Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Bantu Erwin Lunasi Hutang Berobat Anaknya Karena Lahir Prematur

Bantu Erwin Lunasi Hutang Berobat Anaknya Karena Lahir Prematur

Sebagai muslim yang baik, Erwin (38 tahun) ingin sekali segera melunasi hutang berobat anaknya. Erwin berhutang kepada beberapa sahabat dan juga tetangga. Penghasilan yang tak menentu karena hanya bekerja serabutan hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang membuatnya belum bisa membayar hutang-hutangnya.

“Saya sudah berusaha mencicil beberapa kali”, ujar Erwin. Ia terpaksa berhutang ketika anak pertamanya lahir prematur, yang mengharuskan bayinya menjalani perawatan diruang inkubator selama tiga bulan. Selama menjalani pengobatan, Erwin banyak mengeluarkan uang untuk biaya berobat. Terlalu fokus mengurus anak dan istri yang belum juga pulih paska melahirkan, hingga ia tidak bisa mencari nafkah secara optimal.

Demi menutupi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan, Erwin terpaksa meminjam ke sejumlah kerabat dan tetangganya. Jangka waktu peminjamana terbilang cukup lama, sekitar lima belas tahun. Dalam waktu yang cukup lama itu, Erwin terpaksa terus menerus meminta tempo dan kelonggaran waktu hingga sekarang.

Warga desa Kolam, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebenarnya merasa malu karena berhutang terlalu lama. “Kalau bukan demi anak , Saya juga tidak berani berhutang sebanyak itu”, ujarnya. Erwin terus berdo’a dan berusaha agar hutang-hutangnya bisa terlunasi. “Saya, selalu meminta sama Allah SWT agar diberi jalan jalan untuk bayar hutang”, do’anya.

(Fikri Kini Berusia 15 tahun)

(Fikri Kini Berusia 15 tahun)

Kondisi fisik putra pertamanya, Nuzul Fikri Assyahdan (15 tahun) mulai membaik. Namun, otak bagian kiri kurang berperan lebih dari pada otak kananya karena lahir secara prematur, dan berdampak tidak bisa mengikuti proses belajar sebagai mana anak-anak pada umumnya. Orang tua Fikri memutuskan untuk mensekolahkan anaknya di Ponpes khusus menghapal Al Qur'an, Darul mukhlasin yang ada dipinggiran kota Medan, tepatnya di kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

”Meskipun memiliki kondisi fisik yang kurang sempurna Fikri memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, Cita-citanya menjadi ulama besar dan menjadi Imam besar di Masjidil Harom”, tutup Erwin.

Untuk mengurangi bebean keluaga Erwin Badan Wakaf Al Qur’an mengajak para donatur membantu pelunasan hutang-hutangnya melalui program Zakat Peer to Peer. Semoga Allah mencatat sebagai amal baik dan diberikan ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah SWT karena mau membantu sesama muslim yang sedang terlilit hutang.

 

Dana Zakat Yang Dibutuhkan:

Rp 20.000.000

Partner Lapangan:

Yatno

 

#BWA #Wakaf #WakafQuran #ZPP #Zakat

Bantu Erwin Lunasi Hutang Berobat Anaknya Karena Lahir Prematur

Update #1: Erwin Sangat Terbantu Pembiayaan Pendidikan Anaknya

Erwin, ayah dari Nuzul Fikri Assyahdan tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah swt dan kepada para muzaki yang berzakat melalui BWA  serta semua pihak yang telah membantu secara penuh biaya kebutuhan pendidikan anaknya.

(Nuzul Fikri)

(Nuzul Fikri)

Melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) BWA, Erwin bisa membayarkan biaya sekolah dan keperluan keluarganya yang lain.

Selama tiga tahun belajar di pondok pesantren terlihat banyak sekali perubahan pada Nuzul Fikri. Kini ia mulai bisa menghafal Al-Qur’an, Nuzul Fikri pun bisa makan nasi (sebelumnya, 10 tahun lamanya ia tidak bisa makan nasi). Fikri, demikian ia akrab dipanggil,  juga tergolong santri yang penurut terhadap kyai dan guru yang ada di pesantrennya.

“Alhamdulillah dan terimakasih kepada BWA yang telah membantu kami untuk memenuhi pembiayaan mondok ananda Nuzul selama ini, Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmatnya kepada kami dan juga kepada seluruh tim BWA dan para muzaki yang telah mensupport dan membantu kami dan Nuzul fikri ananda kami,” ujar Erwin seraya mendoakan para muzaki.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.