Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Di Tengah Krisis Air Bersih, Warga Dusun Damkasipau Tetap Istiqamah Menjaga Gunung Tambora dan Berantas Pembalakan Liar

Di Tengah Krisis Air Bersih, Warga Dusun Damkasipau Tetap Istiqamah Menjaga Gunung Tambora dan Berantas Pembalakan Liar

Siapa yang tidak kenal dengan Gunung Tambora, NTB. Gunung yang pernah meletus dengan sangat dashyat pada 10 April 1815 lalu sempat membuat suhu bumi turun 0.4 - 0.7 derajat celsius selama 3 tahun. Namun, sekarang Gunung Tambora sudah menjadi destinasi favorit para wisatawan bahkan internasional yang ingin menikmati indahnya alam khas Gunung Tambora. Memiliki pemandangan padang savana yang disekitarnya terdapat kuda-kuda yang dilepas liar membuat kita seperti berada di Afrika.

Di tengah segala keindahan alamnya, ternyata ada yang mengganjal ketika tim BWA berkunjung untuk pendistribusian Al-Quran NTB Road Trip tahap II di sana. Di Gunung Tambora terdapat penduduk lokal yang tinggal di Kaki Gunung Tambora yang menggantungkan hidupnya disana. Yang membuat kami heran adalah ternyata di tengah keindahan alam yang sangat indah ada oknum” tidak bertanggung jawab yang mencoba merusaknya dengan melakukan illegal logging atau pembalakan liar. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis air yang melanda Dusun-dusun di kaki Gunung Tambora. Secara logika pasti orang berpikir “kok tinggal di gunung krisis air bersih?”, Tapi beginilah faktanya. Dusun Damkasipau menjadi salah satu dusun yang paling terdampak akan krisis air bersih yang salah satunya disebabkan oleh Illegal logging ini.

Dusun Damkasipau secara administratif berpenduduk 86 KK atau 562 jiwa berada dalam wilayah desa Doropeti, Kecamatan Pekat. Kabupaten Dompu, NTB. Secara geografis karena berada di kaki Gunung Tambora, medan daerah dusun Damkasipau cukup curam dengan jarak antar dusun yang cukup jauh.

(Kondisi Kesulitan Air Bersih Warga Dusun Damkasipau)

(Kondisi Kesulitan Air Bersih Warga Dusun Damkasipau)

Ketika tim BWA mengunjungi Dusun Damkasipau, kami berkesempatan mengunjungi salah satu rumah perangkat dusun. “Kondisi air di sini memanglah sulit. Padahal mayoritas warga berprofesi sebagai petani dan peternak yang membutuhkan banyak air,” cerita salah satu perangkat dusun.

“Air benar-benar susah pak. Kami lebih baik tidak mandi biar bisa berhemat air untuk kepentingan lain,” tutur salah satu warga dusun Damkasipau.

Menurut warga disana pada saat air benar-benar susah kadang mereka sampai mengorbankan diri mereka untuk tidak mandi demi menghemat pasokan air bersih yang mereka punya. Ini membuat kami khawatir akan kebersihan dan kesehatan warga dusun Damkasipau.

(Warga Menampung Air di Jerigen-jerigen untuk Persediaan Mereka)

(Warga Menampung Air di Jerigen-jerigen untuk Persediaan Mereka)

“Dari dulu kami biasa mengambil air dari sungai dekat dusun ataupun dari air yang mengalir di sekitar dusun ini. Air ini dari sumber mata air Curimori. Namun, semenjak illegal logging yang semakin sering terjadi menyebabkan air tidak lagi sampai ke bawah,” lanjut mereka.

Ini merupakan masalah yang serius bagi tim BWA. Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi dari warga Damkasipau, kami berinisiatif melakukan survey ke sumber mata air Curimori tersebut. Waktu yang ditempuh untuk menuju lokasi yaitu kurang selama lebih dua jam. Dengan 30 menit menggunakan sepeda motor dan satu setengah jam lebih berjalan kaki.

Dengan kondisi jalan setapak yang belum dibuat, menjadi penghabat dalam perjalanan kami menuju sumber mata air. Pemandangan Hutan Kayu Rajabasa sudah banyak rusak oleh illegal logging. Tidak heran jika air yang mengalir dari sumber mata air Curimori menjadi berkurang dan tidak bisa sampai ke bawah apalagi sampai ke perumahan warga dusun Damkasipau.

Dengan jarak menuju sumber air yang sangat jauh, Kami tidak bisa membayangkan apabila masyarakat harus melakukan hal seperti ini setiap hari demi memenuhi kebutuhan air bersih mereka, Warga sangat takut akan dampak ke depan nantinya. Selain keindahan alam yang menjadi rusak, ekosistem juga rusak. Termasuk sumber air yang ditakutkan akan kering.

(Pak Muhtar, Sosok Inspiratif yang Menjadi Partner Lapangan BWA di NTB)

(Pak Muhtar, Sosok Inspiratif Partner Lapangan dari Bermacam Project BWA di NTB)

Warga Dusun Damkasipau sebenarnya sudah berupaya menjaga alam mereka dari oknum” nakal tersebut dengan melakukan piket jaga di sekitar daerah yang disinyalir akan dilakukan illegal logging, namun memanglah tidak mudah. Selain daerah yang luas, oknum” tersebut kadang melakukannya pada malam hari di jam-jam yang tidak terduga. Tim BWA sangat mengapresiasi usaha warga dalam mencegah illegal logging. Kami melihat, walaupun mengalami krisis Air Bersih, warga tetap semangat menjaga tanah leluhurnya.

Rencana Project

Dari hasil survey yang sudah dilakukan, maka akan dilakukan rencana pekerjaan sebagai berikut:

  1. Membuat 4 buah bak tampung di sumber mata air
  2. Penarikan (gali dan tanam) pipa HDPE (2 inchi) sepanjang ± 4.200 m, dimulai dari bak tampung hingga ke bak induk di perbukitan atau daerah yang tertinggi di atas Dusun Damkasipau
  3. Membangun bak penampungan dusun dengan kapasitas 30 m3
  4. Penarikan pipa utama dari bak induk ke dusun dan pemasangan pipa PVC ke setiap rumah, yang nantinya akan dialirkan air dengan metode pipanisasi gravitasi. Untuk instalasi pipa di dusun Damkasipau ± 3.000 m (pipa HDPE 2 inchi dan 1,5 inchi)

Mari bersama BWA, kita berikhtiar membantu warga dusun Damkasipau, Doropeti, NTB untuk memudahkan mereka mendapatkan air bersih. Setiap air yang mengalir dari wakaf sarana air bersih ini semoga menjadi pahala yang tiada putusnya hingga yaumil akhir. Mari berwakaf di BWA.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.1.368.500.000 (Satu milyar tiga ratus enam puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah)

Partner Lapangan:

Muhtar Hamid

 

#BWA #InovasiWakaf #WAFP #WaterActionforPeople #WakafSaranaAirBersih

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.