Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Cerita Nuryanto Gagal Beli Kursi Terapi Untuk Anaknya

CERITA NURYANTO GAGAL BELI KURSI TERAPI UNTUK ANAKNYA

Nuryanto (35 th) dan Yati Octavia (33 th) dikaruniai anak kembar tiga. Satu meninggal dalam perut dan dua bisa lahir dengan cesar. Dari dua yang hidup, Faiz Nurifqi (3,5 th) tumbuh normal. Sedangkan Irzad Nurufqi (3,5 th) menderita penyakit sehingga menyebabkan otaknya tidak berkembang dan kepalanya semakin mengecil.

Menurut dokter RSCM Irzad menderita Toxoplasma, Celebral Palsy, Mickrosevalus dan Epilepsi. Ke empat penyakit itulah yang menyebabkan Irzad sulit bergerak, saat ini hanya bisa berbaring saja.

Irzad

(Irzad Sedang Berusaha Didudukkan Oleh Ayahnya)

Dua tahun terakhir, Irzad diikutkan terapi di rumah sakit, untuk merangsang syarafnya agar bisa berfungsi dan bisa duduk. Karena alat terapinya terbatas irzad hanya satu pekan sekali diterapi sehingga pengaruhnya masih belum terlihat. Pihak rumah sakit akhirnya menyarankan Irzad mempunyai alat terapi sendiri di rumah.

kursi

(Kursi terapi yang dibutuhkan Irzad)

Tujuh bulan Nuryanto berusaha menyisihkan sebagian gaji dari pekerjannya sebagai security, tapi uang itu selalu terpakai untuk membeli kebutuhan pengobatan lain yang juga penting untuk Irzad. Nuryanto hanya bisa berdo’a kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk membeli kursi dan sepatu terapi bagi anak tercintanya itu.

BWA (Badan Wakaf Al Quran ) mengajak seluruh kaum muslimin membantu Pak Nuryanto membeli kursi dan sepatu terapi untuk Irzad. Bantuan dari kita akan meringankan beban Pak Nuryanto dan akan menambah semangat mengurusi anaknya yang sakit.

Semoga Allah SWT melimpah pahala berlipat, rezeki yang berlimpah dan berkah atas bantuan yang kita berikan untuk Irzad.

Donasi yang dibutuhkan : Rp. 10.200.000,-

Partner Lapang: Ali Baharsyah

Cerita Nuryanto Gagal Beli Kursi Terapi Untuk Anaknya

Update # 1. Kursi Terapi, Kebahagiaan Bagi Nuryanto & Irzad

Alhamdulilah setelah sekian lama, akhirnya Nuryanto bisa membelikan kursi terapi untuk membantu anaknya yang lumpuh akibat celebralpalsy [25/7].  Sebelumnya Nuryanto selalu gagal mengumpulkan uang untuk membeli kursi terapi, karena sering terpakai biaya berobat dan akomodasi rutin ke RSCM.

Irzad

(Irzad duduk di kursi terapi)

Proses pembuatan kursi memakan waktu dua pekan, karena dibuat oleh orang khusus. Disamping itu harus difitting terlebih dahulu agar ukurannya sesuai dengan ukuran tubuh Irzad.

Kini, Irzad bisa rutin diterapi di rumah sendiri tanpa harus mengantri di RSCM. Harapannya bisa membantu merangsang syaraf motorik agar Irzad bisa duduk.

Bagi Nuryanto, kursi terapi tersebut adalah sebuah kebahagiaan. Dia tidak bisa membalas kebaikan para donatur semua. Hanya bisa mengucapkan terima kasih dan  berdo’a semoga Allah memudahkan urusan para donatur.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.