Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Bebas Buta Aksara Qur'an di Sumatera Selatan

Bebas Buta Aksara Qur'an di Sumatera Selatan

Bumi Sriwijaya atau yang dikenal sebagai kota Palembang kental dengan sejarah kesultanannya. Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman yang merupakan sultan pertama pemimpin Kesultanan Palembang tahun (1659 – 1706 M), dan pada tahun 2006 hingga sekarang diteruskan oleh Sultan Iskand.ar Mahmud Badaruddin.

Sejak dihapuskannya Kesultanan Palembang Darussalam oleh kolonialisme belanda tahun 1823, maka Kebudayaan, Adat Istiadat masyarakat Palembang mengalami kemunduran. Padahal Pemerintahan Kesultanan diatur rapi, begitu juga aparatur keamanannya. Pemegang kekuasaan tertinggi adalah Sultan. Yang dalam menentukan keputusan-keputusan  selalu  didasarkan  atas  Al-Qur’an.

(Distribusi Al-Qur'an di Wilayah Palembang)

(Distribusi Al-Qur'an di Wilayah Palembang)

Akibat tidak diterapkannya perundang-undangan tersebut maka sedikit demi sedikit rakyat yang sebagian beragama Islam tersebut dipaksa meninggalkan mengabaikan berbagai kewajibannya sebagai umat Islam.

Salah satu peninggalan dari Kesultanan Palembang yang ada hingga sekarang yaitu kitab suci Al-Quran yang bertuliskan tinta emas. Dengan adanya bukti peninggalan Al-Quran tinta emas dari kesultanan Palembang, maka sudah harusnya kita sebagai umat muslim khususnya Sumatera Selatan wajib mengamalkan isi dari Al-Quran tersebut.

Menurut data BPS tahun 2018 Jumlah Umat Muslim yang Tinggal di Sumsel ada sekitar 7.907.662 Jiwa di 17 Kab/Kota. Sedangkan jumlah lembaga pendidikan pondok pesantren umum ada 321, Pontren Dikdas 34, Diniyah – Taklimiyah 411, dan LP Quran sebanyak 5.929 Untuk Jumlah Rumah Ibadah Masjid  terdapat 7.557 di 17 Kab/Kota.

Tahapan BWA Masuk ke Masyarakat di Wilayah Transmigrasi Jalur Desa Manggar

Berawal dari informasi Ustadz Umar Said beliau merupakan seorang Dai dan juga mitra lapangan BWA yang fokus membina muallaf dan masyarakat pedalaman. Sampai di desa Manggar Raya, Team BWA disambut langsung oleh kepala Desa yaitu Bapak A. Bayu Aji dan salah satu guru ngaji setempat yang biasa di panggil Ustadz Imam.

Ustadz imam ini aktif dalam pembinaan masyarakat setempat. Sebagai tokoh masyarakat setempat beliau menjelaskan bahwa di sini alhamdulillah sudah ada program pembinaan anak-anak,  dan remaja yang sudah berjalan 1 tahun lalu sehingga di desa Manggar Raya ini lebih berkembang dakwahnya dibandingkan di Sungsang. Namun fasilitas seperti Al-Qur’an dan guru pengajar sangat kurang.

(Ekspersi Kebahagiaan Anak-anak Menerima Mushaf yang Dinantikan)

(Kebahagiaan Anak-anak Menerima Mushaf yang Dinantikan)

Kondisi masyarakat di daerah transmigrasi dari hari ke hari semakin memprihatinkan. Pendapatan mereka dari hasil pertanian dan perikanan sangat tidak seimbang dengan pengeluaran atas kebutuhan rumah tangga hanya segelintir orang yang hidup makmur dengan beternak sarang burung walet. Tapi itu pun sebagian besar dimiliki orang kota yang membuka usaha di wilayah mereka. Hal yang sama terjadi di perkebunan sawit dan karet, yang merupakan milik para pendatang.

(Berantas Buta Aksara Qur'an di Sumatera Selatan)

(Berantas Buta Aksara Qur'an di Sumatera Selatan)

Bapak kepala Desa mengatakan masyarakat sangat membutuhkan Al-Qur’an untuk memudahkan anak-anak menuntut ilmu. Al-Qur’an sangat sulit didapat kalaupun ada tidak banyak, karena untuk membeli Al-Qur’an harus pergi ke Palembang. Sedangkan ongkos dari desa Manggar Raya ke palembang cukup mahal dibandingkan harga 1 mushaf Al-Quran’nya sendiri, karena untuk keluar desa harus menggunakan Speedboat yang memakan waktu kurang lebih 4 Jam perjalanan Sungai, sehingga mereka berfikir ulang untuk membeli Al-Qur’an. 

Berdasarkan survey kebutuhan Al-Quran, BWA dapat membantu mewujudkan bebas buta aksara Al-Quran dengan menggandeng beberapa komunitas yang ada di Sumatera Selatan diantaranya, Yuk ngaji, Sumsel bersyariah, Remaja perindu surga, dan forum umat islam (FUI) dan lain-lain.

Provinsi berpenduduk sekitar 7.9 juta jiwa yang mayoritas beragama Islam itu diharapkan dengan adanya bantuan wakaf Al-Quran dan Pembinaan bisa mendukung pertumbuhan Rumah Tahfidz dan penghafal Al-Quran melalui program 100.000 Al-Quran untuk Sumatera Selatan.

 

Dana Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 10.000.000.000 (Sepuluh Milyar Rupiah)

Partner Lapangan:

Ustadz Doni

 

#BWA #WAPRoadTrip #2021SejutaQuran SatukanIndonesia

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.