya dirasakan oleh Nur Azizah Aisyah. Mahasiswi STIAMI Depok semester 4 tersebut bekerja menjadi Cleaning Servis pada sebuah kantor di Grogol, Jakarta Barat.

Namun sejak 3 Maret 2020 Azizah di PHK, sedangkan pekerjaan itulah yang menghidupi biaya kuliah, orangtua dan juga keperluannya sehari-hari.

Biasanya Azizah pukul 5 dini hari, sudah berjalan kaki dari tempat indekosnya menuju halte bus agar tak terlambat masuk kerja pukul 7 pagi. Tepat pukul 5 sore, ia segera bergegas ke kota Depok untuk kuliah kelas karyawan program Strata 1 jurusan Pariwisata hingga pukul 10 malam.

Gadis asal Medan ini pantang menyerah, walaupun sudah di PHK dan adanya Peraturan Social Distancing, kini Azizah mencoba sebagai penjahit masker di Cikampek. Mengandalkan mesin jahit tua yang sudah berumur puluhan tahun lamanya. Azizah menjahit hanya pesanan dari temannya yang memasarkan masker tersebut.

Ketika tim Indonesia Belajar menanyakan kenapa Azizah tidak memasarkan masker jahitannya, Azizah menjawab, “Saya tidak punya uang untuk membeli bahan dan toko bahan yang saya tahu semuanya pada tutup. Masker yang saya jahit ini semua bahannya dari teman dan saya menerima upah dari setiap selesai jahitan, namun hasil ini belum bisa membiayai kuliah saya”, ungkap Azizah.

Kerja kerasnya ini karena ingin membahagiakan dan membantu Ibunya, karena sang Ayah, Zulfahmi sudah lama meninggal dunia. Tujuan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi agar kelak mendapat ilmu yang bermanfaat dan memperbaiki karirnya karena Ijazah SMA yang dimiliki Azizah adalah Paket C, inilah yang membuat azizah sulit untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Jakarta.

Untuk mengurangi beban keluarga Azizah, kami mengajak kaum Muslimin untuk berdonasi melalui program Indonesia Belajar dari BWA. Dengan wujud peduli ini semoga Azizah dapat menamatkan kuliahnya dan untuk menggapai cita-citanya dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.

 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 17.550.000



54.2%
Butuh Rp 8.038.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.