Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Cobaan Susi Bertubi, Anak Jatuh Lumpuh, Suami Meninggal, Usaha Bangkrut, Ayo Bantu Bangkit Kembali

BWA-ZPP. Sudah tiga belas tahun Susi (42 tahun) merawat Fahmi Fitroni (15 tahun). Mulai dari membopong ke mana pun anaknya tersebut ingin pergi hingga membopongnya  ke kamar mandi. Awalnya, Susi tidak menyangka anak tercintanya akan seperti ini. Sejak lahir pertumbuhannya normal dan pada usia 2 tahun sudah berjalan lancar.

Pada suatu hari saat usianya tiga tahun, Fahmi terjatuh di kamar mandi dengan benturan keras di kepala. Fahmi yang sedang lucu-lucunya kala itu, tergolek tak sadarkan diri. Menurut dokter yang memeriksanya, ada gumpalan darah di otak Fahmi dan harus segera dioperasi dengan biaya Rp 200 juta.

Fahmi Lumpuh Tetap bahagia dipelukan Ibunda Susi BWA ZPP

Fahmi yang lumpuh tetap bahagia dipangkuan ibunda Susi, masya Allah tegarnya keluarga ini saat ditemui tim BWA di kediamannya, di Kramatwatu - Serang (12/6).

Namun operasi tidak pernah terjadi lantaran pihak keluarga tak kuasa menanggung beban biaya yang sangat besar itu. Suami Susi, almarhum Ridwan (48 tahun) yang tukang ojek tersebut tak bisa berbuat banyak dan tak kalah syoknya dengan Susi tatkala mendengar angka rupiah yang tak terbayang seperti apa banyaknya itu.

Berbagai kartu jaminan kesehetan tak bisa membantu. Akhirnya pergi ke berbagai tokoh, mulai dari Gusdur, Megawati hingga Akbar Tanjung. Namun hasilnya tak seperti diharapkan. “Saya datang  kepada mereka bukan minta uang, tapi minta bantuan agar anak saya bisa segera menjalani operasi, namun permintaan saya hanya dijawab dengan beberapa lembar ratusan ribu,” kenang Susi.

Cobaan tak berhenti sampai di situ, di saat sedang menangisi anaknya yang koma kala itu, Ridwan pun berpulang ke rahmatullah.

Janda Susi pun hanya bisa mengobati ala kadarnya saja, untuk mengurangi rasa sakit yang diderita anaknya. “Anak saya harus terus mengkonsumsi obat seumur hidup, dan sekarang fungsi hati dan beberapa organ lain mulai rusak akibat obat terus menerus,” ungkapnya.

Kini, warung nasi Padang yang dikelolanya sendiri pasca meninggalnya suami tercinta terpaksa tutup karena kehabisan modal untuk biaya obat dan makan sehari-hari yang terus merangkak naik. Bukan hanya itu, utang ke beberapa tetangga sudah beberapa tahun tak sanggup ia bayar.

Mengawali kehidupan baru pasca Ramadhan 1436 Hijriah, Susi ingin sekali mendapat modal untuk membuka warung nasi Padang kembali. “Agar ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan berobat Fahmi dan  membayar kontrakan juga,” ujar warga Jalan Waringin Kurung, Gang Rereik, RT 06/04 Kecamatan Kramat Watu, Serang, Banten.

Untuk mengurangi beban hidup Susi, melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin. Sehingga utang berobat Fahmi terbayar dan usaha warung nasi Padangnya bisa berjalan kembali. Dan tentu saja pahala berlimpah dari Allah SWT untuk kita semua yang telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta (dan Donasi) yang Diperlukan:

Rp 16.000.000,- (utang berobat Rp 7 juta; meneruskan usaha nasi Padang Rp 3 juta; biaya berobat Rp 500 ribu per bulan selama setahun untuk Fahmi Rp 6 juta.)

Partner Lapang

Alimudin Baharsyah 

Cobaan Susi Bertubi, Anak Jatuh Lumpuh, Suami Meninggal, Usaha Bangkrut, Ayo Bantu Bangkit Kembali

Update Selesai : Susi Ingin Membuat Bangga Para Donatur dan Muzaki

BWA-ZPP. Impian Susi (42) selangkah lagi akan tercapai. Di tengah cobaan yang datang mendera bertubi; merawat Fahmi (15) yang lumpuh akibat terjatuh, suami pergi meninggal dunia, usaha warung makan padangnya bangkrut hingga hutang dimana-mana, kini ia mencoba bangkit kembali berkat harta dari donatur dan Muzaki yang diterimanya.

bantuan untuk Susi ZPP BWAAlimudin Baharsyah dari BWA menyerahkan dana zakat dan donasi untuk melunasi hutang biaya berobat Fahmi dan untuk kemandirian keluarga Susi.

Ia bertekad akan membuat bangga para Muzaki dan Donatur yang telah membantunya, “Insya Allah dengan dana ini saya ingin membuat bangga para donatur dan Muzaki, saya yakin saya bisa bangkit kembali membuka usaha warung makan padang lagi”.

Ia juga menyampaikan salam dan do’a untuk para Donatur dan Muzaki. “Semoga harta yang telah didonasikan dan dizakatkan bisa mengalirkan pahala kepada para donatur,” ungkapnya penuh syukur.

Susi kini tinggal dirumah kontrakan Ibundanya, Zulma (60) di Jl Waringinkurung-Kramatwatu Gang Rereik, Kecamatan Kramatwatu, Serang – Banten beserta ketiga anaknya termasuk Fahmi yang butuh biaya, perawatan dan perhatian ekstra. Semoga Susi sukses dan tegar dengan impiannya dan kita semua Insya Allah mendapatkan aliran pahalanya. Aamiin...

Fahmi Susi Senang di Bantu Donatur dan MuzakiSusi dan Fahmi sangat senang saat ditemui BWA dikediamannya, terpancar semangat, tekad dan harapan besar bagi kemandirian mereka.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.