Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Darah Tinggi Picu Ependi Strok Lagi, Kali Ini Lebih Berat

Darah Tinggi Picu Ependi Strok Lagi, Kali Ini Lebih Berat

Ependi (64 tahun) hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur, berat badannya turun drastis semenjak ia menderita strok berat. Kini penyakit yang diderita warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat kian parah.

Sebelumnya ia mengalami strok ringan. Awal terjadi pada Desember 2019. Dedah (57 tahun, istri) menceritakan kejadian itu diketahui ketika Ependi tidak dapat bangun dari tempat tidur, dan kondisi anggota tubuh bagian kiri tidak dapat digerakan. Melihat kondisi seperti ini keluarga membawanya berobat ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta.

(Ependi Idap Stroke Berat)

(Ependi Idap Stroke Berat)

Kondisi Ependi sedikit membaik, setelah sepekan menjalani perawatan di Jakarta. Hingga April 2019 keluarga masih rutin membawa Ependi kontrol sebulan sekali. Selama di Jakarta, keluarga tinggal dirumah anaknya yang berlokai di Manggarai, Jakarta Selatan.

Akhir April 2019 Ependi dinyatakan sehat oleh dokter dan diizinkan untuk dibawa pulang, keluarga segera membawa Ependi ke rumahnya di Karangsari. Selama di rumah, Ependi rutin menjalani terapi totok syaraf.

Hal yang tidak diduga kembali terjadi, Ependi kembali strok pada November 2020. sudah tentu sang istri khawatir dan tak menyangka jika suaminya kembali strok untuk yang kedua kali. Kondisi pandemi yang sedang terjadi membuat sang istri memanggil dokter ke rumah untuk memariksa suaminya, karena merasa khawatir tertular virus corona, jika sang suami dibawa kontrol ke rumah sakit yang ada di Kota Garut.

Setelah mendapat tindakan pemeriksaan, dokter memberi tahu jika tekanan darah Ependi sangat tinggi, sehingga merusak syaraf di otak yang kemudian memicu terjadinya strok. Dokter juga memberi tahu jika strok kali ini jauh lebih berat jika dibandingkan dengan strok yang terjadi di tahun lalu. Strok kali ini benar-benar membuat seluruh anggota tubuh tidak dapat digerakkan.

“Saya sama sekali tidak percaya jika separah ini, jangankan untuk bangun dari tempat tidur, memiringkan badan saja tidak bisa dan harus saya bantu,” ujar sang istri, “sementara untuk buang air besar dan kecil terpaksa dilakukan di atas tempat tidur.”

Kondisi yang dialami Ependi membuat sang istri prihatin bercampur bingung. Ia bingung karena kebutuhan Ependi seperti pemeriksaan dokter, terapi, dan konsumsi obat-obatan herbal hanya mengandalkan kiriman uang dari anaknya di Jakarta, karena sang istri fokus merawat Ependi dan sama sekali tidak bekerja.

Kiriman uang dari anaknya di Jakarta tak tentu, terkadang sama sekali belum cukup untuk membayar terapi dan membeli obat-obatan herbal.

Untuk mengurangi beban biaya berobat Ependi, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui Program Sedekah Kemanusiaan (SK).

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.68.500.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

 

Darah Tinggi Picu Ependi Strok Lagi, Kali Ini Lebih Berat

Update #1: Stroke Pak Ependi Belum Sembuh Secara Menyeluruh

Setiap sekali dalam sepekan, Pak Ependi masih rutin menjalani terapi totok syaraf dengan mengundang terapis kerumah. Alhamdulillah ada sedikit perubahan, tangan mulai bisa sedikit digerakan, berbeda dengan dahulu yang masih terlihat kaku. Pak Ependi kini mulai bisa diajak berkomunikasi, meski hanya sebatas bisa mendengar, belum mampu untuk berbicara dengan normal.

Di awal September 2021, terapis totok syaraf yang biasa melakukan terapi memberitahu kepada Istri Pak Ependi jika akan pindah ke Jakarta. Kini Pak Ependi beralih ke terapis lain, terapi yang digunakan juga berbeda dengan sebelumnya, metode terapi yang digunakan menggunakan listrik. Terapi dilakukan hampir setiap hari diwaktu pagi, kini tiga pekan berjalan Pak Ependi menjalani terapi listrik, perlahan ada perkembangan meski tidak terlalu signifikan.

(Kondisi Pak Ependi Kini)

(Kondisi Pak Ependi Kini)

Selain menjalani terapi alternatif, Pak Ependi masih menjalani pemeriksaan secara medis. Dokter dari rumah sakit rutin mengunjungi Pak Ependi setiap sekali dalam sebulan. Dokter juga menyarankan agar Pak Ependi segera dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam ke dokter khusus syaraf. Namun, Istri Pak Ependi masih enggan, “karena masih kondisi pandemi, saya khawatir jika suami saya tertular corona,” ujar Istri Pak Ependi.

Donasi yang disalurkan BWA melalui program Sedekah Kemanusiaan, digunakan oleh Istri Pak Ependi untuk biaya terapi alternatif, dan keperluan lain seperti membeli popok dewasa, obat-obatan herbal, dan biaya kunjungan dokter ke rumah.

“Saya bersyukur sekali atas donasi yang diberikan, karena suami saya sangat membutuhkan dana untuk berobat dan terapi, Alhamdulillah bantuan ini benar-benar bermanfaat sekali,” tutup sang Istri.

Melihat kondisi Pak Ependi yang belum sembuh secara menyeluruh dan masih memerlukan biaya untuk melanjutkan pengobatan. BWA mengajak kepada donatur sekalian untuk turut membantu meringankan beban keluarga Pak Ependi. Semoga niat baik kita diberi ganjaran pahala oleh Allah SWT, karena kita mau berbagi untuk sesama.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.