Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Dhini, Si Yatim Yang Ingin Jadi Ustadzah

Bila anak-anak sebaya dirinya malu, Apriya Andhini (14 tahun) malah dengan senang ‘ceramah’ bak ustadzah di depan teman-teman sebayanya. Ada yang tertawa-tawa melihat gayanya, ada juga yang mendengarkan dengan seksama. Melihat teman-temanya tertawa, ia tak malu apalagi sampai putus asa. Diperbaikinya lagi gaya ceramahnya.

Memang Dhini, begitu sapaan akrabnya, sejak kecil mempunyai cita-cita yang sangat mulia yakni menjadi seorang ustadzah. Dan mampu berbicara dengan baik di depan jamaah sudah menjadi keharusan. Untuk mendukung cita-citanya itu, Ita Rosita (40 tahun), ibunya, memasukan Dhini ke sebuah pesantren di Bekasi, Jawa Barat.

Dhini adalah anak yang rajin. Ketika liburan sekolah, ia tidak pergi main sebagaimana teman-temannya yang lain tetapi ia selalu bantu-bantu ibunya di rumah seperti nyuci baju, nyapu, ngepel lantai dan lain-lain.

Sejak usia 9 tahun, ia sudah menjadi yatim ditinggal Yuli Wagi Yono, ayahnya, yang meninggal terserang penyakit paru-paru. Sedih dan terharu ketika Dhini mengenang perjuangan sang ayah membesarkan serta memenuhi semua kebutuhannya selama itu. Dan tidak lupa, setiap bakda shalat ia mendoakan ayahhandanya tercinta.

Sejak saat itu, Ita Rosita menjadi tulang punggung keluarga bekerja serabutan demi kelangsungan hidup dan untuk menyekolahkan serta memberikan semua kebutuhan Dhini selama tinggal di pesantren yang sekarang duduk di kelas 2 SMP.

Namun warga Jl.Hksn, Cipulir, Kebayoran Lama, Jak-Sel akhir-akhir ini sangat kewalahan membiayai sekolah Dhini. Maklumlah, penghasilannya dari jasa buruh nyuci minim dan terbatas sedangkan kerja serabutan lainnya lagi sepi.

Untuk mengurangi beban keluarga Dhini, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak para muzaki menunaikan zakatnya melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga Dini dapat terus menimba ilmu di pesantren untuk mengejar cita-citanya. Semoga zakat harta yang Anda tunaikan diterima Allah SWT serta dibalas dengan ganjaran yang lebih baik dan berlipat ganda. Aamiin.[]

Nilai Zakat Harta yang Dibutuhkan:

Rp12.000.000,- (Biaya Pesantren dan kebutuhan sehari-hari)

Partner Lapang:

Rifai

 

Dhini, Si Yatim Yang Ingin Jadi Ustadzah

Update #1. Dhini Menerima Bantuan

(Penyerahan dana zakat secara simbolis kepada Dhini)

Ungkapan syukur dan rasa terima kasih, terucap tulus dari bibir Dhini ketika menerima bantuan dari para donatur. “Alhamdulilah, Jazakallah khair pada donatur atas bantuannya”, ucap Dhini.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh BWA, sebagai pewakilan Muzakki, kepada Dhini. Kemudian, BWA menyerahkan dana bantuan itu ke bagian administrasi pesantren. Untuk biaya pendidikan Dhini setahun ke depan.

Setelah iuran pesantren dibayarkan, Dhini tak akan lagi memikirkan biaya pesantren. Sehingga, Dhini bisa fokus belajar untuk mengejar cita-citanya menjadi ustadzah.

Bagi Dhini, bantuan ini menjadi penyemangat belajar sekaligus menjadi harapan baru. Dhini berjanji akan terus belajar lebih baik .  “Mohon do’anya, semoga istiqomah ”, Ujar Dhini.

Dukung proyek Zakat Peer to Peer lainnya, agar semakin banyak mustahik yang terbantu.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.