Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Gelombang Tsunami di Selat Sunda Akibatkan Ratusan Jiwa Meninggal Dunia

Dampak gelombang tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandeglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga 24 Desember 2018 pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12/2018).

(Penampakan rumah dan mobil yang tersapu tsunami/Gambar Kompas.com)

Daerah yang terdampak adalah pemukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

 

(Penampakan daerah pinggir pantai yang tersapu tsunami)

 

Badan Wakaf Al Quran melalui Program Sedekah Kemanusiaan mengajak seluruh Kaum Muslimin untuk sama-sama meringankan beban saudara kita di Banten. Untuk tahap tanggap darurat BWA akan menyalurkan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti makanan, minuman dan pakaian. Sedangkan untuk tahap recovery menunggu perkembangan berikutnya.

Semoga pengorbanan kita menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.

Partner Lapang : Kyai Abi Mama

Donasi yang dibutuhkan : Rp. 1.000.000.000,- 

Gelombang Tsunami di Selat Sunda Akibatkan Ratusan Jiwa Meninggal Dunia

Update #2. Nelayan Korban Tsunami Banten Ingin Melaut Lagi

Perekonomian di daerah terdampak tsunami Selat Sunda, khususnya di Tanjung Lesung -Banten, perlahan mulai pulih. Kecuali mereka yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.  Perahu Jungkung satu-satunya alat mereka mencari nafkah rusak diterjang tsunami. Entah kapan para nelayan itu  bisa kembali melaut.  

Sebelum peristiwa tsunami, kehidupan para nelayan di Tanjung Lesung - Banten memang tergolong miskin. Penghasilan mereka dari melaut selama ini tidak sepenuhnya bisa menutupi kebutuhan pokok. Karena mereka hanya mengandalkan alat pancing ala kadarnya. Dengan adanya musibah ini kehidupan mereka semakin sulit karena mereka kehilangan mata pencaharian.

 

(Kondisi perahu Jungkung nelayan daerah Banten)

Pada tahap satu ini, Badan Wakaf Al Qur’an berencana akan memperbaiki 25 perahu Jungkung milik nelayan  miskin khususnya di daerah Tanjung Lesung - Banten, agar mereka bisa bangkit dari keterpurukan pasca bencana Tsunami ini. Untuk meningkatkan hasil tangkapan ikannya, BWA juga akan memberikan alat tangkap ikan berupa jaring.

Rencana baik ini tidak akan terealisasi tanpa do’a dan dukungan dari kaum muslimin. Setiap harta yang diwakafkan untuk perbaikan kapal ketinting ini akan mengalirkan pahala dan para nelayan bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.

 

Update #1. Tanggap Darurat Tsunami Selat Sunda

Diawal musibah tsunami Selat Sunda khususnya di daerah Banten, tim Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) hadir mendistribusikan logistik yang dititipkan kaum muslimin untuk para korban.

BWA membangun posko di Desa Kertajaya dan Desa Sumberjaya Kec. Sumur, Kab. Pandeglang – Banten. Di dua pokso inilah, BWA bersama tim Syariah For Sharing mendistibusikan logistik kepada warga.

Disamping memberikan logistik, kami juga melakukan kegiatan pengobatan  gratis mental recovery.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 1.000.000.000



8.7%
butuh Rp. 913.000.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.