Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Febri: Cita-citaku Menjadi Ekonom Islam

 

 

Masih ingat Agnesia Febriani? Kini, alumni SMAN 55 Jakarta yang biasa disapa Febri ini melanjutkan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara, Yogyakarta. Beberapa biaya untuk pendaftaran sebagai mahasiswi di STEI Hamfara yang mencapai Rp 4.840.000,- alhamdulillah, sudah dilunasi oleh Indonesia Belajar Badan Wakaf Al-Quran (BWA). 

Penampilan gadis berusia 17 tahun ini sekarang berbeda 180 derajat. Kerudung sudah menutup rapi rambutnya. Kemeja lengan pendek dan rok yang dulu biasa dipakainya sudah diganti dengan jilbab.

Mahasiswi Manajemen Syariah semester satu ini awalnya mengira bahwa kerudung dan jilbab itu merupakan ‘seragam kuliah’ karena melihat seluruh mahasiswi STEI Hamfara mengenakan busana seperti itu. Sehingga ketika diminta memakainya, ia pun langsung menuruti meski agak rikuh.

Namun, begitu ia mendapat penjelasan mengenai hukum Islam terkait menutup aurat, ia pun akhirnya paham bahwa kerudung dan jilbab adalah busana yang wajib dikenakan muslimah yang sudah balig.

“Tadinya saya belum tahu, tetapi sekarang sudah tahu hukum menutup aurat itu. Mempelajari cara menutup aurat cuma sehari. Dan saya memakainya tanpa paksaan, terus ingin pakai selamanya,” ungkapnya, kamis (13/9) di halaman masjid Hamfara saat ditemui Tim Indonesia Belajar Badan Wakaf Al-Quran (BWA).

“Di sini diajarkan Islam yang sebenarnya, dari dasar sudah diajari di sini. Jadi saya tahu. Pernah belajar Islam, tetapi belum pernah yang sedetail seperti di sini; di sini saya jadi lebih paham,” ujar gadis yang bercita-cita menjadi ekonom Islam ini.

“Saya ingin memperbanyak ilmu, memperbaiki diri supaya lebih baik lagi, supaya bisa diterapkan, supaya bisa disampaikan kepada orang-orang yang belum tahu. Cita-citaku ingin sekali menjadi ekonom Islam, agar bisa membantu ibu dan dapat membahagiakannya,” ungkapnya.

Sebelum kuliah dan tinggal di STEI dan Pondok Pesantren Hamfara, Febri tinggal bersama Siti Rubiana, ibunya. Siti Rubiana seorang penjual gorengan dan es. Sehari-hari Siti Rubiana berjualan di depan SDN 07 Menteng Dalam, Jakarta Selatan.

Penghasilan Siti Rubiana sekitar Rp 300.000,- per bulannya, jauh dari cukup untuk membiayai pendidikan Febri. Namun, STEI Hamfara membebaskan biaya kuliah untuk mahasiswanya, sehingga yang dibutuhkan Febri untuk mengikuti perkuliahan di kampusnya adalah biaya tinggal di asrama putri, makan, dan kegiatan pesantren yang besarnya mencapai Rp 770.000,- per bulan atau Rp 9.240.000,- setahun.

Mari dukung Febri menyelesaikan pendidikannya dan membantunya mewujudkan cita-cita menjadi seorang ekonom Islam.

 

Donasi yang dibutuhkan:

Rp 9.240.000,- (Sembilan Juta Dua Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah)

 

Partner lapang:

Wahyudianto, SEI., M.Si

Febri: Cita-citaku Menjadi Ekonom Islam

Update #1: Biaya Pendaftaran Febri di STEI Hamfara

Alhamdulillah biaya pendaftaran, pengembangan pendidikan, dan kebutuhan dalam asrama sebesar Rp 4.840.000,- sudah dilunasi oleh Indonesia Belajar Badan Wakaf Al-Quran (BWA).

1.1. Bukti Pembayaran Registrasi Mahasiswa Baru

 

1.2. Bukti Pembayaran Pendaftaran Mahasiswa Baru

 

1.3. Rekap Nota Belanja Febri

 

 

 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.