Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Ibu Indah Kesulitan Biaya Untuk Melanjutkan Pengobatan Pasca Operasi Jantung

Ibu Indah Kesulitan Biaya Untuk Melanjutkan Pengobatan Pasca Operasi Jantung

Awal Januari 2020 menjadi puncak terparah penyakit jantung yang diderita Ibu Indah (62 tahun), ketika mendapat serangan jantung dada sebelah kiri terasa nyeri dan nafas terasa sesak. Ibu Indah tak pernah menyangka jika kembali mendapat serangan jantung, pasca operasi jantung koroner pertengahan tahun 2019.

Paska operasi Ibu Indah hanya rutin mengkonsumsi obat-obatan tanpa kembali melakukan cek medis, ketidak adaan biaya menjadi salah satu penyebabnya. Pandemi korona semakin memperparah Ibu Indah untuk mencari penghasilan, selamai ini ia bergantung dari hasil cuci dan gosok pakaian saja.

(Ibu Indah, 62 tahun)

(Ibu Indah, 62 tahun)

“Saya tidak laki kerja, karena majikan tidak mau menggunakan tenaga saya, takut kena korona,” ujar Ibu Indah.

Di usia yang mulai menua Ibu Indah masih harus berjuang seorang diri agar bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan mewujudkan mimpi putrinya untuk menjadi seorang perawat yang kini sedang menjalani pendidiakan di perguruan tinggi.

Sang suami telah lama meninggal pada saat menjual pakaian di Aceh, disaat itu terjadi bencana tsunami ditahun 2004. Alhamdulillah Ibu Indah dan putrinya yang masih kecil saat itu dapat menyelamatkan diri. Ibu Indah menceritakan jka ia dan suami berdagang pakaian yang dibelinya dari Jakarta berkeliling ke kota-kota basar di Sumatera.

(Saat Menjalani Pengobatan di RS)

(Saat Menjalani Pengobatan di RS)

Dibantu sang putri Ibu Indah kerja jadi buruh cuci di tujuh rumah yang lokasinya tidak jauh dari kontrakan tempatnya tinggal yakni di Jaticempaka, Kec. Pondokgede, Bekasi, hal ini ia jalani untuk mendapat biaya hidup.

Kini Ibu Indah kebingungan untuk memenuhi kebutuahan hidupnya jangankan untuk berobat rutin setiap bulannya, untuk membayar uang kontrakan ia kerap menunggak, dan tak jarang ia diminta pinda dari pemilik kontrakan karena telat membayar sewa, ditambah lagi kewajiban pendidikan putrinya yang harus terpenuhi.

Ibu Indah dan putrinya kerap puasa karena tidak ada makanan. “Kami berdua sering puasa, habis tidak ada yang untuk dimakan karena tidak ada uang,” ujar Ibu Indah.

Jika memiliki modal Ibu Indah ingin sekali kembali berdagang dan rutin menjalai pengobatan dari usahanya berjualan. Ia berkeinginan untuk menjual ketupat sayur Padang dan nasi uduk berkeliling menggunakan gerobak.

Untuk meringankan beban Ibu Indah memiliki modal usaha dan memenuhi kebutuhan hidup, BWA mengajak kaum Muslimin untuk berdonasi melalui program Sedekah Kemanusiaan, semoga niat baik kita digantikan pahala dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT.

 

Sedekah Yang Diperlukan:

Rp.68.500.000 (Enam puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah)

Partner Lapangan:

Wahyu    

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK                                                         

Ibu Indah Kesulitan Biaya Untuk Melanjutkan Pengobatan Pasca Operasi Jantung

Update #1: Kondisi Ibu Indah Semakin Hari Semakin Menurun

Kamis 11 Februari 2021 tim BWA mendapati kabar dari Nanda anak ibu Indah, jika sang ibu merasakan mual-mual dan setiap di isi makanan selalu muntah. Keesokan hari, Jumat 12 Februari 2021 ibu Indah pingsan di kamar mandi, sang putri mencoba memberikan pertolongan pertama agar ibunya segera sadar.

Alhamdulillah sang ibu bisa segera sadar dan kemudian segera dibawa putrinya ke rumah sakit Hermina Bekasi, karena jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka tinggal. Setibanya di RS ibu Indah segera menjalani pemeriksaan medis, dokter memberikan kesimpulan jika tekanan darah ibu Indah menurun dan kondisi lambung ada sedikit masalah.

(Kondisi Terkini Ibu Indah)

(Kondisi Terkini Ibu Indah)

“Mual yang dirasakan karena masalah  jantung yang di duga ada penyempitan,” ujar dokter, seraya menyarankan untuk dilakukan pengecekan EKG dan kateterlisasi,

“Saya bilang, tidak ada biaya,” sambung sang Putri yang dengan perasaan cemas dan bingung.

Sesudahnya dokter meresepkan obat, resep obat yang diberikan tetep sama seperti resep yang kemarin yang diterima, tetapi ada beberapa tambahan.

“Resep yang kemarin pun belum saya tebus karena tidak ada biaya sama sekali,” ujar Nanda.

Kondisi ibu Indah semakin hari semakin menurun, paska operasi jantung sebelumnya dari 12 obat yang harusnya di komsumsi rutin, kini hanya dua obat saja yang masih di komsumsi dan tersisa. Ketidakadaaan biaya yang menjadi persoalannya.

Usaha satu-satunya, cuci dan gosok yang dilakukan sang putri, sekarang semakin sepi karena covid-19 di daerah yang ia tinggali semakin meningkat, membuat orang takut untuk memakai jasa cuci dan gosoknya. Ditambah lagi kondisi sang ibu yang menurun semakin mempersulitnya untuk mencari nafkah.

BWA terus membuka peluang kepada orang baik di luar sana untuk turut membantu cobaan hidup yang sedang dilewati oleh ibu Indah dan putrinya. Semoga niat baik kita dapat meringankan ujian hidup yang sedang dilalui ibu Indah, dan Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kebaikan utuk para donatur karena mau berbagi dan membatu hambanya yang sedang kesusahan.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 68.500.000



26.5%
Butuh Rp 50.344.500,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.