Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

IB Nadilla Lailaturrohmah

Melihat Adiknya ‘Sulit’ Berobat di Rumah Sakit, Nadilla Ingin Jadi Dokter

Betapa senangnya Nadilla Lailaturrohmah dapat melanjutkan Sekolah Pesantren Mafatih di kawasan Parung Bogor. Pasalnya, dapat sekolah di pondok pesantren yang paling dekat dengan rumahnya tersebut merupakan harapannya sejak beberapa tahun lalu.

(Nadilla Lailaturrohmah)

(Nadilla Lailaturrohmah)

Saat itu, kedua orang tua menawarkan ke Nadilla tiga sekolah untuk dipilih setelah lulus dari SDIT Khoiru Ummah Jakarta Utara. Nadilla memilih Mafatih dengan pertimbangan sistem pengajaran yang sangat memperhatikan tidak bercampurnya laki-laki dan perempuan serta jarak yang tidak begitu jauh dibandingkan dua pesantren lainnya.

Selama di SD, Nadilla selalu mendapat peringkat 1 atau 2. Di kelasnya juga paling banyak hafalan Alqurannya, serta banyak memperoleh penghargaan dari lomba-lomba yang diikutinya.

Sesaat sempat terbersit di benak sang ayah, Deny Ariyanto (39 tahun), untuk membatalkan menyekolahkan anaknya di Mafatih karena dalam waktu yang bersamaan dengan diterimanya Nadilla di sekolah idamannya itu, Deny diputus hubungan kerja (PHK).

Tak ingin mengecewakan harapan anaknya yang sudah bercita-cita masuk Mafatih sejak SD, maka uang pesangon Deny pun digunakan untuk membayar uang pangkal masuk sekolah Nadilla. “Harapan kami Nadilla mendapatkan pendidikan terbaik. Dengan pendidikannya bisa membawa sukses di dunia dan akhirat,” ungkap Deny.

Nadilla bercita-cita ingin jadi dokter. Cita-citanya itu muncul beberapa tahun lalu ketika ikut mengantar adiknya berobat ke rumah sakit karena sakit infeksi saluran kencing dan gagal nafas. Namun sesampainya di rumah sakit ternyata prosesnya sulit karena pihak rumah sakit meminta pembayaran dimuka sebelum melakukan pelayanan. Keesokan harinya Nadilla menyampaikan ingin jadi dokter.

Sembari berikhtiar mencari pekerjaan baru, Deny jual titip kerupuk di warung-warung perkampungan. Tentu saja penghasilannya tidak memadai, bisa menutupi kebutuhan makan sehari-hari saja sudah Alhamdulillah.

Untuk mengurangi beban keluarga Nadilla, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) sehingga biaya pendidikan Nadilla bisa ditutupi dan kita semua semoga mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.15.000.000

Mitra Lapang:

Edi Humaedi  

 

#Wakaf #WakafQuran #2019SejutaQuranBangkitkanIndonesia #IndonesiaBelajar

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 15.000.000



19.83%
Butuh Rp 12.025.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur