Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Dai yang Sigap Menolong Korban Bencana Itu Kini Butuh Pertolongan Anda

Dai yang Sigap Menolong Korban Bencana Itu Kini Butuh Pertolongan Anda

Sosoknya yang begitu kharismatik membuat siapa saja akan mudah mengenalinya. Kehadirannya di setiap bencana alam yang menerpa negeri untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan begitu amat mulia. Ia adalah Ustadz Moekti Chandra yang kerap disapa Abah oleh kerabat dan teman-temannya.

(Kondisi Terakhir Abah Moekti Chandra)

(Kondisi Terakhir Abah Moekti Chandra)

Selain mengasuh para santri yang ada di pondok pesanternya, Abah juga sering mengisi kajian dan diundang dalam acara-acara keagamaan baik dalam dan luar Kota Bandung. Namun, kondisi wabah corona yang sedang terjadi membuat Abah mengurangi jadwal mengisi kajian baik dalam dan luar kota, terlebih lagi kondisi kesehatannya yang kian menurun.

Adik dari almarhum Ustadz Harry Moekti tersebut pada awal April sempat mengeluh rasa sakit. Ia juga sempat tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena rasa sakit yang begitu terasa di bagian dada.

Dai yang sigap menolong korban bencana tersebut mengaku rasa sakit mulai dirasa sejak dirinya turun ke lokasi bencana di Palu, Lombok, serta bencana yang pada awal tahun ini terjadi di Banten dan Bogor. Sepulangnya dari lokasi bencana tubuhnya pun langsung drop dan lebih cepat lelah.

“Jika sakit kambuh dada terasa seperti terbakar, keringat mengucur deras seperti orang yang sedang mandi,” ujarnya.

Pihak keluarga segera membawanya ke Klinik Kasih Ibu di Cimahi, Jawa Barat. Kondisi yang kian memburuk membuat Abah dirujuk ke RS Cahya Kawaluyan, Padalarang, Jawa Barat. Peralatan medis yang kurang memadai membuat Abah dirujuk ke RSUD Cibabat, Cimahi.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mendiagnosa Abah menderita asam lambung dan ada penyempitan di saluran jantung.

Selama di rumah sakit, Abah harus menjalani terapi obat dan suntik. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Abah sama sekali tidak menggunakan BPJS alias berobat secara umum. Dapat dibayangkan biaya yang pastinya sangat besar, terlebih untuk biaya rawat inap.

Pada pertengahan April, Abah sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Namun masih diharuskan untuk melakukan rawat jalan.

Selama dua pekan menjalani perawatan, Abah banyak mencari pinjaman kepada sanak saudara dan teman-temannya untuk menebus biaya berobat dan rawat inap. Dokter meminta agar Abah istirahat total hingga kondisinya membaik.

Untuk mengurangi beban Abah dalam menutupi utang biaya berobat dan rawat inap, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK). Sehingga semua biaya tersebut tertutupi dan kita semua mendapat pahala berlimpah karena telah membantu sesama. Apalagi membantunya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, seperti janji Allah SWT, pahalanya akan semakin berlimpah ruah lagi. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.66.250.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #WakafQuran #SK #SedekahKemanusiaan

Dai yang Sigap Menolong Korban Bencana Itu Kini Butuh Pertolongan Anda

Update #1: Abah Bahagia dan Bersyukur, Banyak Kaum Muslimin yang Peduli Padanya

Tim BWA bersilaturahmi ke rumah Abah Moekti di Padalarang, Jawa Barat. disana kami diterima dengan baik oleh abah dan keluarga. Abah banyak menceritakan pengalamannya ketika berdakwah dan menjadi relawan kemanusiaan di lokasi bencana, banyaknya halangan dan rintangan ketika berdakwah dan menjadi relawan kemanusiaan tak pernah sedikitpun menyurutkan semangatnya, bahkan ketika kondisi kesehatannya yang kurang baik seperti saat ini.

(Abah Moekti)

(Abah Moekti)

Mendengarnya menceritakan kisah hidup yang sangat heroik ketika berdakwah dan menjadi relawan kemanusiaan, sangatlah memantik semangat kami agar bisa mengikuti langkah perjuangannya.

Namun, akibat dari terkena serangan jantung, membuat aktivitas dakwah Abah sedikit terhambat. Abah selalu berkeringat jika jantungnya sedang terserang, berat badan beliau juga turun cukup drastis.

“Badan turun dua kilo, celana mulai banyak yang longgar sekarang,” ujar Abah sambil tertawa.

Abah belum dapat berdiri terlalu lama, lututnya selalu bergetar ketika beliau sedang rukuk. Menurut dokter hal ini ditimbulkan oleh efek dari adanya penyumbatan pada saluran jantung yang Abah rasakan. Namun, Abah tak pernah patah arang untuk tetap berikhtiar mencari jalan kesembuhan, karena ia menyadari penyakit ini merupakan ujian dari Allah SWT.

Kedepannya Abah akan mencoba pengobatan alternatif disamping pengobatan medis di rumah sakit yang juga rutin dijalani. Abah juga menyampaikan banyak terimakasih kepada para donatur BWA yang membantunya dalam menghadapi ujian penyakit yang saat ini sedang abah rasakan.

“Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza atas sumbangsih yang donatur sampaikan untuk saya, sungguh sangat berharga bantuan-bantuan dari antum semua untuk kesembuhan saya,” tutup beliau.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.