Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Dukung Dakwah di Basis Kristenisasi Malang Selatan dan eks PKI di Bojonegoro

BWA-WAP. Meski mayoritas berpenduduk Muslim namun ada beberapa desa di kabupaten Malang Selatan dan Bojonegoro, Jawa Timur dikenal sebagai daerah rawan akidah. Desa di Malang Selatan rawan dengan misi kristenisasi sedangkan beberapa desa di Bojonegoro dahulunya merupakan basis massa dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Penduduk desa tadi sangat membutuhkan pembinaan KeIslaman.

WAP Malang Selatan

Sejak zaman penjajahan Belanda, di kota Malang telah berdiri Gereja Hati Kudus Yesus (Gereja Kayutangan) dan Gereja Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel). Tak sampai di situ, pada 1954 misionaris Dr Andrew Gih pun memindahkan Sekolah Teologi Madrasah Alkitab Asia Tenggara (MAAT) dari Bandung ---yang dia dirikan pada 1952--- ke Malang. Kemudian mengganti namanya menjadi Seminari Alkitab Asia Tenggara (Southeast Asia Bible Seminary).

Keberadaan pusat kristenisasi di tengah mayoritas penduduk Muslim tentu berdampak pada pemurtadan atau paling tidak pendangkalan akidah. Adapun daerah yang paling banyak menjadi korban kristenisasi adalah kecamatan Bantur, kecamatan Dampit, dan kecamatan Tirtoyudo, daerah-daerah tersebut setelah pemekaran masuk ke Kabupaten Malang Selatan.

Ditengah misi kritenisasi di Malang Selatan, masih terdapat dai-dai yang istiqamah berupaya menjaga akidah umat Islam, salah satunya adalah Ustadz Hasby Harokan. Da’i lulusan IKIP Malang angkatan 1988 ini giat melakukan safari dakwah di Malang Selatan dan sekitarnya. Setiap pekan, ia mengadakan taklim bersama tim dakwah yang dikoordinirnya.

Ustadz Hasby dalam menjalankan dakwahnya, tak bisa dihindari kerap beradu argumentasi dengan kalangan Kristen. Salah satunya dengan seorang pemuda bernama Martin Luther, alhamdulillah setelah beberapa kali berdikusi akhirnya pemuda nasrani ini masuk islam pada 13 Januari 2015 lalu.

”Alhamdulillah, setelah dalam dialog itu saya jelaskan tentang thaqatun hayawiyah (potensi hidup manusia), dan uqdatul kubro (simpul utama dan pertanyaan besar manusia); dari mana manusia berasal, untuk apa hidup di dunia, dan ke mana kita setelah kehidupan dunia. Martin Luther, menyatakan diri bersyahadat,” ujar Ustadz Hasby.

Sedangkan di Bojonegoro terdapat desa yang dulunya merupakan kantung-kantung massa pengikut PKI. Sebenarnya mereka adalah Muslim namun awam dalam pemahaman, sehingga dengan mudah diajak oleh aktivis komunis untuk mendukung Partai Komunis Indonesia di era Orde Lama.

Sayangnya, keawaman tersebut menurun ke anak cucu mereka. Agar terlahir generasi baru yang lebih bertaqwa maka perlu pembinaan. Dalam rangka itu, beberapa dai mengarahkan dakwahnya ke sana, salah satunya adalah Ustadz Harits Abu Ulya yang rutin berdakwah dalam beberapa tahun terakhir ini.

Ustadz Harits berdakwah di tengah warga dengan gaya bahasa rasional dan persuasif mengajak masyarakat untuk memeluk Islam secara kaffah. Setiap pekan selalu mengadakan kegiatan kajian pembinaan Islam. Salah satunya adalah kajian malam Jumat yang dihadiri oleh warga desa Kauman, Kecamatan Baureno.

Distribusi Al-Qur’an, Pintu Awal Penguatan Akidah

Untuk mendukung dakwah dan penguatan akidah di Malang Selatan dan Bojonegoro, melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) akan melaksanakan project Al-Qur’an Road Trip Malang Selatan dan Bojonegoro, Jawa Timur.

Dalam project tersebut rencananya akan mendistribusikan 1.200 eksemplar wakaf al Qur’an terjemah untuk memudahkan mereka memahami isi Al-Qur’an. Sementara pembinaan oleh ustadz Hasby Harokan dan Ust. Harits Abu Ulya akan menguatkan akidah mereka, sehingga semakin bertakwa dan tidak mudah terbujuk rayuan missionaris.

Kami mengajak kepada seluruh kaum Muslimin untuk berpartsipasi mensukseskan project ini. Setiap Al-Qur’an yang dibaca dan mengantarkan manusia kepada Islam, maka pahalanya akan senantiasa mengalir untuk Anda tanpa henti. Aamiin.[]

Nilai Dana Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 120.000.000,- (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah); untuk 1.200 Al Qur'an Terjemah.

Partner Lapang:

- Ustadz Hasby Harokan

- Ustadz Harits Abu Ulya

Dukung Dakwah di Basis Kristenisasi Malang Selatan dan eks PKI di Bojonegoro

Update Selesai: Warga Sumber Tangkil Merasa Punya Saudara dari Kota

Seorang warga dan juga aktivis dakwah di kaki Gunung Semeru sisi Malang Selatan, Ustadz Jumadi merasa punya saudara dari kota (Jakarta) ketika mendapatkan Al-Qur’an wakaf untuk mendukung dakwahnya.

“Terima kasih atas bantuan wakafnya, terima kasih atas kedatangannya juga jauh jauh dari kota kepada kami yang ada di atas gunung, kami merasa punya saudara dari kota,” ungkapnya saat menerima 40 Al-Qur’an wakaf untuk jamaah pengajian yang diasuhnya, Rabu (28/1) di Desa Sumber Tangkil, Kecamatan Tirtoyudho sekitar 15 Km dari Gunung Semeru.

WAP - Malang

Jumadi tidak bosan atau pun kapok berdakwah mendatangi warga yang berjumlah sekitar 87 KK untuk menghadiri kajian malam Kamis yang diselenggarakannya, meski kadang dicaci maki dan dituduh sesat atau teroris.

“Ada yang bilang kajian malam Kamis yang kita adakan ini sesat, teroris, padahal yang dikaji ya seputar bagaimana perbuatan yang terbaik di mata Allah, bagaimana mengkaji bahwa Allah itu benar-benar ada agar imannya betul-betul menancap,”ujarnya.

WAP - Malang

Selain ke Sumber Tangkil, tim BWA pun dipandu Ustadz Hasby Harokan, dai yang giat berdakwah di Malang Selatan, mendistribusikan Al-Qur’an wakaf  ke berbagai kantong massa yang rawan kristenisasi. Sekitar 700 Al-Qur’an didistribusikan ke 22 pondok pesantren, masjid dan mushalla di Dampit, Bantur, Turen Sumber Tangkil, Legoksono dan Pakis pada Selasa dan Rabu (27-28/1).

Keesokannya, tim BWA ke Bojonegoro. Di daerah bekas basis massa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sangat butuh pembinaan tersebut, BWA menyalurkan 500 Al-Qur’an wakaf melalui Padepokan Majelis Al Bayan di Desa Kauman, Kecamatan Baureno.

WAP - Malang 1
“Saya terima wakaf Al-Qur’annya dari para wakif untuk masjid dan mushalla di sekitar padepokan, semoga bermanfaat,” ujar Ustadz Harits Abu Ulya, pengasuh padepokan, Kamis (29/1).

Pendistribusian sekitar 1500 Al-Qur’an tersebut merupakan realisasi dari project Al-Qur’an Roadtrip Malang Selatan dan Bojonegoro Jawa Timur. Al-Qur’an tersebut merupakan wakaf dari kaum Muslimin yang digalang melalui program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan.

Melalui project yang diselenggarakan selama tiga hari, BWA mendistibusikan sekitar 1500 Al-Qur’an wakaf di kantong kantong rawan kristenisasi Malang Selatan dan daerah eks basis massa Partai Komunis Indonesia (PKI) di Bojonegoro yang sangat membutuhkan pembinaan.

Semoga dengan wakaf tersebut pembinaan akidah warga Malang Selatan dan Bojonegoro semakin baik dan pahala buat wakif dari setiap huruf yang dibaca dan bonus pahala dari setiap hukum Islam dari Al-Qur’an yang mereka pahami dan amalkan. Aamiin.[]

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.