Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Tebar Cahaya Indonesia Terang

Bantu Jamaah Masjid Istiqomah dan Warga Dusun Kampung Dalam Riau Untuk Mendapat Cahaya

Bantu Jamaah Masjid Istiqomah dan Warga Dusun Kampung Dalam Riau Untuk Mendapat Cahaya

Bagi kita yang hidup dengan penerangan cukup sejak kecil, pasti tak terbayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa lampu di malam hari. Inilah yang dialami saudara kita warga Dusun Kampung Dalam, Kelurahan Pangkalan Kapas, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Mereka telah hidup tanpa listrik dan penerangan puluhan tahun lamanya.

(Masjid Istiqomah, Dusun Kampung Dalam, Pangkalan Kapas, Riau)

Desa dengan jumlah penduduk 260 jiwa (data BPS 2016) ini 100% beragama Islam. Salah satu pusat kegiatan belajar dan pembinaan ke-Islaman mereka ada di Masjid Istiqomah di kampung tersebut. Masjid Istiqomah ini meski sederhana, namun telah menjadi aset penting bagi warga sekitar dalam mempertahankan aqidah mereka.

 

Demografi

 

Pada tanggal 14-15 Januari 2019, tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melakukan survey ke Dusun Kampung Dalam. Sekitar 6 jam dari Kota Pekanbaru, Riau, kami tempuh perjalanan menuju lokasi melalui Jalur Sumber (Buluh Kasok, Payakumbuh). Selain jaraknya yang jauh, medan yang harus dilewati untuk mencapai dusun tersebut sangat berat. Jalan yang belum diaspal, berbukit, berlumpur dan sangat licin – karena saat tim survey, kondisi hujan – menjadi trek yang harus kami terobos.

(Kondisi medan perjalanan menuju Kampung Dalam)

Tantangan yang kami hadapi untuk mencapai daerah tersebut tidak selesai sampai disitu. Mobil yang kami kendarai tidak bisa masuk hingga ke dalam desa karena jalan yang terputus oleh aliran sungai dan kondisi hujan yang turun semakin memperparah situasinya. Terpaksa kami lanjutkan perjalanan dengan menggunakan “ojek khusus” dengan lama tempuh sekitar 3 jam. Pengalaman yang sangat menegangkan. Belum lagi kami harus beberapa kali turun dan membantu abang ojeknya mendorong motor karena selip terkendala jalanan yang berlumpur dan licin sepanjang rute menuju Kampung Dalam, kami pun harus menyebrangi sungai dengan menggunakan rakit agar motor yang kami tumpangi dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi survey.

(Kondisi malam di hari di Kampung Dalam)

Setibanya kami di Dusun Kampung Dalam, sekitar pukul 17.30 WIB, kondisi wilayah ini memang sangat memprihatinkan. Tidak ada lampu yang menyala.

Kondisi ini jelas sangat berat bagi mereka. Apalagi bila melihat Masjid Istiqomah yang mereka gunakan untuk Shalat Jum’at, mengadakan pengajian ke-Islaman, dan mengajarkan anak-anak mereka belajar membaca Al-Qur’an, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain tak ada listrik, atap masjid ini juga sudah rusak, bangunannya sudah lapuk, karpetnya lusuh, tempat wudhunya kurang layak, serta Al-Qur’an dan Buku Iqro’ sudah banyak yang rusak. Namun keadaan ini tidak menyurutkan masyarakat untuk mempertahankan keimanan mereka dan mengamalkan ibadah mereka kepada Allah subhaanahu wa ta’ala.

(Perjalanan tim BWA dengan medan yang sangat berat)

Kondisi serupa juga dialami masyarakat Desa Pangkalan Kapas secara umum dan desa-desa lain di sekitarnya. Ada sekitar 10 masjid dan 5 mushola di desa sekitarnya yang memiliki kondisi sama.

(Kondisi bila datang waktu malam di Kampung Dalam, Riau)

Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui Program Tebar Cahaya Indonesia Terang (TCIT) mengajak para wakif untuk berwakaf 200 Unit Solar Cell untuk memberikan penerangan bagi saudara-saudara kita di Dusun Kampung Dalam dan sekitarnya, serta memberikan cahaya harapan untuk Masjid Istiqomah dan masjid serta mushola lainnya di Desa Pangkalan Kapas.

 

Partner Lapangan :

Ardi Susandi

 

Jumlah Donasi yang Dibutuhkan :

Rp. 1.314.000.000,- (Satu Milyar Tiga Ratus Empat Belas Juta Rupiah)

Bantu Jamaah Masjid Istiqomah dan Warga Dusun Kampung Dalam Riau Untuk Mendapat Cahaya

Update #1: Warga Dusun Kampung Dalam Kampar Merindukan Bantuan Penerangan Listrik

 

Sudah lebih dari 74 tahun Indonesia merdeka, namun Dusun Kampung Dalam, yang terletak di Kelurahan Pangkalan Kapas, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau hingga saat ini masih belum juga mendapatkan aliran listrik permanen. Sehari-hari masyarakat hidup dengan mengandalkan penerangan seadanya. Di malam hari aktivitas di luar rumah nyaris terhenti, karena suasana gelap gulita. Sementara anak-anak terpaksa belajar dengan ditemani lampu-lampu temaram.

Kondisi ini terkait dengan lokasi Dusun Kampung Dalam yang terpencil. Pada tanggal 25 Oktober 2019, tim BWA mengunjungi daerah ini untuk melihat kondisi masyarakat di sana. Dari Kota Pekanbaru menuju tempat ini membutuhkan waktu sekitar 10 jam melalui perjalanan darat.  Tim BWA terpaksa menempuh jalan memutar melewati daerah Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, lantaran rute yang langsung dari Kota Pekanbaru menuju Dusun Kampung Dalam sangat sulit dilalui. Sekalipun melewati jalan memutar, medan yang ditempuh masih cukup berat. Kondisi jalan rusak, berbatu licin, dan berlumpur. Untuk sampai ke lokasi, paling tidak harus menyeberangi sungai.

Pemerintah Derah setempat sudah pernah memberikan bantuan penerangan untuk Dusun Kampung Dalam berupa fasilitas genset bertenaga solar. Namun tidak bertahan lama. Masyarakat dikenakan iuran solar yang tidak murah. Mengingat mayoritas penduduk Kampung Dalam bekerja sebagai petani karet, ketika harga karet turun drastis, kondisi ekonomi mereka sangat sulit. Akibatnya pada waktu itu banyak warga tidak mampu membayar iuran solar. Keadaan memaksa mereka memilih untuk menghentikan sambungan listrik dan kembali menjalani hari-hari dengan penerangan tradisional.

Tidak bisa dipungkiri, listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di belahan bumi manapun. Selain berfungsi sebagai penerangan, listrik juga diperlukan untuk kebutuhan rumah tangga maupun  tempat-tempat ibadah. Tanpa listrik, masjid tidak bisa menggemakan azan ke rumah-rumah warga untuk mengingatkan masyarakat bahwa waktu sholat telah tiba. Kegiatan belajar mengaji anak-anak kampung juga terhalang karena tidak adanya cahaya lampu yang memadai. Inilah yang dialami Masjid Al Istiqomah di Dusun Kampung Dalam. Menurut Ustadz Suardi, Pengurus Masjid Istiqomah, sejak berdiri tahun 1980 hingga sekarang masjid ini belum pernah diterangi cahaya listrik.

“Kami sangat mengharapkan bantuan atau uluran tangan (untuk penerangan), supaya kalau malam tidak gelap lagi dan anak-anak tidak susah lagi mengaji,” tutur Ustad Suardi.

BWA melalui program Tebar Cahaya Indonesia Terang (TCIT), akan membantu masyarakat Dusun Kampung Dalam untuk mendapatkan fasilitas listrik yang mereka butuhkan. Rencananya, akan dialokasikan sebanyak 200 unit solar cell. BWA mengajak para Wakif yang budiman untuk berpartisipasi mewujudkan program TCIT ini, agar masyarakat Dusun Kampung Dalam terbebas dari kegelapan yang membelenggu mereka selama ini.

Semoga Allah Subhanahuwata’ala memudahkan upaya dan niat baik ini. Dan semoga pula apa yang diwakafkan oleh para Wakif, kelak menjadi ladang amal ibadah yang tidak terputus pahala dan berkahnya hingga akhir zaman.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis