Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Bertekad Jadi Guru, Bayu Terpaksa Pinjam Uang untuk Daftar Sekolah

BWA-IB. Karena penghasilannya selama setahun tidak juga dapat disisihkan untuk biaya meneruskan sekolah ke Madrasah Aliyah (MA), pada penerimaan siswa baru kemarin Bayu Adi Rizkiyanto (16 tahun) terpaksa pontang panting mencari pinjaman untuk biaya masuk ke MA Nur Al Zahrah Jalan Ir H Djuanda 09 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

BWA - IB

Bayu Adi Rizkiyanto (16 tahun), sedang mengajarkan muridnya di TPA. 

Maklumlah penghasilan anak pertama dari dua bersaudara sebagai pengajar di sebuah taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) hanya sekitar Rp 300 ribu perbulan, yang tentu saja langsung habis untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan ibunda Nurlaeli (39 tahun), hanya seorang guru tenaga bantu yang penghasilannya pun hanya selisih Rp 50 dengan Bayu. Adapun ayah tirinya, Abdul Qodir Zaelani (62 tahun), yang bekerja sebagai marbot di sebuah masjid, tidak dapat berbuat banyak lantaran penghasilannya juga sangat minim.

Dengan kondisi ekonomi yang tak memadai maka terpaksalah warga Jalan Dempo V No 279 RT 09/10 Desa Abadi Jaya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok  meminjam uang dari beberapa tetangga agar dapat segera melanjutkan kembali sekolahnya. “Karena saya ingin sekali menjadi guru yang mengajarkan Al-Qur’an kepada banyak siswa siswi,” ujar lelaki kelahiran Depok yang setamat SMP mencoba bekerja agar punya biaya masuk MA.  

Kini lelaki yang sudah hafal Al-Qur’an 4 juz (Juz 28, 29, 3 dan 4) tersebut kebingungan lagi bagaimana membayar pinjaman yang sudah jatuh tempo tersebut.

Untuk mengurangi beban keluarga Bayu, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang donasi dari kaum Muslimin, sehingga Bayu bisa menggapai cita-citanya menjadi seorang guru agama dan tentu pahala dari Allah SWT mengalir kepada kita semua yang telah menolong sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Diperlukan:

Rp  4.980.000,- (Rp 2,4 juta bayar utang biaya pendaftaran PPDB dan akomodasi; Uang SPP selama setahun Rp 1,8 juta; Uang ujian semester satu dan dua Rp 450 ribu; uang buku LKS Rp 330 ribu)

Mitra Lapang:

Weli Kurniawan

Bertekad Jadi Guru, Bayu Terpaksa Pinjam Uang untuk Daftar Sekolah

Update #1 : Kini Bayu Merasa Lega

BWA-IB. Lantaran utang biaya daftar sekolah dan juga biaya pendidikan selama setahun dibayar lunas, kini Bayu Adi Rizkiyanto (16 tahun) dapat melanjutkan sekolahnya dan mengajar dengan lega.


bwa-ib

Bayu (tengah) bersama salah satu guru pengajar (kiri) dan Tim Badan Wakaf Al Qur'an (kanan).

Begitu mendapatkan uang yang diperlukan, Ibunda Nurlaeli (39 tahun) langsung melunasi uang pinjaman yang digunakan untuk biaya pendaftaran sekolah Bayu. Setelah itu, Badan Wakaf Al-Qur’an  (BWA) menemui remaja yang bercita-cita jadi guru tersebut dan petugas Tata Usaha di sekolah.

“Sayamerasa lega karena sudah tidak kepikiran lagi, Insya Allah dengan mengajar mengaji di sela-sela aktivitas sekolah akan menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung agar kelak nanti dapat digunakan untuk keperluan sekolah dan belajar untuk mandiri,” ujar Bayu saat pembayaran biaya sekolah,Jum’at (4/9) di ruang Tata Usaha, MA Nur Al Zahrah Jalan Ir H Djuanda 09 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

bwa-ib

Saat melunasi pembayaran di ruang Tata Usaha.

Kepada BWA, pihak sekolah pun menyampaikan pendapatnya. “Bayu memang memiliki kesulitan sehingga harus dibantu dan saya kagum juga terhadap Bayu yang telah berjuang hingga sedemikan berat,” ujar Irfan, petugas TU yang menerima uangpelunasan satu tahun pertama sebesar Rp 4 juta 480 ribu.

Uang tersebut merupakan donasi dari kaum Muslimin yang digalang BWA melalui program Indonesia Belajar (IB). 

“Saya sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang sudah diterima oleh saya dan anak saya Bayu,semoga para donatur mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT atas bantuan yang telah diberikan kepada kami karena betul-betul sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Nurlaeli.

Sebelumnya, remaja yang setamat SMP bekerja tersebut terpaksa pontang panting mencari pinjaman untuk biaya masuk ke MA karena penghasilannya selama setahun tidak juga dapat disisihkan untuk biaya meneruskan sekolah.

Maklumlah penghasilan anak pertama dari dua bersaudara sebagai pengajar di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) hanya sekitar Rp 300 ribu perbulan, yang tentu saja langsung habis untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan ibunda Nurlaeli (39 tahun), hanya seorang guru tenaga bantu yang penghasilannya pun hanya selisih Rp 50 dengan Bayu. Adapun ayah tirinya, Abdul Qodir Zaelani (62 tahun), yang bekerja sebagai marbot di sebuah masjid, tidak dapat berbuat banyak lantaran penghasilannya juga sangat minim.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.