Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Bingung Cari Uang, Iyan Rela Jual Ginjal untuk Berobat Keponakan

BWA-ZPP. Karena sudah bingung mencari uang untuk membiaya berobat keponakan, Iyan Suhendri (35 tahun) berniat menjual salah satu ginjalnya.

ZPP - Kesya Aprilia

Ibunda Kesya, Ida Farida, menemani Kesya di Rs. Citra Medika, Bekasi.

“Pak tolong bantu ponakan saya…tolong carikan bantuan, saya mau ginjal saya untuk biayai ponakan saya Pak. Tolong tawarin ke yang lain,” ungkapnya sambil berderai air mata kepada Herwin (44 tahun), salah satu tetangganya, Rabu (26/11) di Kampung Pelaukan, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Herwin yang biasa membantu warga berobat senyum-senyum campur sedih mendengar permohonan tetangganya yang memelas tersebut, lalu pada siang itu juga mengajak Iyan menghubungi Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

Keponakan Iyan, Kesya Aprilia (4 bulan) menderita diare serius yang perlu perawatan intensif di rumah sakit. Awalnya, pada Kamis, 20 Nopember Kesya muntah-muntah dan buang air besar (muntaber). Ibunya Kesya, Ida Farida (39 tahun) hendak membawa ke klinik namun urung lantaran tidak punya uang pegangan. Ida pun mengobati Kesya dengan memberikan air daun jambu. Keesokan harinya, bayi yang belum genap empat bulan tersebut berhenti muntaber.

Namun pada Sabtu pukul 04.00 WIB, badan Kesya kaku, nafasnya sesak, matanya melotot. Panik melihat anaknya seperti itu, Ida menghubungi Iyan. Kakak adik tersebut segera membawa Kesya ke klinik terdekat dengan sepeda motor Iyan. Maklumlah semenjak bayi itu lahir, suami Ida, Asim, pergi dari rumah tanpa alasan yang jelas.

Pihak klinik Centra Medika angkat tangan, karena kondisi Kesya yang sudah sangat kritis. Akhirnya tanpa berfikir panjang dengan sepeda motornya itu. Mereka membawa Kesya ke rumah sakit Citra Medika Bekasi. Pada subuh itu juga, Kesya langsung masuk UGD.

Namun Kesya tidak dapat dirawat lebih lanjut ke ruang ICU sebelum ada uang DP Rp 3 juta. Mendengar nominal uang yang begitu besar, Iyan dan Ida pun terhenyak. Iyan lalu pulang meminta tolong tetangga.  “Darikolekan para tetangga, saya dapat 3 juta, alhamduliliah,” kata Iyan.

Untuk menghindari biaya yang semakin membengkak, pada Senin, Iyan meminta pihak rumah sakit memindahkan Kesya ke ruang perawatan biasa. “Silahkan saja Pak, namun jika terjadi sesuatu kami tidak bertanggung jawab,” jawab pihak rumah sakit. Benar saja, baru sehari di ruang perawatan, Kesya koma lagi lalu dokter mengambil tindakan cepat dengan kembali memasukan Kesya ke Ruang ICU.

Saat ini, Kesya masih menjalani perawatan  intensif di ruang ICU. Ida yang buruh cuci dan Iyan  yang buruh bengkel bingung tujuh keliling untuk menutupi biayanya sehingga tercetuslah ide di benak Iyan untuk menjual salah satu ginjalnya.

Untuk meringankan beban hidup keluarga Kesya dan mencegah Iyan menjual ginjalnya, melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) berencana memberikan bantuan Rp 25.700.000,-. Tentu saja biayanya dikumpulkan dari zakat mal (dan donasi) Anda semua. Sehingga Kesya kembali sehat dan kita semua mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin.

Anda dapat menyalurkan zakat atau donasi melalui kasir outlet #Alfamartgroup terdekat. #BantuShare!

Pembayaran via Alfamart group

Donasi yang diperlukan:

Rp 25.700.000,- (Untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit dan biaya akomodasi serta biaya pasca berobat)

Mitra lapang:

Herwin

Bingung Cari Uang, Iyan Rela Jual Ginjal untuk Berobat Keponakan

Zakat Peer To Peer Anda Membatalkan Iyan Jual Ginjal

BWA-ZPP. Betapa senangnya Ida Farida (39 tahun) karena anak tercintanya Kesya Aprilia (5 bulan) sudah tidak dehidrasi dan muntah berak lagi. “Sudah baikan tapi belum mau makan bubur bayi, maunya susu aja,” ungkap Ida beberapa waktu lalu di rumahnya di Kampung Pelaukan, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

ZPP-Kesya 2

Ida Farida sedang menggendong Kesya dirumahnya 

Sebelumnya, Kesya menderita diare dan dehidrasi serius sehingga dirawat secara intensif di ruang ICU RS Centra Medika Cikarang, Bekasi, selama sepuluh hari dari 26 Nopember – 5 Desember.

Sebetulnya, Kesya bisa tidak separah itu bila langsung ditangani dengan baik. Namun karena ketiadaan uang, bayi yang muntaber sejak 20 Nopember lalu tidak segera dibawa ke rumah sakit. Sebelum menghubungi Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), sang paman Iyan Suhendri (35 tahun) sempat hendak menjual ginjalnya untuk biaya pengobatan Kesya ketika melihat kondisi keponakannya itu semakin kritis.

Melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), BWA dapat mengumpulkan dana zakat mal (dan donasi) yang dibutuhkan untuk biaya perawatan dan berobat jalan Kesya. Sehingga bayi lucu tersebut kini sehat kembali dan buruh bengkel tersebut tidak jadi menjual ginjalnya.

“Alhmdulillah, terima kasih banyak atas semua bantuannya. Biar Allah yang ganti dengan berlipat ganda,” ungkap Ida yang buruh cuci tersebut.

Doa serupa juga dipanjatkan dengan tulus oleh Iyan. “Insya Allah dengan wasilah dan ridha Allah, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu diganti kebaikannya dengan berlipat-lipat ganda.”

Aamiiin.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.