Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Desa di Kaki Gunung Doro Oromboha Kesulitan Air Bersih

BWA-WAP. Doro Oromboha adalah gunung yang terletak di kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.  Ada empat desa dan satu dusun di kaki Gunung Doro Oromboha (1605 m) yang membutuhkan air bersih, yaitu desa Bumi Pajo, desa Ndano 'Nae, dusun Karaku, desa Rora Dan desa Madawau.


  

Warga Desa Mandawau misalnya, setidaknya membutuhkan waktu lima jam untuk ambil air bersih ke mata air terdekat. Saat menjelang subuh, Muhtar Hamid (38 tahun) dan beberapa warga Mandawau  lainnya mulai berjalan kaki menyusuri jalan yang berkelok dan curam sejauh dua kilometer sambil memikul jerigen menuju kawasan Madasalongga, mata air terdekat dari desa Mandawau.

Pada pukul sembilan pagi, barulah mereka kembali ke rumah dengan membawa dua jerigen penuh air bersih. “Dua jerigen  itu hanya cukup untuk minum dan memasak saja,” ungkap lelaki yang memiliki satu istri dan dua anak. 

Kekurangan air bersih membuat waktu produktif mereka bertani dan berternak terpotong untuk ambil air. Lebih dari itu, sanitasi lingkunganpun menjadi buruk, tidak sedikit warga yang terkena diare dan banyak MCK yang tidak berfungsi karena tidak ada airnya.

Infrastruktur air di sana sangat minim. Sementara untuk membuat sumur sulit mengingat tanahnya yang berbatu dan posisi desa di kaki gunung membuat sumber air tanah berada sangat dalam.

Untuk mengurangi beban mereka, maka Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) membuat project wakaf sarana air bersih bagi warga di lereng gunung Doro Oromboha.

 

Jumlah Kepala Keluarga di kelima desa tersebut  yakni  Desa Bumi Pajo (500 KK), Desa Ndano Na'e (300 KK), Desa Rora (210 KK), Dusun Karaku (100 KK), dan Desa Mandawau (400 KK). Semua berada dalam dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Donggo dan Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan survei yang dilakukan BWA pada 5 sampai 6 Agustus 2013, sarana air bersih yang dibutuhkan adalah pipanisasi dari sumber mata air yang terdapat di hutan di kaki gunung Doro Oromboha dekat dengan Desa Bumi Pajo.

Dibutuhkan pipa sepanjang 14 KM untuk mengalirkan air ke empat desa dan satu dusun menggunakan pipa HDPE, dimulai dari mata air dialirkan ke Desa Bumi Pajo lalu diteruskan ke Rora, Ndano Na'e dan karaku, kemudian berakhir di Mandawau.

 

Donasi yang dibutuhkan:

Rp. 2.600.000.000,- (Dua miliar enam ratus juta rupiah)

Partner lapang:

Muhtar Hamid

Desa di Kaki Gunung Doro Oromboha Kesulitan Air Bersih

update #9 Ramenya pemasangan Pipa HDPE

Pipa HDPE datang pada hari jumat dini hari di lokasi proyek wakaf air bersih di doro oromboha. Tak lama pipa datang, warga segera berkumpul untuk membaggi tugas pemasangan pipa, mengingat bulan oktober - april biasanya kemarau. Untuk itu warga berharap sebelum kemarau datang air sudah lancar mengalir kerumah mereka.

 

Rencananya BWA, akan melaksanakan peresmian pada pekan ke-3 bulan oktober 2016. Jika pembangunan air di desa Bumipajo sudah selesai.

Menurut laporan pekerjaan dari pak Trisilo selaku supervisor BWA di lapangan, progres pekerjaan tahap 1 sudah mencapai 85%, Insya Allah untuk peresmian pekan ke-3 Oktober bisa lakukan.

Insya Allah jika tidak ada halangan, maka peresmian pembangunan tahap 1 proyek wakaf doro oromboha yakni di desa Bumipajo akan dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2016.

Masih ada pembangunan tahap 2 pembangunan wakaf di wilayah doro oromboha yang masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu BWA mengajak seluruh kaum muslim untuk berpartisipasi mensukseskan proyek ini. Anda harus ikut!

Update #8 Pipa HDPE sudah sampai di lokasi proyek wakaf air bersih NTB

Alhamdulillah, pipa HDPE 2,5 inch yang berfungsi sebagai jalur utama distribusi air dari mata air doro oromboha telah sampai dengan selamat. Pipa yang dikirim pada 1 september 2016 ini berjumlah 5100 meter. Pipa ini dipakai untuk pembangunan tahap 1 proyek wakaf sarana air bersih di wilayah doro oromboha yakni di desa Bumipajo.

Menyambut datangnya pipa ini, pak muhtar hamid langsung mengawal truk yang datang pada tanggal 9 september 2016. "pipa sudah datang pak, alhamdulillah", ujar beliau via telephon.

Melihat pipa datang, warga segera menurunkan pipa HDPE dari truck untuk segera dipasang di bak mata air yang berada diatas.

Pak Muhammad selaku kontraktor pelaksana menyampaikan, "pipa HDPE segera kita pasang di bak mata air untuk mengetes distribusi air ke warga", semoga semua Lancar. ujar beliau bia Whatsapp.

Masih ada kesempatan bagi anda untuk berwakaf sarana air bersih di wilayah ini, Insya Allah bermanfaat dan memberikan pahala yang senantiasa mengalir, seiiring mengalirnya air kerumah warga. Aamiin.

Update #7 Perbaikan Bak Care & Pembangunan Bak Dusun Ncuhi dan Dusun Padende Selesai

BWA - Water Action for People. Selain bantuan cari Unicef, Desa bumipajo juga pernah mendapatkan bantuan sarana air bersih tahun 1974. Dan hingga kini bak-bak tersebut masih ada walau tidak digunakan lagi. Padahal bak-bak tersebut bisa difungsikan sebagai bak hidrant umum dimana warga bisa mengambil air di sini.

Alhamdulillah, bak-bak ini selesai diperbaiki dan difungsikan sebagai penampung air bagi warga dusun ncuhi dan dusun padende. 

Selain itu Badan Wakaf al Qur'an membangun bak di depan masjid Padende dan mushollah ncuhi untuk memudahkan warga yang akan melakukan ibadah.

Atas doa dari wakif dan seluruh kaum muslimin, pembangunan wakaf sarana air bersih di wilayah doro oromboha ini berlangsung lancar. Semoga wakaf sarana air bersih di wilayah ini bertahan lama dan mengalirkan pahala kepada wakif dan semua pihak yang turut mewujudkan wakaf ini. Aamiin.

 

 

Update #6 Perbaikan bak bantuan dari Unicef selesai dikerjakan

Pada tahun 2008 Unicef memberi bantuan rasana air bersih kepada masyarakat desa bumipajo, sayangnya bak tersebut tidak berfungsi karena bocor. BWA memperbaiki bak tersebut untuk difungsikan sebagai bak filter air dari mata air sehingga air yang terdistribusi kewarga sudah bersih dari kotoran.

Bak filter yang diperbaiki ini berukuran 6 x 1,2 x 2 meter dengan lantai dasar bak berukuran 6 x 3 meter. Bak filter ini di buat 3 ruang untuk memecah tekanan air dan untuk memfilter air 3 tahap. Alhamdulillah, pekerjaan perbaikan bak filter ini sudah selesai dikerjakan.

Kami mengajak kaum muslimin untuk bersama-sama mewakafkan hartanya untuk mensukseskan proyek ini. Masih ada 3 desa dan 1 dusun lagi yang masih kesulitan air bersih di wilayah kaki Gunung Doro oromboha ini.

Update #4 : Pembangunan Tahap Pertama Sarana Air Bersih Doro Oromboha telah dimulai akhir Mei 2016 lalu

BWA - Water Action for People. Proses pembangunan bendungan mata air yang berada di kaki gunung Doro Oromboha membutuhkan perjuangan yang besar. Selain melewat jalan setapak yang ditepinya adalah jurang, namun juga beratnya material yang harus dibawa keatas untuk pembangunan Bak tersebut. Namun kondisi ini tak menyurutkan semangat warga desa Bumipajo, desa Rora dan desa Madawau untuk membawa material berat itu, tujuannya hanya satu yakni ingin terbebas dari krisis air bersih.

Survey Wakaf Sarana Air Bersih Doro Oromboha NTB

Bantuan dari BWA, harapan baru warga

Sebetulnya bantuan untuk pembangunan sarana air bersih di wilayah ini sudah pernah ada, namun tidak berjalan dengan baik sehingga tidak semua warga di desa Bumipajo mendapatkan air.  Hal ini karena sistem pipanisasi yang dilakukan kurang tepat.  

Mendengar BWA mau survey dan membuat proyek wakaf sarana air bersih, kami punya harapan baru agar air dapat mengalir sampai kerumah warga dengan rata”, ujar pak Fahrudin yang saat ini menjadi PLT Kepala Desa Bumi Pajo.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh Pak Anwar, mantan kepala desa Bumipajo tahun 2004-2009 yang saat itu menangani pembangunan proyek bantuan dari UNICEF untuk sarana air bersih, “hanya bertahan 4 bulan saja mas, setelah itu air sudah tidak lancar, bahkan mungkin hanya 40% saja dari warga desa Bumipajo yang bisa menikmati air sampai ke rumah mereka, selebihnya mereka harus mengambil ke masjid, atau ke tetangga mereka yang mengalir airnya,” tambah beliau.

Pembangunan Wakaf Sarana Air bersih BWA ini sistem pipanisasinya menggunakan sistem terbuka sehingga dapat membagi air sama besar disetiap level ketinggian. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh BWA di beberapa Project Wakaf Sarana Air Bersih seperti proyek di wilayah Magelang, Bogor dan Lumajang. “Dengan sistem ini, tiap rumah warga dapat menerima aliran air sama besar volumenya apalagi bila mereka memiliki bak penampungan air yang cukup besar,” ujar Darminto. Pengalaman BWA saat membangun sarana air bersih di dusun Trono, kecamatan dukun kabupaten Magelang, dengan debit 2 liter per detik saja dapat dibagi rata kepada sekitar 80 rumah penduduk, dengan besar aliran sekitar  56 ml  per detik di setiap rumah. Jika mengalir selama 24 jam maka dapat tertampung sekitar 4000 liter air.

Persiapan pembangunan sarana air bersih ini sudah dilakukan persiapannya sejak akhir Mei 2016 lalu dan peletakan batu pertama pembuatan bendungan mata air dilaksanakan pada tanggal 4 juni 2016 oleh tetua adat desa Bumipajo Bapak H. Ismail. Target pembangunan bendungan ini sekitar 3-7 hari rampung, melihat banyaknya warga yang terlibat dalam pembangunan bendungan ini.

Selanjutnya setelah pembangunan bendungan ini, direncanakan pembangunan bak-bak distribusi dan juga bak pembagi rumah untuk mengalirkan air agar dapat terbagi rata di sekitar 500 KK di desa Bumipajo.

Manfaat pembangunan Bendungan mata air ini adalah agar bisa menghimpun dan menghasilkan debit air yang cukup besar, sehingga tidak hanya desa Bumipajo yang teraliri air namun juga desa-desa dibawahnya, yaitu desa Rora, Ndano Na’e, dusun Karaku dan Desa Madawau juga akan menikmati air yang berasal dari sumber mata air di kaki Doro Oromboha ini.

Kami tidak bosan mengajak seluruh umat muslim untuk berwakaf, mensukseskan proyek wakaf sarana air bersih di Doro Oromboha  yang masih membutuhkan banyak dana. Insya Allah setiap aliran air yang dimanfaatkan oleh warga baik untuk minum, memasak, mencuci, wudhu, dan mandi akan mengalirkan pahala untuk para wakif semua. Insya Allah. 

Update #3: Pembangunan Tahap Pertama Sarana Air Bersih Doro Oromboha dilaksanakan Mei 2016.

BWA - Water Action for People. Sebagai bentuk Komitmen dan kepedulian BWA untuk masyarakat Doro Oromboha yang telah lama mengharapkan air bersih, maka BWA merencenakan Pembangunan project Wakaf Sarana Air Bersih untuk Doro Oromboha pada akhir bulan Mei 2016.

Perencanaan teknis pembangunan tahap ini juga sudah dipersiapkan, jauh hari setelah BWA melakukan survey di bulan Januari tahun  ini. Project WAFP di daerah pegunungan doro oromboha yang berada diperbatasan kabupaten Bima dan kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat ini penggalagan dana wakafnya sudah mencapai hampir 3 tahun. Meskipun belum terpenuhi semua dari total nilai project 1,8 miliar, namun dana yang terkumpul sudah bisa untuk melaksanakan pembangunan tahap pertama. Berharap dengan dimulainya pembangunan Tahap pertama ini, kaum muslim lebih tergerak untuk mambantu dan menyelesaikan project ini.

Pembangunan tahap pertama ini di awali dengan membangun bendungan dan bak mata air di atas pegunungungan doro oromboha, serta pipanisasi ke bak bantuan UNICEF yang dibangun pada 2009 silam. Desa Bumipajo yang meliputi 5 dusun dengan total 510 KK atau sekitar 2040 jiwa ini sudah ada beberapa bantuan terutama dari CARE (LSM dari Canada) pada tahun 1974, berupa bak filter dan bak distribusi serta bak hidrant umum yang berjumlah 4. Ternyata kondisi bak-bak tersebut kini masih kokoh meskipun tidak termanfaatkan dan InsyaAllah masih bisa gunakan dengan beberapa perbaikan bahkan bak-bak tersebut akan dimodifikasi dan difungsikan sebagai bak distribusi dusun Padende. Dari bak distribusi ini akan dialirkan air ke bak pembangi rumah, sehingga pembagian air dengan sistem grafity akan dapat dilaksanakan dengan baik dan airpun kan dapat dialirkan secara merata.

Karena air akan di alirkan ke 4 desa dan 1 dusun termasuk desa madawau yang berjarak sekitar 8 KM dari desa bumipajo, maka diperlukan aliran air lebih dari 5 liter per detik, maka pada tahap pertama ini akan dilaksanakan pembangunan bendungan sungai mata air yang berada dipuncak gunung oromboha (NTB) yang berjarak sekitar 3200 meter dari pemukiman penduduk dusun padende yang merupakan kampung tertinggi di desa bumipajo. Bendungan yang akan dibuat berbentuk huruf “L” yang berukuran 7 x 3 x 1,5 Meter. Bendungan ini berfungsi untuk menampung mata air-mata air yang ada di atas doro oromboha, terutama pada saat musim kemarau.

Selanjutnya pembangunan diteruskan dengan membuat bak berukuran 2 x 3 x 2 meter di dusun Ncuhi yang berada di Lingkungan SD Impres Desa Bumipajo. Selain pembangunan bak ini, juga dilakukan pembangunan bak distribusi yang berjumlah 3 unit dengan kapasitas 1000 liter. Serta pembangunan bak pembagi rumah yang berjumlah sekitar 35 unit yang berkapasitas 500 liter.

Pekerjaan yang di awali di akhir mei ini nantinya akan di teruskan pekerjaannya diawal bulan Agustus 2016 setelah libur lebaran tahun ini. Pekerjaan yang akan dilakukan sama seperti di dusun Ncuhi, yaitu pembuatan bak di dusun Rasabou dan di dusun Madanggasa, serta  pembangunan bak distribusi dan juga bak pembagi rumah.

Pembagunan untuk tahap pertama project wakaf sarana air bersih di doro oromboha NTB ini membutuhkan waktu sekitar 120 hari kerja sampai semua terpasang di Desa Bumipajo. Kemudian untuk 3 desa dan 1 dusun dibawah desa Bumipajo, menunggu Dana terkumpul kembali dari para Wakif.

Maka dari itu, kami tak segan segannya menghimbau kepada para wakif untuk mewakafkan hartanya di jalan Allah, Insya Allah aliran pahala akan terus mengalir seiring dengan mengalirnya air di 4 desa dan 1 dusun yang terletak di kaki doro Oromboha yang berada di perbatasan Kabupaten bima dan Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. 

Update #2 : Rencana Teknis Sarana Air Bersih di Kaki Gunung Doro Oromboha NTB

Setelah melakukan survei melihat potensi air yang ada di kaki gunung Doro Oromboha, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) pun langsung membuat rencana desain teknis pipanisasi air untuk empat desa dan satu dusun di wilayah ini.

“Dengan tipologi daerah yang berbukit dan cenderung menurun, maka sistem distribusi yang digunakan akan memanfaatkan gaya gravitasi,” ungkap Darminto, penanggung jawab project wakaf sarana air bersih BWA, Senin  (7/7) di Kantor BWA, Jl Tebet TImur Dalam I No1, Tebet, Jakarta Selatan.

Sumber mata air berada di ketinggiaan 990 meter di atas permukaan air laut (dpl). Sedangkan desa tertinggi (Bumi Pajo) ketinggiannya adalah 621 meter dpl, Desa Ndano ‘Nae 550 meter, Rora kecil 350 meter, Rora besar 305 meter, Dusun Karaku 265 meter, dan desa terendah (Madawau) hanya 300 meter dpl.

Untuk mendistribusikan air yang menggunakan sistem gravitasi menuju Desa Rora besar dan Dusun Karaku diprediksikan tidak ada kendala karena tipologi datarannya yang menurun sehingga sangat mendukung untuk mengalirkan air sampai ke Karaku.

Namun untuk mengalirkan air ke Desa Madawau tidak bisa mengambil air dari desa terdekat (Rora besar) karena ketingginya hampir sama. Oleh karena itu, air untuk Madawau akan diambil langsung pipanisasi dari Rora kecil.

Pipa yang akan digunakan untuk mengalirkan air dari mata air ke bak utama di desa Bumi Pajo menggunakan pipa HDPE dengan diameter tiga inci sepanjang 2,5 kilometer dan dilanjutkan secara bertahap dialirkan ke bak utama di masing-masing desa dengan pipa HDPE diameter 2 inchi yang membutuhkan pipa  sepanjang 15 km. HDPE dipilih karena kekuatan dan kelenturan serta kemudahan dan proses pemasangannya sehingga diharapkan pekerjaan akan cepat selesai.

Di setiap desa akan dibuat bak utama sebagai penampung air. Lalu air dialirkan ke bak distribusi di masing-masing desa. Selanjutnya, dialirkan ke bak pembagi rumah. Dari bak pembagi rumah inilah warga dapat mengambil air sampai ke rumah mereka. “Dengan cara tersebut, diharap warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Darminto.

Oleh karena itu, BWA mengajak kaum Muslimin mendonasikan sebagian hartanya untuk menyukseskan project wakaf sarana air bersih ini. Karena pahala akan terus mengalir kepada wakif (Muslim yang berwakaf) dari setiap tetes air yang dinikmati warga. Untuk itu Anda harus ikut![]

Update #1 : Survei Sumber Mata Air Doro Oromboha

Tim survei Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melaksanakan survei mata air untuk dialirkan ke empat desa dan satu dusun di Kabupaten Bima dan Dompu, Selasa (25/3). Empat desa yang dimaksud adalah Desa Bumi Pajo (489 KK), Desa Ndano ‘Nae (300 KK), Desa Rora (540 KK), dan Desa Madawau (298 KK) serta Dusun Karaku (98 KK).

Berdasarkan survei BWA, terdapat sumber mata air yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan 1725 KK di di daerah perbukitan yang berbatu dan kering  tersebut. Namun, karena terkendala jarak dan sarana warga tidak dapat mengaksesnya dengan mudah.

Pasalnya, sumber mata air itu berada sekitar 3,5 kilometer menembus hutan dengan berjalan kaki dari Desa Bumi Pajo ---desa yang berlokasi paling tinggi di Pegunungan Doro Oromboha. Di sana ada beberapa titik mata air sehingga berbentuk sungai dengan debit sekitar 110 liter per detik. Saat ini, baru 40 warga Bumi Pajo yang dapat mengakses air bersih tersebut melalui pipanisasi dari Unicef pada 2011 yang menggunakan pipa besi berdiameter 3 inchi dan 2 inchi.


Tampak Salah satu Tim BWA sedang menghitung Debit Air

Berdasarkan perhitungan debit air, bila dilakukan pipanisasi dengan diameter 4 inchi, air yang ada bukan hanya cukup untuk warga Bumi Pajo tetapi dapat pula memenuhi kebutuhan warga tiga desa dan satu dusun lainnya.

Rencana umum yang dibuat oleh tim BWA untuk mengalirkan air di desa ini adalah menggunakan gaya gravitasi dari mata air yang dialirkan ke Bumi Pajo, selanjutnya ke Ndano ‘Nae, Rora, Karaku lalu ke Madawau.

Pipanisasi diagendakan dapat dilaksanakan pada November 2014. Melalui program Water Action for People, BWA mengajak kepada kaum Muslimin untuk berpartisipasi dalam mewujudkan wakaf sarana air bersih tersebut. Berdasarkan dalil yang ada, ternyata pahala wakaf ini dapat juga dikhususkan untuk ibu atau ayah yang telah lebih dulu berpulang. Untuk itu Anda harus ikut![]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur