Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Bantu Ripaldi Menghadapi Epilepsi dan Cerebral Palsy

Bantu Ripaldi Menghadapi Epilepsi dan Cerebral Palsy

Badan M Ripaldi Pratama (4 tahun) jelas sekali tampak lebih kurus dibanding anak-anak seusianya. Kalau penyakitnya sedang kambuh, tubuhnya kejang, bergetar dan bibir membiru. 

Menurut Asep Nanang (34 tahun), ayahnya Ripaldi, sejak usia satu tahun lima bulan anaknya sering seperti itu. Waktu lahir pun tidak normal: tidak menangis, terlilit tali pusar, dan keracunan air ketuban. Setelah itu menjalani rawat di NICU selama 5 hari.

(Ripaldi Mengidap Epilepsi dan Celebral Palsy)

(Ripaldi Mengidap Epilepsi dan Celebral Palsy)

Namun masalah serius tidak begitu terasa, sampailah usianya 11 bulan Ripaldi tidak bisa tengkurap. Ia pun dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan tindakan EEG (tes gelombang otak), dokter mengatakan Ripaldi mengidap cerebral palsy dan epilepsi.  

Barulah pada usia satu tahun lima bulan, Ripaldi mulai merasakan gejala-gejala yang sudah disinggung di atas.

Dua pekan sekali mestinya Ripaldi kontrol ke dokter spesialis anak selama dua tahun untuk bisa menyembuhkan penyakit epilepsi dan kejang kejangnya. Dan untuk penyakit cerebral palsy-nya juga harus rutin fisioterapi.

(Kondisi Terkini Ripaldi)

(Kondisi Terkini Ripaldi)

“Namun karena biaya, pengobatan itu pun tidak bisa rutin, karena sekali saja terlewat dari jadwal kontrol rutin, maka harus mengulang lagi dari awal,” ujar Asep.

Maklumlah, penghasilan warga Desa Cibeureum, Kec Talaga, Kabupaten Majalengka sebagai guru honorer sangatlah minim sehingga sangat kesulitan membayar biaya pengobatan dan biaya sewa mobil untuk transportasi ke rumah sakitnya. Belum lagi untuk membeli susu formula dan kebutuhan makanan bergizi.

Untuk mengurangi beban keluarga Ripaldi, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) agar ia dapat terus kontrol ke rumah sakit selama dua tahun dengan lancar serta kebutuhan susu formula dan makanan bergizi juga terpenuhi.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.32.461.500

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #SK #SedekahKemanusiaan

Bantu Ripaldi Menghadapi Epilepsi dan Cerebral Palsy

Update #1: Tidak Ada Biaya, Pengobatan Epilepsi dan Cerebral Palsy Ripaldi Terpaksa Terhenti

Tim Sedekah Kemanusiaan BWA kembali mengunjungi kediaman Muhammad Ripaldi di desa Cibeurem, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka pada akhir September 2021. Dalam kunjungan kali ini tim mendapati kondisi Ripaldi yang semakin buruk, Ripaldi terlihat sangat kurus dan lemah.

Di usia yang baru memasuki 4,5 tahun Ripaldi mengalami gizi buruk. Berat badan Ripaldi belum dikatakan ideal, diusianya saat ini berat badannya baru menyentuh diangka 7 kg dari target Angka Kecukupan Gizi 15 kg.

(Kondisi Ripaldi Kini)

(Kondisi Ripaldi Kini)

Di samping berat badan yang terus menurun, Ripaldi didapati belum bisa bicara dengan normal sebagaimana anak seusianya, ia hanya bisa menangis. Hal ini dikarenakan Ripaldi mengidap epilepsi dan cerebral palsy yang dideritanya sejak lahir.

Kedua orang tua Ripaldi terpaksa berhenti membawa putranya berobat, karena tidak ada biaya. Kini sudah memasuki bulan ke-4 Ripaldi tidak dibawa berobat ke rumah sakit, kondisi ini semakin memperburuk Ripaldi.

Sang Ayah masih menjadi guru honorer di sekolah dasar yang ada di desanya. Upah yang didapat baru mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, dan ini membuat kebutuhan Ripaldi sedikit dikesampingkan.

BWA masih mengajak kepada para donatur sekalian untuk terus membantu meringankan beban keluarga Ripaldi, agar ia segera bisa kembali melanjutkan pengobatannya. Semoga niat baik kita digantikan pahala yang berlimpah dari Allah SWT, karena mau membantu sesama.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.