Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Bantu Dzaky, Pasien Tumor Otak

Bantu Dzaky, Pasien Tumor Otak

Kedua orang tuanya selalu membujuk Dzaky Arsan Hidayat (15 tahun) memejamkan mata agar lebih tenang ketika naik kendaraan umum. Bila mata terbuka, biasanya Dzaky merasa pusing dan akhirnya pingsan. Bila berjalan dan berlari pun kedua orang tuanya sering degdegan dan mengingatkan untuk selalu berhati-hati, lantaran tak jarang tiba-tiba Dzaky terjatuh. Begitu pula di tempat keramaian, sikapnya sulit dikontrol bila tiba-tiba penyakitnya kambuh: mengamuk, memukul, menendang, lempar-lempar barang.

Kedua orang tuanya, Rahman (50 tahun) dan Nursanti (44 tahun) merasa sedih dengan kondisi Dzaky yang mengalami pembekuan darah di otak (tumor) yang berefek pada pendengaran, depresi akut (seperti halusinasi akibat adik meninggal). Namun kedua warga Rusunawa Rawa Bebek Blok Merak 308, RT 4/17, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, tetap berusaha sabar menghadapi kenyataan karena menyadari itu merupakan ujian dari Allah SWT.

(Kondisi Terkini Dzaky Arsan)

(Dzaky Arsan Idap Tumor Otak)

Masalah bermula pada 2010. Saat itu Dzaky sering panas. Sehingga dalam setahun enam kali periksa ke salah satu rumah sakit. Kemudian ke RSUD Cempaka Putih empat kali dengan hasil diagnosa panas, tipus dan DBD. Lalu dibawa ke RS Mitra Menteng Alfiah Cikini untuk dilakukan CT scan dan EEG test. Hasilnya adalah terdapat pembekuan darah di otak. Kemudian Dzaky dibawa terapi ke RS Omni Pulomas. Ia dites berah (ujian kemampuan mendengar) dan terapi tumbuh kembang anak. Pernah juga melakukan pengobatan secara herbal ke rumah dokter spesialis saraf di Purwakarta untuk mengobati mati rasa selama 5 tahun (2010 – 2015).

Semua dokter yang menangani tak dapat memprediksi kapan kesehatan Dzaky bisa pulih kembali. Namun dengan sabar, kedua orang tuanya tetap membawa Dzaky terapi tumbuh kembang anak dan pengobatan di RS Omni Pulomas dua kali sepekan. Transportasi memakai kereta dan motor dengan tak lupa selalu meminta Dzaky memejamkan mata.

Namun karena tak sanggup lagi memenuhi biaya berobat, sejak 2015 Dzaky tidak dibawa berobat maupun terapi lagi. Maklumlah sang ayah hanyalah seorang tukang ojek (kini ojek daring) sedangkan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Di samping itu sikap Dzaky juga agak lebih terkontrol.

Masalah berat timbul lagi tatkala adiknya Dzaky pada 2019 meninggal. Sikap Dzaky kembali menjadi sulit dikontrol dan suka berhalusinasi. Dengan meminjam uang ke tetangga dan kerabat, Dzaky kembali dibawa ke RS Omni Pulomas. Dokter bilang, ia mengalami depresi akut. Akibat depresi akut, penyakit pembekuan darah di otak ditunda dulu penanganannya.

Saat ini, keseharian Dzaky hanya di rumah saja serta menghindari keramaian. Ketika tim BWA berkunjung ke rumahnya pada Kamis 11 Februari 2021, Dzaky tampak hanya tidur-tiduran di kasurnya. Kedua orang tua sangat berharap bisa membawa lagi Dzaky berobat sebagai bentuk ikhtiar dari harapan keduanya agar buah hati tersayang bisa pulih kembali kesehatannya atau setidaknya tidak terlalu parah.

Untuk mengurangi beban keluarga Dzaky, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) agar ia dapat berobat dan kontrol lagi ke rumah sakit. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.45.100.000

Mitra Lapangan:

Ali Jabbar

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis