Testimoni

Testimoni Badan Wakaf Al-Qur'an.

 

 

 

Setiap saat Allah Sebenarnya Memberikan Keunikan

Ati Saraswati binti Dicky Salim, Country Leader of Boston Scientific Indonesia

 

Menurut Ati Saraswati, Allah sebenarnya memberikan keunikan setiap saat baginya. “Setiap saat Allah sebenarnya memberikan keunikan bagi saya karena saya selalu yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan pelajaran serta segala hal yang terbaik setiap saat, pada waktu yang terbaik dan dalam keadaan yang terbaik,” ujar Country Leader of Boston Scientific Indonesia.

 

Oleh karena itu, ia sangat jarang merasa kecewa karena semua limpahan berkah yang tidak pernah putus untuknya sekeluarga. “Saya dititipkan empat anak yang luar biasa dengan keunikannya sendiri-sendiri,” ujar lulusan Teknik Kimia ITB yang kemudian mendapat kesempatan mengambil Business Administration di Yayasan Bina Executive.

Dilimpahi pekerjaan unik juga yang bergerak di bidang peralatan medis dan kesehatan. “Sehingga membantu saya mengenal betapa Allah menciptakan setiap manusia dengan keunikannya sendiri, kesempurnaan sistem yang diciptakan bagi setiap manusia... Insya Allah sesungguhnya Allah memberikan pelajaran untuk mendekatkan diri kepadaNya melalui pekerjaan ini,” ungkap orang nomor satu Boston Scientific di Indonesia sejak Januari 2013.

 

Keunikan lainnya, dipertemukan dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA). Sehingga bisa mengetahui kondisi saudara-saudara yang berada nun jauh di pelosok sana, dapat membantu mereka tanpa harus mencari sendiri serta tanpa mengantarkan sendiri.

“Saya merasa bisa terkoneksi dengan saudara-saudara yang jauh di tempat terpencil melalu BWA,” aku Head of Business Daya Lima (2012-2013).

 

Program BWA yang paling disukainya adalah program penyaluran air bersih. “Program yang paling saya sukai sebenarnya adalah program penyaluran air bersih, air bersih membantu mereka menjadi lebih sehat, bisa melaksanakan ibadah karena bisa berwudhu,” beber Business Leader Medical Becton, Dickinson and Company (2006-2012).

 

Ia mengaku mengenal BWA sejak lima tahun lalu ketika kenalannya yang merupakan Founder dan CEO BWA mengenalkan program-program BWA. “Saya berwakaf melalui kenalan saya yakni Bapak Heru Binawan yang mengenalkan program-program BWA pada kami,” kenang warga Jalan Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

 

Sejak itu, ia langsung berwakaf. “Karena tertarik dengan kegiatan yang dilakukan seperti  mengirimkan Al-Qur’an ke daerah-daerah terpencil dan membuat daerah terpencil teraliri air bersih dan listrik,” pungkasnya.[]

 


 

 

ZPP, Program yang Paling Menarik

Bustanul Arifin, staf Badan Pemeriksa Keuangan RI

 

Program Zakat Peer to Peer (ZPP) langsung jadi favorit Bustanul Arifin sejak awal kemunculannya pada pertengahan 2011. “Karena, ZPP merupakan program yang paling menarik di Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA), melalui program itu kita dapat langsung mengetahui kepada siapa zakat itu akan disampaikan dan untuk apa digunakan,” ujar staf Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.  

 

Sejak saat itu, setiap kali membuka situs www.wakafquran.org, Bustanul Arifin langsung mengklik rubrik  project ZPP. Membaca masalah yang dihadapi mustahik (orang yang berhak menerima zakat), lalu mentransfer sejumlah dana. Walhasil, meski kewajiban zakat harta hanya setahun sekali, tetapi dalam setiap tahunnya ia berdonasi berkali-kali melalui program tersebut.

 

Meski demikian, magister manajemen yang pernah kuliah DIII dan DIV di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pun tetap berwakaf dan menyalurkan donasinya ke program-program lain. “Hal yang membuat saya berwakaf melalui BWA adalah karena BWA mempunyai program-program yang jelas, menjangkau ke banyak lini kehidupan masyarakat, transparan dan auditable,” ujar lelaki kelahiran Jakarta, 30 Mei 1976.

 

Mantan staf Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan mengaku pertama kali berwakaf melalui BWA pada tahun 2010, saat ia menghampiri stan BWA di teras masjid sebuah mall di Bekasi.

 

“Saya sangat tertarik dengan tayangan yang ditampilkan di layar televisi oleh petugas yang menjaga stand saat itu. Disamping itu, presentasi yang mereka sampaikan juga membuat saya semakin tertarik untuk mengetahui apa dan bagaimana bila ingin berwakaf melalui BWA,” ujar warga Taman Bumyagara, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

 

Lelaki yang sudah menikah dengan satu istri dan dikaruniai dua anak tersebut juga semakin mantap menunaikan ibadah zakat, wakaf dan infaknya melalui BWA lantaran secara rutin membaca Newsletter BWA.

 

“Newsletter yang secara rutin datang ke rumah saya juga semakin memantapkan saya untuk dapat menyalurkan zakat atau pun infak saya melalui BWA,” pungkasnya.[]

Live Chat
Hide Chat