Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Dikira Sakit Perut Biasa, Ternyata Nyemas Mengidap Tumor Ganas

Dikira Sakit Perut Biasa, Ternyata Nyemas Mengidap Tumor Ganas

Awalnya Bunawan (33 tahun, Suami) dan Nyemas Nova Ertika (29 tahun, Istri) tak pernah menyangka jika benjolan yang terjadi pada putri pertama mereka Nyemas Virzia Utami (11 tahun) merupakan tanda-tanda awal dari tumor yang menyerang ginjalnya. Nyemas terus mengeluh rasa sakit pada perut bagian kanan, selain rasa sakit perut Nyemas ikut mengeras.

Kedua orang tua Nyemas segera membawa putrinya ke salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dari hasil USG disimpulkan ada benjolan pada ginjal Nyemas. Belum tersedianya peralatan yang memadai di rumah sakit tersebut membuat Nyemas dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat guna mendapati penanganan yang lebih baik.

(Nyemas Idap Tumor Ganas)

(Nyemas Idap Tumor Ganas)

Di rumah sakit Nyemas segera mendapat tindakan operasi pembedahan, karena tumor yang ada pada ginjal Nyemas adalah tumor ganas yang telah menjalar ke bagian hati dan paru-paru gadis lucu itu. Setelah menjalani operasi pihak rumah sakit kembali merujuk Nyemas untuk menjalani perawatan intern di RSCM Jakarta.

Awal Juni 2021 Nyemas mulai menjalani perawatan dan pemeriksaan di RSCM Jakarta. Sebulan menjalani perawatan dokter memberitahu kepada kedua orang tua bahwa tumor Nyemas sudah memasuki stadium empat. Kedua orang tua Nyemas tak menyangka jika putrinya menderita tumor yang sudah sampai pada stadium tinggi seperti ini.

Nyemas diharuskan untuk rutin kemoterapi hingga massa tumor pada ginjalnya mengecil, proses kemoterapi mengharuskan Nyemas dirawat inap. “Kemoterapi tidak tahu hingga kapan,” ujar sang Ibu.

Dampak dari tumor ini membuat Nyemas kesulitan untuk beraktivitas. Sehari-hari ia hanya berbaring diatas tempat tidurnya, untuk ke kamar mandi harus dibantu sang Ibu, jika ingin ke rumah sakit untuk kemoterapi mengharuskannya menggunakan kursi roda.

Untuk biaya kemoterapi dan operasi telah tercakup BPJS. Namun waktu kemoterapi yang cukup lama mengharuskan Nyemas dan orang tuanya menetap di Jakarta. Beruntung untuk tempat tinggal Nyemas dan orang tuanya tidak terbebeni karena mendapat tempat tinggal di rumah singgah pasien yang tidak dipungut biaya.

(Tetap Ceria Meskipun tengah Berjuang Melawan Tumor)

(Tetap Ceria Meskipun tengah Berjuang Melawan Tumor)

Ayah Nyimas sudah kembali ke kampung halaman untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan keluarga, namun penghasilan yang ia dapati baru mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin Nyimas yang tidak sedikit. 

Untuk mengurangi beban keluarga Bunawan, BWA (Badan Wakaf Al-Qur’an) mengajak kaum Muslim bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga kebutuhan nutrisi dan vitamin yang tak tercakup BPJS bisa ditebus.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.32.670.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #InovasiWakaf #SK #SedekahKemanusiaan #SK

 

Dikira Sakit Perut Biasa, Ternyata Nyemas Mengidap Tumor Ganas

Update #1: Penyebaran Tumor Virzia Masih Masif Menyebar di Ginjal, Hati, dan Paru, Meski Tumor Mulai Mengecil

Agustus 2022 Nyemas Virzia direncanakan untuk menjalani tindakan opersai pada ginjalnya yang divonis dokter mengidap tumor. Akan tetapi dokter di rumah sakit masih menunda untuk melakukan tindakan operasi, hal ini dikarenakan kaker yang diidap masih beasar dan penyebarannya masih ada di paru hingga hati Virzia. Kini Virzia masih rutin menjalani kemoterapi agar kanker yang ada pada ginjal mengecil sehingga Virzia siap menjalani operasi.

Nyemas Nova Ertika, ibunda Virzia menyampaikan kepada tim BWA jika ia merasa amat bersyukur karena cepat membawa putrinya menjalani kemoterapi di rumah sakit, “Alhamdulillah, untuk penyakit tidak ada keluhan, hanya saja jika disentuh pada bagian perut sebelah kiri masih terasa keras,” ujar sang Ibu.

(Kondisi Nyemas Kini)

Sementara untuk tindakan kemoterapi harus dilalui Virzia dengan tiga protokol, setiap protokolnya ada tiga siklus. Sejatinya protokol kemoterapi yang harus dilalui Zia cukup tiga kali saja, namun dikarenakan tumor yang dididap Virzia cukup ganas sehingga mengharuskannya menjalani empat protokol kemoterapi.

Sejak awal pengobatan ada perubahan, sebelumnya parut Virzia terlihat buncit dan nafas terasa sesak. Alhamdulillah setelah rutin menjalani kemoterapi dengan total 11 siklus perut Virzia mulai mengempis dan tumor mulai mengecil, akan tetapi mengecilnya tumor tidak mengurangi penyebarannya.

Berjalan setahun lebih Virzia menjalani perawatan di Jakarta, keseluruhan biaya perawatan di rumah sakit tealah tercakup BPJS. Namun, selain divonis kanker Virzia juga mengalami gizi buruk, yang dimana sang ibu yang mendampingi Virzia harus mengeluarkan biaya tambahan guna memenuhi asupan nutrisi dan gizi bagi putrinya yang tidak boleh sampai terputus. Ditambah lagi kebutuhan popok yang sering sekali digunakan cukup menambah pengeluaran yang harus dikeluarkan sang Ibu.

(Bersama Bantu Adik Nyemas untuk Bisa Kembali Sehat)

Sang suami yang hampir setahun belum memiliki penghasilan tetap cukup membuatnya khawatir bagi meraka selama menjalani perawatan di Jakarta. Alhamdulillah, donasi yang diterima sang Ibu cukup membantu biaya mereka untuk menjalani hari-hari yang cukup panjang di Jakarta.

Pengorbanan yang dilakukan Ibunda Virzia demi mendampingi putrina di Jakarta begitu besar. Besar harapan dari Ibunda Virzia agar putrinya dapat segera sembuh. “Saya sebagai orang tua, berharap anak saya bisa sembuh, bisa pulang ke Kalimantan dalam keadaan sehat,” sambung Ibunda Virzia.

Mendapati perawatan dan pengobatan Virzia yang cukup panjang, kami kembali mengajak kepada sahabat sekalian untuk bersama-sama mengurangi beban Virzia dan Ibunya untuk menjalani tindakan di Jakarta. Kami doakan kepada para donatur agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda karena telah membantu meringankan beban saudara kita.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur