Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus Dakwah

Dakwah di Pedalaman Sintang, 600 KK Suku Dayak Masuk Islam

Dakwah di Pedalaman Sintang, 600 KK Suku Dayak Masuk Islam

Berkat ketelatenan Ustadz Muhammad Yamin dan Komite Peduli Muslim Pedalaman (KPMP), tidak kurang dari 600 kepala keluarga (KK) suku Dayak di pedalam Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, masuk Islam.

Mereka tersebar di sepuluh desa yang secara rutin dibina sejak KPMP didirikan pada 2013. “Jumlah keseluruhan keluarga binaan 2.500 KK dan 600-700 KK mualaf,” ujar Ustadz Yamin kepada Badan Wakaf Al-Qur’an, desember 2021.

Butuh pengorbanan yang relatif besar dalam membina warga termasuk dari sisi waktu dan biaya. Sekali datang, sekitar 2-5 hari mereka berada di lokasi binaan, di antaranya di Desa Benua Baru, Desa Mensiap, Desa Tayak, Dusun Jelimpau, dan Dusun Merayak.

Akses ke desa dan dusun tersebut melalui sungai. Karena tidak memiliki perahu sendiri, mereka pun menyewa. “Harga sewa kapal untuk 1 hari 400 ribu,” ungkap lelaki kelahiran Kecamatan Tempunak, Sintang, 7 November 1982. Menurutnya, itu belum termasuk harga bahan bakar.

Uslub Dakwah

Dakwah yang dijalankan dengan mendatangi masyarakat dan membaur bersama warga. Untuk kemudian memahami apa yang menjadi kesulitan mereka. Setelah itu mencoba bersama menyelesaikan permasalahan-permasalahan warga satu per satu. 

Banyak yang terbantu dengan pendekatan tersebut. “Sampai pada akhirnya mereka merasa terbantu dan merasa nyaman. Alhamdulilah banyak dari warga akhirnya tertarik untuk memeluk Islam atau kembali memeluk Islam (karena sempat murtad akibat misionaris),” ujarnya.

(Dakwah Ustadz Yamin di Pedalaman Sintang)

(Dakwah Ustadz Yamin di Pedalaman Sintang)

Sebelum membentuk KPMP dengan lima Ustadz lainnya yang memiliki kesamaan visi dan misi, Ustadz Yamin, telah merintis dakwah sendiri dan sekitar 100 KK warga Sintang sejak dirinya kembali dari menuntut ilmu-ilmu keislaman di Jawa.

(Pembinaan Masyarakat Sintang)

(Pembinaan Masyarakat Sintang)

Ya, setamat Madrasah Aliyah Mujahidin, Sintang (2001), ia meneruskan menuntut ilmu-ilmu keislaman ke Ma’had Taruna Al-Qur’an, Yogyakarta (2005); Ma’had Abu Bakar ash-Shiddiq, Solo (2006); dan Ma’had Ibnu Abbas, Klaten (2008).

Tantangan Terberat

Menurut Ustadz Yamin, tantangan terberat adalah membina para mualaf yang berasal dari suku Dayak yang sebelumnya menganut agama Nasrani (Katolik dan Kristen). Pasalnya, ada agenda misionaris yang cukup kuat.

“Upaya pemurtadan kembali dengan pendekatan secara ekonomi, mengharuskan kami untuk lebih sigap dan waspada untuk selalu mengakses desa-desa binaan tersebut. Keterbatasan fasilitas dan rusaknya akses perjalanan darat menghambat kami dalam merespons laporan dan melaksanakan tinjauan rutin ke desa-desa binaan,” ujarnya.

Rusaknya infrastruktur dan bahkan belum adanya infrakstruktur seperti masih jalan tanah di beberapa desa binaan, membuat tim harus bekerja lebih ekstra lagi menuju lokasi pembinaan.

(Beratnya Medan Dakwah di Pedalaman Kalimantan)

(Beratnya Medan Dakwah di Pedalaman Kalimantan)

Pada awal dakwah akses masuk ke pedalaman menggunakan jalur darat dengan memakai motor, dan sesekali kendaraan roda empat ketika membawa logistik.

Namun akses jalan yang sulit membahayakan tim dan sangat memakan waktu sehingga tim dakwah merasa tidak efektif. Sampai pada akhirnya tim dakwah mencoba alternatif lain menggunakan akses air dengan memakai speed boat sewaan.

“Alhamdulilah ketika menggunakan speed boat tersebut, kerja dakwah menjadi semakin efektif dan banyak desa-desa yang sebelumnya tidak terjangkau saat itu bisa terjangkau,” ujarnya.

Namun ada beberapa desa yang jalur airnya sangat membahayakan. Banyak ditemukan pohon-pohon besar dan tajam yang menghalangi laju kapal dan selain itu merusak lambung kapal. Karena kapal terbuat dari kayu, akan sangat beresiko apabila jalur air tetap dilalui menggunakan kapal berbahan kayu.

(Di Beberapa Wilayah Harus dilewati Melalui Jalur Sungai)

(Di Beberapa Wilayah Harus dilewati Melalui Jalur Sungai)

“Karena bisa mengakibatkan kapal karam. Oleh karena itu solusi agar tetap bisa mengakses daerah-daerah tersebut dengan menggunakan spead boat berbahan dasar alumunium,” bebernya.

Selain itu kebutuhan akan penyaluran logistik untuk warga binaan, membuat tim dakwah kesulitan untuk mengangkutnya, karena keterbatasan infratruktur air yang ada. Sehingga tim dakwah harus mengurangi personil yang ikut serta dalam membantu, yang pastinya akan menjadi sangat melelahkan dan berakibat berbahaya juga untuk para personil dakwah.

“Namun apabila banyak personil yang turut serta, logistik tidak bisa maksimal untuk diangkut,” ungkapnya.

Wakaf Speedboat

Dalam rangka mendukung dakwah Ustadz Yamin dan KPMP di pedalaman Sintang, BWA (Badan Wakaf Al-Qur’an) melalui program Wakaf Khusus Dakwah mengajak kaum Muslim berwakaf satu unit aluminium boat dan mesin speed 25 P.

Ustadz Yamin berazam, bila mendapatkan wakaf speedboat aluminium tersebut, ia dan timnya akan menambah intensitas kunjungan ke desa-desa binaan agar warga bisa mendapatkan pelayanan dakwah.

“Selain itu untuk area-area yang sebelumnya yang tidak berani kami jangkau, dengan adanya fasilitas dakwah yang sesuai dengan kebutuhan kami. Kami berupaya menjangkau area-area terdalam suku pedalaman, agar dakwah semakin menyebar luas ke pelosok-pelosok, semakin banyak warga yang merasakan manfaat, dan mendapat pencerahan indahnya agama Islam,” targetnya.

Dan yang tak kalah pentingnya, semoga pahala terus mengalir kepada para wakif yang turut berwakaf speedboat aluminium tersebut. Aamiin. Oleh karena itu, Anda harus ikut berwakaf![]

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.304.923.000

Partner Lapangan:

Ustadz Muhammad Yamin

 

#BWA #InovasiWakaf #WakafKhususDakwah #WKD #PedalamanSintang

Dakwah di Pedalaman Sintang, 600 KK Suku Dayak Masuk Islam

Update #2: Tinggal Menunggu Pengadaan Mesin, Perahu Dakwah Siap Dikirimkan ke Sintang

Pada 29 September 2022 lalu tim BWA bersama dengan Ustadz Heru Binawan selaku CEO Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), melakukan test (uji coba) speed boat yang akan di kirimkan kepada Ustadz Yamin dan tim dakwah di Sintang, Kalimantan Barat, Test ini dilakukan guna memastikan speed boat tersebut telah berfungsi dengan baik dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada saat digunakan nantinya oleh Ustadz Yamin untuk kegiatan dakwahnya.

Alhamdulillah hasil test yang dilakukan berjalan dengan lancar dan speed boat tersebut berfungsi dengan baik. Walaupun speed boat ini belum memiliki mesin karena masih terus dilakukan penggalangan dana, BWA mendapatkan pinjaman mesin tempel dengan kapasitas yang sesuai untuk speed boat tersebut dari orang baik pemilik dari Galangan Kapal Carita Boat Indonesia, yaitu Bapak Budi Suchaeri.

(Test Speed Boat)

Beliau juga yang BWA tunjuk sebagai vendor pengadaan speed boat Dakwah Sintang, dan juga sebagai vendor untuk renovasi Kapal Dakwah dokterCARE.

“Speed boatnya ini  sudah sesuai dengan spek yang diajukan oleh BWA, dan sudah kita lakukan setting maksimal supaya semuanya berfungsi dengan baik saat digunakan nanti, hanya tinggal mesinnya yang belum kita belikan, tapi fungsinya setelah di pasang mesin punya saya, alhamdulillah tidak ada kendala,” ungkap Pak Budi Suchaeri.

(Berfungsi dengan Baik, Speed Boat Siap Digunakan)

Tinggal sedikit lagi Ustadz Yamin dan tim dakwah di Sintang bisa merasakan manfaat dari speed boat dakwah tersebut. Kami mendoakan para wakif mendapatkan keberkahan pahala jariyah karena telah membantu pengadaan Speed boat Dakwah. Semoga apa-apa yang telah diwakafkan tersebut dapat menjadi penolong di akhirat kelak

Mari bersama bantu pengadaan mesin untuk speed boat dakwah Sintang dengan berwakaf di BWA. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan membalas dengan pahala jariyah yang tidak terputus hingga yaumil akhir, aamiin.

 

Update #1: Rekatkan Ukhuwah, dengan Perahu Dakwah

Berat medan dakwah yang harus ditempuh oleh Ustadz Yamin, puluhan bahkan ratusan kilometer harus ia tempuh untuk berdakwah, mengajarkan mengaji, baca tulis Al-Qur’an kepada masyarakat yang berada di pelosok Sintang, Kalimantan Barat.

Dakwah yang sudah beliau jalani selama bertahun-tahun, dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih. Beliau hanya berharap semakin banyak warga pedalaman Sintang yang mengenal Islam, mampu baca tulis Al-Qur’an serta mendekatkan keseharian mereka dengan syari’at.

(Perahu Dakwah Sintang)

Alhamdulillah melalui project WKD Perahu Dakwah Sintang, berdasar hasil penggalangan dana yang masih dilakukan oleh BWA, saat ini BWA telah merealisasikan 1 unit speed boat dengan bahan dasar aluminium dengan panjang 4.5 meter, lebar 2 meter yang berkapasitas penumpang bisa mencapai 7 orang.

Saat ini perahu masih berada di tempat pembuatan PT Wahana Indra Sentosa (BSD), sembari menunggu pembelian mesin. Untuk perahu yang nantinya digunakan Ustadz Yamin dan tim untuk berdakwah ini menggunakan mesin tempel dengan kekuatan 20-25 hp.

(Speed boat yang Nantinya akan Digunakan Ustadz Yamin dan Tim)

“Terima kasih kepada para wakif dan BWA yang telah membantu kami melalui pengadaan perahu dakwah ini. Rencana dakwah nantinya (perahu) ini akan sangat membantu, karena medan yang di lalui sangat jauh dan sulit di jangkau dengan perahu biasa, rencananya kami akan terus membuka jalur dakwah baru di pelosok Sintang,” tutur tim dakwah Sintang.

“Program WKD adalah salah satu inovasi yang BWA lakukan untuk memfasilitasi para da'i dan ustadz di pedalaman terkait perihal transportasi dan sarana pendukung lainnya, setiap rupiah yang kita wakafkan untuk kegiatan dakwah dan selama fasilitas yang kita berikan kepada para da'i dan ustadz terus digunakan untuk berdakwah, insyaAllah pahalanya akan mengalir terus menerus,” tutup Eka, selaku penanggungjawab program WKD BWA.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.