Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Bantu Hendrik Jadi Sarjana dengan Donasi Anda

Bantu Hendrik Jadi Sarjana dengan Donasi Anda

Anda masih ingat Hendrik Anggraeni? Mahasiswi semester tujuh Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Hamfara Yogyakarta yang pada semester tiga lalu mendapatkan donasi dari kaum Muslimin yang digalang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

 “Bantuan pembiayaan tersebut sangat membantu saya untuk bisa tetap melanjutkan kuliah dan semakin membuat saya terus bersemangat belajar dengan keras,” ujar gadis kelahiran Tulungagung, 28 Nopember 1995. 

Selain kuliah, ia juga aktif dalam organisasi, ikut dalam forum diskusi dan mengikuti perlombaan tentang ekonomi Islam. Beberapa kali mengikuti lomba ekonomi Islam hingga semifinal dan pernah menjadi juara 3 lomba debat ekonomi Islam se-DIY dan Jateng.

“Saat ini saya telah menginjak semester 7, alhamdulillah nilai IPK saya cukup memuaskan yaitu 3,76,” ungkap anak pasangan suami istri Kusnan (63 tahun) dan Maesaroh (51 tahun).

Saat ini, ia tengah mengerjakan tugas akhir kuliah yaitu skripsi. Proposal skripsinya  telah disetujui oleh dosen pembimbing dengan judul Pengaruh Pendampingan Amil kepada Mustahiq sebagai Efektifitasi Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan.

Proposal skripsinya juga lolos dalam seleksi penerima beasiswa dana riset dari BAZNAS Pusat Jakarta Rp 1,5 juta. Alhamdulillah sehingga bisa menutupi biaya boarding di Ma’had Hamfara selama tiga bulan.

Sejak awal keinginannya dalam pengerjaan skripsi tidak hanya sebagai syarat kelulusan, akan tetapi juga dapat memberikan kontribusi berupa masukan dan pertimbangan yang dapat berpengaruh untuk negeri ini. “Saya akan bersungguh-sungguh dalam pengerjaan skripsi ini sehingga mampu memberikan hasil terbaik,” tekadnya.

Pencapaian yang dilakukan selama kuliah menunjukkan kesungguhan Hendrik untuk menuntut ilmu. Besar harapannya agar bantuan pembiayaan ini dapat terus ia dapatkan hingga mendapat gelar sarjana.

Pasalnya, ayahanda Kusnan (61 tahun) hanyalah seorang petani yang penghasilanya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan ibunda Maesaroh (49 tahun) ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.

Untuk meringankan beban keluarga Hendrik, BWA mengajak kaum Muslimin terus berdonasi melalui program Indonesia Belajar. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BWA dan donatur, semoga Allah membalas dengan surga-Nya. Aamiin,” kata Hendrik mendoakan.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp 16.300.000,- (Tunggakan Semester 6, Boarding dan Biaya Pendidikan Akhir Kuliah)

Mitra Lapangan:

Weli Kurniawan

Bantu Hendrik Jadi Sarjana dengan Donasi Anda

Update #1: Selepas Wisuda, Adik Asuh IB Kini Bekerja Sebagai Pengajar

Rabu 30 September 2020, Edi Humaedi selaku Staff Indonesia Belajar BWA, berkesempatan mewawancarai Hendrik Anggraeni. Eni, demikian ia akrab disapa merupakan mahasiswi STEI Hamfara Yogyakarta yang mendapatkan donasi pendidikan dari kaum Muslimin yang digalang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program IB.

(Wisuda Eni Dihadiri Orangtuanya)

(Wisuda Eni Dihadiri Orangtuanya)

Eni kini telah lulus dari STEI Hamfara. Sebelumnya Eni sempat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya, padahal pada saat itu Eni tinggal menyelesaikan skripsinya saja. Namun, alhamdulillah melalui bantuan dari para donatur Eni bisa membayar biaya kuliah dan menyelesaikan studinya. Kini Eni pun sudah bekerja sebagai pengajar tes potensi akademik di Yogyakarta.

“Jazakumullahu khoiron ahsanal jaza kepada segenap donatur dan BWA yang telah membantu proses pembiayaan pendidikan saya di STEI Hamfara. Saat ini saya sudah bekerja sebagai tentor/pengajar tes potensi akademik di Yogyakarta.” tutur H. Anggraeni kepada tim IB BWA.

“Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dan BWA dengan pahala yang berlipatganda,” doa H. Anggraeni.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis