Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Begini Perjuangan Anna Agar Bisa Tamat SMK

Meski memiliki riwayat penyakit jantung, Anna Devita (17 tahun) selalu berjalan kaki setiap berangkat dan pulang sekolah. Kebiasaan itu dilakukan sejak siswi kelas XII AP SMK Paramarta Tangsel sejak kelas X, bukan dalam rangka olahraga tetapi memang ketiadaan biaya untuk menaiki kendaraan umum.

Dalam perjalanan yang berjarak tiga kilometer dari rumahnya di kampung gunung Jombang tersebut tak jarang beristirahat sejenak di tempat teduh agar sakit jantungnya tidak kumat. Maklumlah orang yang memiliki riwayat penyakit jantung memang tidak boleh terlalu capek.

(Anna Devita)

(Anna Devita)

Itulah salah satu keseriusan Anna dalam menimba ilmu di sekolah, targetnya untuk mengubah nasib keluarga. “Aku bercita-cita mau kerja di perkantoran, makanya aku saat ini mengambil jurusan administrasi perkantoran di SMK Paramarta. Karena ingin merubah keadaan, ingin sekali rasanya nanti punya uang untuk memberi orang tua agar tidak bekerja lagi sama orang, apalagi ayah yang suka memungut sampah warga” ujar Anna.

Kedua orang tuanya pun selalu mendorong agar Anna tetap semangat sekolah. “Ibu berharap agar Anna dapat pekerjaan yang layak nantinya, tidak seperti saya dan suami sebagai orang tuanya yang bodoh karena SD saja tidak tamat, Anna biar tidak jadi orang yang dikucilkan di masyarakat,” sambung Dewi Kusrini (41 tahun), ibunya Anna.

Namun sejak masuk SMK, kedua orang tua kewalahan memenuhi biaya pendidikan. Maklumlah, Suparman (52 tahun/ayah) hanya bekerja sebagai penarik sampah di tingkat RW yang gajinya Rp 800 ribu sebulan. Sedangkan sang ibu bekerja serabutan sebagai tukang cuci dan gosok baju.

Dulu beberapa kali mendapatkan bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun sejak masuk kelas X hingga sekarang tidak mendapatkan lagi. Alasannya, belum teralokasi dananya dari pemerintah. Praktis utang biaya sekolah semakin membengkak dan biaya sekolah juga masih banyak yang menunggak.

Jadi gaji suami habis dipakai untuk berobat Anna ke dokter, sehingga untuk pembiayaan sekolah Anna terpaksa saya berutang ke orang dan meminta kelonggaran ke pihak sekolah,” aku sang ibu.

Sahabat, yuk jadikan sodaqoh sebagai gaya hidup kita sebagai muslim dengan membantu meringankan keluarga Anna Devita melunasi biaya sekolahnya. Khoirunnas ‘Anfauhum linnas, semoga diri kita menjadi bermanfaat bagi orang lain sehingga menjadi sebaik-baiknya manusia..[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.11.000.000

Mitra Lapangan:

Edi Humaedi

 

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.