Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Butuh Bola Mata Palsu, Orangtua Alya Kebingungan Mencari Biaya

Alya Putri Priyatna (3 tahun) begitu lucu dan menggemaskan, namun kecerian balita itu mulai meredup dikarenakan bola mata kanannya yang bermasalah. Gejala awal bola mata Alya sering berwarna kekuningan dan mulai membengkak. Kedua orang tua Alya mengira hanya sakit mata biasa, Tetapi ternyata vonis dokter menyebutkan bahwa anak kedua pak Ma’in Supriyatna (36 tahun) tersebut mengidap tumor ganas mata (retinoblastoma) pada mata sebelah kanan. Tentu saja ini menjadi pukulan berat bagi kedua orang tuanya.

Kondisi mata kanan Alya saat ini sangat menghawatirkan, memasuki bulan keempat sejak Januari 2019 semakin menjadi-jadi, dan tumor telah memakan habis bola mata hingga membuat tonjolan yang cukup besar dan memakan sebagian wajahnya.

Saat ini warga Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Alya diharuskan menjalani operasi pengangkatan bola mata sebelah kanan kemudian diganti dengan bola mata palsu. Jika dibiarkan akan membesar serta merusak syaraf.

Jadwal operasi akan ditentukan setelah Alya menjalani serangkaian pemeriksaan medis secara rutin beberapa bulan kedepan. Untuk biaya operasi ditanggung BPJS sementara untuk bola mata palsu harus membeli sendiri.

Pak Ma’in hanya pekerja serabutan di salah satu tempat pembuatan batako dengan upah harian, dari upah yang ia dapat hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Disamping itu Alya sangat membutuhkan sekali asupan nutrisi dari susu formula yang jumlahnya sangat banyak setiap bulannya. Hal ini tentu sangat membuat pusing kedua orang tuanya untuk menutupi kebutan itu semua.

Untuk mengurangi beban keluarga Ma’in Supriyatna, melalui Program Sedekah Kemanusiaan (SK), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berinfak. Sehingga Alya bisa memakai bola mata palsu serta keperluan sehari-harnya terpenuhi dan kita semua mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang dibutukan : Rp. 51.975.000,-

Partner Lapang             : Wahyu

Butuh Bola Mata Palsu, Orangtua Alya Kebingungan Mencari Biaya

Update #1: Alya Kembali Kepangkuan Allah SWT, Setelah Berjuang Melawan Tumor Mata

Kondisi mata kanan Alya mulai banyak mengalami perubahan dan sedikit mengecil setelah menjalani kemoterapi tahap keempat pada 23 September 2019 di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Alhamdulilah sekarang sudah agak mengecil pak klo yg kmaren lubang hidung kanan nya Alya sudah tertutup sama tumor nya kalo skrng sudah ada jarak,” Ujar Main (Ayah Alya).

“Setelah menjalani kemo keenam Alya baru biasa melakukan operasi pengangkatan bola matanya,” Sambung Main.

Pada 24 Oktober 2019 Alya kembali menjalani kemoterapi tahap kelima. Pada tahap kemoterapi kali ini belum mendapat hasil yang baik. Alya kembali dilarikan ke ruang perawatan intensif di rumah sakit (PICU), Alya kejang-kejang, kondisinya sangat kritis dan Alya tak sadarkan diri/koma.

(Kini Alya sudah Bahagia di Sisi-Nya)

(Kini Alya Kecil sudah Bahagia di Sisi-Nya)

Setelah tiga malam koma, dokter sempat memberitahu Ayah dan Ibu Alya, jika tubuh putrinya tak mampu bertahan lama. Kedua orang tua Alya hanya mematung dan lemas mendapat berita dari dokter tersebut, mereka hanya pasrah menerima ketetapan yang akan diberikan nanti.

Keesokan harinya, tepatnya pada 30 Oktober 2019 perjuangan Alya berakhir. Alya menghembuskan nafas terakhirnya, kedua orang tua Alya mencoba untuk tegar dan ikhlas menerima kepergian putrinya menghadap pada Allah SWT.

“Saya dari orang tuanya Alya Putri Priyatna yang mengidap penyakit tumor mata (retino blastoma) ingin mengucapkan terima kasih yg sebesar-besar nya kepada (BWA) yg sudah peduli kepada anak saya Alya,” tutup Main.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.