Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Ekonomi Abdul Aziz ‘Nyaris Mati’ di Masa Pandemi Ini

Ekonomi Abdul Aziz ‘Nyaris Mati’ di Masa Pandemi Ini

Pandemi Covid-19 benar-benar memukul penghasilan Abdul Aziz (59 tahun) yang berprofesi sebagai supir taksi. Karena selama wabah yang bermula dari Wuhan-Cina tersebut merambah ke Jabodetabek, ia sangat kesulitan mendapatkan penumpang. Sampailah pada puncaknya, di bulan Juni lalu, perusahaan tempatnya bekerja memutuskan mobil taksinya berhenti beroperasi dan dia pun dirumahkan sampai wabah ini berlalu.

(Abdul Aziz dan Keluarga)

(Abdul Aziz dan Keluarga)

Warga Jalan Pamikul Bawah III RT 004/017, Tegal Gundil, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut tak kehabisan akal, ia pun sigap menjadi sopir ojek daring (online) dengan mobil sewaan. Namun hasilnya tak berbeda, tetap kesulitan mencari penumpang.

Sehari pendapatannya maksimal Rp 70 ribu dan tak jarang pula tidak mendapatkan uang sama sekali. Tentu saja itu tidak cukup untuk menghidupi seorang istri (Nurjannah, 34 tahun), empat anak kandung dan satu anak yatim yang Menjadi tanggungannya. Belum lagi ia harus membayar kontrakan rumah Rp 700 ribu per bulan.

Walaupun Nurjannah membantu mencari nafkah dengan berjualan nasi uduk tetapi tetap tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Dengan kata lain, ekonomi keluarga Abdul Aziz pun ‘nyaris mati’ di masa pandemi ini. Akan tetapi Abdul Aziz mempunyai semangat yang sangat tinggi untuk berusaha.

Untuk mengurangi beban keluarga Abdul Aziz, BWA mengajak kaum Muslimin menyalurkan zakat harta melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga ia bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan membayar kontrakan selama beberapa bulan ke depan. Dan tentu saja, kewajiban zakat harta para muzaki (penunai zakat) tertunaikan.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan para muzaki dengan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Nilai Zakat Harta yang Dibutuhkan:

Rp.23.000.000

Mitra Lapangan:

Ridzky Maulana

 

#BWA #Wakaf #Zakat #ZPP #ZakatPeertoPeer

Ekonomi Abdul Aziz ‘Nyaris Mati’ di Masa Pandemi Ini

Update #1: Sempat Terpuruk Akibat Pandemi, Kini Abdul Aziz Bangkit Kembali

Rabu, 14 juli 2021 tim Zakat Peer to Peer (ZPP) BWA menyambangi rumah Bapak Abdul Aziz di daerah Cimanggis, Bogor. Kedatangan tim bermaksud untuk menyampaikan amanah zakat yang telah dikumpulkan dari para muzakki untuk diberikan langsung kepada Bapak Abdul Aziz. Nampak wajah sumringah dan terharu tatkala Pak Aziz menerima bantuan zakat dari BWA.

“Alhamdulillah, saat ini saya mulai mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya sekolah anak. Dulu saya sempat tidak memiliki pekerjaan, sekarang alhamdulillah saya fokus menjadi pengemudi mobil daring,” tutur Abdul Aziz.

(Penyerahan Donasi Zakat)

(Penyerahan Donasi Zakat)

Donasi zakat yang ia terima, rencananya akan ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya. “Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Apalagi sekarang musim pandemi. Pergerakan ekonomi keluarga lemah. Setelah dibantu oleh BWA ada sedikit kemapanan,” ucap Abdul Aziz.

Abdul Aziz bercerita sebelum mendapatkan bantuan dari BWA, keadaan ekonomi keluarganya kandas akibat pandemi. Pontang-panting ia berdagang aneka produk dari ayam potong, soto, hingga nasi uduk. Namun tidak juga membuahkan hasil untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Puji syukur saya sampaikan kepada BWA yang telah membantu saya, yang ekonominya amburadul. Semoga BWA diberkahi, selalu diberikan jalan oleh Allah, dan sanggup menjalankan visi & misi yang dimiliki dengan baik dalam membantu kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan,” sambung Abdul Aziz.

“Dan kepada para muzakkI yang menzakatkan rezekinya kepada saya dan keluarga saya, diberikan rizki yang banyak, kesehatan, dan ganjaran pahala dari Allah Azza Wa Jalla. Terima kasih, sekali lagi, saya ucapkan,” tutup Abdul Aziz.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.