Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Dikira Keputihan Biasa, Ternyata Tuti Mengidap Kanker Serviks

Dikira Keputihan Biasa, Ternyata Tuti Mengidap Kanker Serviks

Siapa sangka Tuti (43 tahun) ternyata mengidap penyakit kanker serviks stadium 3B. Sudah setahun lebih warga Dusun Puhun, Desa Kutareja, Kecamatan Maleber, Kuningan, Jawa Barat, mengidap tumor yang menyumbat ureter sehingga salah satu ginjalnya membesar. Ketika kambuh, sakitnya seperti orang mau melahirkan.

Awalnya ia keputihan dan dianggapnya keputihan biasa. Makanya Tuti cuma berobat ke Bidan biasa di desa. Namun beberapa hari kemudian mengalami pendarahan hebat. Pada 1 Agustus 2019 ia dibawa ke rumah sakit untuk melakukan USG, dikuret dan biopsi. “Dan hasil USG saya dinyatakan kanker serviks dan berdasarkan hasil pemeriksaan akhir saya harus dirujuk keluar daerah,” ungkap Tuti.

(Tuti, 43 tahun)

(Tuti, 43 tahun)

Tuti merasa sedih karena suaminya sudah lama meninggal dan saudara-saudaranya pun orang tidak punya. “Namun anak saya, Susan, membawa saya berobat di RS Kanker Dharmais. Dan ia selalu menyemangati saya dan dengan sabar ia membawa saya berobat,” ungkapnya.

Pada 10 Oktober 2019 Tuti dioperasi. Namun, operasinya di luar dugaan. Yang tadinya operasi bertujuan mengoperasi angkat serviks dan rahim ternyata ditemukan ada usus yang bocor. Sehingga harus diambil tindakan untuk operasi usus terlebih dahulu. “Kata dokter di gambar enggak ada (usus bocor). Di tengah tengah operasi dokter menyuruh anak saya tanda tangan mau mengatasi ususnya dulu,” bebernya.

Dokter pun melakukan tindakan kolostomi (operasi usus besar) yakni membuat saluran untuk buang air besar dengan membuat lubang pada dinding perut Tuti dan dipasang colostomy bag (kantong kolostomi) untuk tempat penampungannya.

“Setelah sembuh operasi, saya disarankan untuk disinar luar 25 kali dan sinar dalam sebanyak 3 kali,” beber Tuti.

Setelah disinar, Tuti melakukan MRI, dan hasil MRI ada penyebaran ke paru-paru. Jadi dokter menyuruh untuk melakukan kemoterapi sebulan sekali selama enam bulan.

Setelah selesai penyinaran baik luar maupun dalam sesuai saran dokter, dokter pun menyatakan serviks Tuti bagus kankernya sudah mengecil. Namun sekarang ada penyebaran ke paru-paru, yang dampaknya Tuti selalu batuk terus menerus dan sesak nafas.

Dan kemoterapinya baru dilakukan sekali dari enam kali yang dianjurkan. “Sehingga harus lima kali lagi kemoterapi dan mudah-mudahan tidak ada apa-apa lagi agar ibu bisa operasi lagi untuk sambung usus,” ungkap Susan.

Meskipun Tuti mengikuti BPJS kelas 3, namun tetap saja terasa berat untuk memenuhi biaya yang tidak tercakup BPJS.  Pengobatan yang tidak tercakup BPJS di antaranya adalah pasta kolostomi, kantong kolostomi, kassa, air inpusan dan susu. Belum lagi ongkos Kuningan-Jakarta PP yang tidak sedikit dan biaya hidup selama di rumah singgah.

“Air inpusan itu untuk mengurus usus Ibu bila di rumah singgah dan kadang suka enggak mau makan, dokter suka menyarankan minum susu. Susunya beli sendiri di apotik rumah sakit, dokter hanya kasih resep saja,” ungkap Susan.

Walhasil untuk memenuhi itu semua Tuti dan Susan pun meminjam uang ke tetangga. Tapi mereka juga bingung bagaimana membayarnya. Padahal pengobatan Tuti masih panjang. Karena harus operasi lagi untuk menyambung usus, kanker dan angkat rahim.

“Ayah sudah meninggal, ibu sakit, adik saya lagi sekolah, saya enggak kerja karena harus dampingi ibu saya, sementara kakak saya jadi tulang punggung keluarga. Itu pun tidak mencukupi karena kakak saya juga ikut orang dagang,” ujar Susan.

Untuk mengurangi beban keluarga Tuti, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga ia bisa membayar utang berobat dan biaya pengobatan serta akomodasi yang tidak tercakup BPJS.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.24.000.000

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #Wakaf #Sedekah #SedekahKemanusiaan #SK

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis