Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Muharram Project

HIdup Terpencil, Muslim di Pulau Taliabu dan Banggai Sangat Membutuhkan Al-Qur’an

Pulau Taliabu dan Pulau Banggai (Banggai kepulauan, Banggai laut dan Banggai), merupakan salah satu pulau yang berada di ujung Sulawesi Tengah dan Maluku Utara paling barat. Kedua pulau ini merupakan salah satu pulau terpencil dan bisa juga dikatakan sebagai pulau yang terisolir karena jaraknya yang sangat jauh dari pusat pemerintahan, maka tak ayal jika kedua pulau ini jarang mendapat perhatian maupun bantuan dari pemerintah pusat, apalagi berkaitan dengan kebutuhan Al-Qur’an sebagai sarana mereka belajar islam.

Setelah melaksanakan distribusi #1 di kepulauan Wakatobi tim BWA melanjutkan perjalanan ke Taliabu dan Banggai berangkat jam 08.00 dari pelabuhan bypass Wakatobi (Wanci) menuju Taliabu. pagi dini hari kami berdiskusi untuk memilih rute perjalanan, apakah akan lewat jalur tengah (laut Banda) atau apakah lewat pesisir laut Banda,perjalanan ini memang kami tujukan untuk survei kebutuhan Al-Qur’an disana.

(Kondisi Geografis Pulau Taliabu dan Banggai Menjadi Tantangan Tersendiri di Project Ini)

(Kondisi Geografis Pulau Taliabu dan Banggai Menjadi Tantangan Tersendiri di Project Ini)

Akhirnya di perjalanan kapten kami Pak Ibrahim dan Pak Brani memutuskan untuk memilih jalur tengah berdasarkan pengalaman yang pernah ia lintasi laut Banda ini, karena treknya yang sedikit memakan waktu dengan perkiraan 36 jam lebih menyingkat waktu tempuh mencapai tujuan kami di Pulau Taliabu ketimbang harus melewati jalur tepian pulau yang jika di treking bisa memakan waktu sekitar 3 harian.

Rupanya di hari pertama berlayar 2 jam perjalanan kami disuguhkan dengan hujan yang cukup lebat dengan ombak yang terbilang ganas itulah pertama kali petualangan kami melewati laut banda dengan cuaca yang terbilang extreem di musim timur laut Banda. Tak banyak yang dapat kami lakukan di dalam kapal dengan kondisi cuaca ekstreem seperti ini hanya dzikir dan doa yang dapat kami panjatkan agar perjalanan ini baik-baik saja.

(Al-Qur'an Tiba di Taliabu)

(Al-Qur'an Tiba di Taliabu)

Dalam perjalanan tersebut sudah 3 kali hujan badai terjadi di tengah laut Banda banyak rekan-rekan yang sudah mulai mabuk laut, perjalanan kali ini cukup menguras tenaga terlebih ini di bulan ramadhan, sehingga rasa mual dan pusing sangat terasa, namun ini tidak menjadi beban bagi kami karena misi kami kali ini yakni survei sekaligus membawa sedikit mushaf Al-Qur'an untuk di bagikan kepada saudara muslim di kepulauan terpencil nusantara.

Alhamdulillah setibanya di Pulau Taliabu kami disambut oleh Bapak Kepala Desa Abdul Jalil. beliau menceritakan bahwa sejak dahulu kala Pulau Taliabu telah dihuni oleh tiga suku yaitu suku Suboyo, suku Mange dan suku Kadai sebagai suku asli yang mendiami tanah Taliabu. sedangkan jumlah kepala keluarga yang mendiami kepulauan Taliabu ini ada sekitar 13.500 KK dengan rata-rata bekerja sebagai nelayan dan petani cengkeh, mente & kelapa (kopra).

Tanpa menunggu lama kami langsung melaksanakan survei kebutuhan Al-Qur’an di musholah, TPQ & Masjid yang berada di Pulau Taliabu. Rupanya sepanjang kami survei kami hanya mendapatkan beberapa mushaf saja yang kondisinya masih utuh untuk dibaca sedangkan kondisi Al-Qur’an yang lainnya banyak yang rusak dan tak dapat terpakai lagi. “Kami berharap di pulau kami ini bisa mendapatkan bantuan Al-Qur’an agar anak-anak dan sudara-saudara kami dapat belajar mengaji dan memperkuat aqidah kami“ ujar Abdul Jalil.

Setelah dari Taliabu kami melanjutkan perjalanan menuju Banggai, rupanya di Banggai ini sejak tahun 1500 an sudah dikenal sebagai sebuah kerajaan kecil di Indonesia Timur, yang dipimpin oleh raja raja Islam,dibawah kekuasaan kerajaan Ternate yang kemudian dikenal dengan Kesultanan Ternate. Ketika kami berkunjung ke Kraton Banggai kami menemui prasasti yang menceritakan hal ini. Sayangnya kami tak menjumpai pewaris kerajaan karena beliau berhalangan, hanya ada penjaga yang sempat melayani kami.

Secara pribadi Ustadz Arifuddin Anwar pun (patner lapangan BWA) tertarik karena beliau juga keturunan dari kesultanan Ternate yang berada di Solor Adonara dimana nenek moyang nya berdakwah dan menyebarkan Islam masa itu dan Ustadz Arifuddin Anwar kembali melanjutkan petualangan perjuangan mereka melalui kegiatan distribusi Al-Qur'an program dari Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) Jakarta di Indonesia timur.

(Ustadz Ariffudin dan Tim BWA Saat Melakukan Survei Kebutuhan Al-Qur'an)

(Ustadz Arifuddin dan Tim BWA saat Survei Kebutuhan Al-Qur'an)

Setelah mengunjungi Kraton Ternate sore hari ke 13 puasa Ramadhan ini kami menuju Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai bertemu dengan Bapak Drs. H.Abdul Muluk Lanonci, MM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Laut. Beliau dengan ramah menyapa kami dan mendengarkan perjalanan kami dalam mendistribusikan Al-Qur’an.

”Banggai ini walau termasuk wilayah Sulawesi Tengah namun budayanya cendrung ke Malukuan dan berkiblat ke Ternate.Islam disini sangat tapi saya gagal membina umat ini maka saya berharap Badan Wakaf Al-Qur'an bisa memberikan Al-Qur'an gratis bagi umat disini”. Kalau dapat sebelum masa jabatan saya berakhir Januari tahun depan BWA hadir di Banggai lagi dalam acara majelis taklim se-kabupaten Banggai Laut, dan kita bagi ribuan Al-Qur'an utk semua ibu-ibu di Banggai, kita bikin pengajian umum di halaman Kraton Banggai, Bapak Kiai dari Adonara boleh ceramah 3-4 jam, dan saya siap mendukung karena Banggai sangat membutuhkan Al-Qur'an sementara kementrian agama stok Al-Qur'annya sangat terbatas”. Begitulah ungkap beliau dengan penuh semangat dan harapan yang besar.

Dari perbincangan ini sebagai partner lapangan, Ustadz Arifuddin Anwar berkesimpulan bahwa kita perlu beri semangat Islam bagi ibu ibu karena merekalah pangkal pendidikan Al-Qur'an bagi generasi muslim, mereka lah yang lebih sering mendengungkan Al-Qur'an di rumahnya dan ini semakin kuat memenuhi harapan wakif mendapatkan pahala jariah dari wakaf Al-Qur'an ini. Akhirnya kami pun berpamitan dan beliau berpesan kalau bisa acara kita dilaksankan pada bulan November mendatang dan kami menjawab insya Allah akan kami sampaikan ke manajemen Badan Wakaf Al-Qur'an dan juga para wakifnya semoga diberi kemudahan dan kemurahan Rezki agar berwakaf Al-Qur'an untuk Banggai.

(Al-Qur'an Sebagai Sarana Memperdalam Islam bagi Muslim Banggai)

(Al-Qur'an Sebagai Sarana Memperdalam Islam bagi Muslim Banggai)

Melihat sulitnya masyarakat muslim Pulau Taliabu dan Banggai, untuk itu rencana distribusi Al-Qur’an kali ini dibutuhkan sebanyak 50 ribu Al-Qur'an dengan sebaran 15 ribu untuk wilayah Banggai daratan Sulawesi, 25 ribu Banggai Kepulauan dan Banggai Laut dan 10 ribu untuk Pulau Taliabu.

Semoga dengan tersebarnya Al-Qur’an wakaf dari para wakif ini, mereka tidak lagi kesulitan untuk mempelajari Islam dan Allah SWT meridhoi langkah kecil kita untuk membantu masyarakat muslim khususnya di pulau Taliabu dan Banggai, serta menerima amal wakaf dan membalasnya dengan pahala jariyah yang terus mengalir bagi para wakif khususnya dan kita semua umumnya.

 

Biaya yang Dibutuhkan:

Rp. 5.000.000.000 (50.000 Mushaf Al-Quran)

Partner Lapangan:

Ustadz Arifuddin Anwar

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.